Di Balik Menurunnya Popularitas ^UPACARA BENDERA^

Di Balik Menurunnya Popularitas
^UPACARA BENDERA^

Berawal dari perbincangan ringan dengan suami, muncullah pemikiran menggelitik tentang upacara bendera.

Menarik, karena dari kegiatan rutin sederhana yang dilaksanakan tiap hari senin itulah sebenarnya ada jalan keluar dari keterpurukan rasa nasionalisme generasi muda bangsa ini.

Bagaimana bisa?
Ikuti saja..

Sebagai permulaan, mari kita ingat bersama-sama, apa saja garis besar isi atau urutan dalam upacara bendera. Upacara bendera diciptakan tentu saja bukan tanpa suatu maksud dan tujuan. Akan tetapi, saat ini kita sudah terlalu sibuk dengan urusan perut ketimbang untuk menelaah makna apa yang sebenarnya tersembunyi di balik kegiatan yang bernama upacara bendera.
image

Melalui pembahasan ringan dan hanya menggunakan logika sederhana di bawah ini, dapat disimak apa hubungan upacara bendera dengan krisis nasionalisme yang sedang mewabah di negeri ini.

Bunda-bunda yang bijak, kerabat-kerabatku abdi negara, dan teman-temanku guru yang budiman, inilah inti dari UPACARA BENDERA

1. Pengibaran sang merah putih
Sang merah putih adalah bendera nasional Indonesia. Bendera sakral yang harus ditebus dengan pengorbanan besar pada waktu itu agar dapat berkibar dengan bebas dan gagah di negara ini. Merah artinya berani, putih berarti suci. Bendera ini dikibarkan di depan gedung-gedung pemerintahan, instansi-instansi terkait, dan di halaman gedung kedutaan besar di luar negeri setiap hari. Selain itu juga dikibarkan pada upacara bendera di halaman-halaman sekolah, kantor-kantor pemerintah, setiap hari Senin atau hari-hari besar nasional.
image

Bendera merah putih dikibarkan, lagu Indonesia Raya dinyanyikan, dan peserta upacara melakukan penghormatan.
Apa yang dihormati?
Benderanya?
Secara faktual iya..
tapi dari segi makna, Bukan!!

Meskipun belakangan muncul opini bahwa melakukan penghormatan pada bendera merah putih bagi sebagian masyarakat adalah haram hukumnya. Itu hak asasi dan itulah indahnya keberagaman Indonesia. Dan bukan itu poin utama yang akan dibahas di sini,
tetapi akan dibahas dari sudut pandang yang lain.

Hormat pada bendera merah putih berarti menghormati jasa-jasa manusia yang telah rela berkorban jiwa raga sehingga bendera merah putih bisa berkibar dengan gagah di hadapan kita saat ini. Bendera merah putih adalah simbol dari jiwa-jiwa yang penuh dengan rasa nasionalisme.

Cobalah sebentar saja kita mengikuti pengibaran sang merah putih sembari menghayati lagu Indonesia Raya yang mengiringi, sungguh..
Rasa nasionalisme itu merasuk perlahan, menyesak dalam tulang rusuk, menggetarkan hati..
Betapa selama ini kita telah lupa pada negara kita. Tanah air kita.

2. Mengheningkan cipta
Mengheningkan cipta adalah suatu kegiatan menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan arwah-arwah pahlawan atau orang-orang yang telah berjasa bagi bangsa dan negara. Jadi bukan sekadar menunduk sejenak karena kepanasan atau silau pada sinar matahari.

Dengan mengheningkan cipta sejenak kita mengucap doa sebagai rasa terimakasih atas jasa-jasa para pahlawan kita. Dan bila dihayati secara benar, mengheningkan cipta dapat membuat kita menjadi lebih peka rasa terhadap arti perjuangan.

3. Pembacaan Pancasila

image

Baca dengan suara lantang:
Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Di balik kalimat-kalimat padat nan sederhana itu terkandung makna yang teramat dalam yang mampu menyatukan dan menyelaraskan bangsa ini bertahun-tahun lamanya.

Namun, sungguh disayangkan, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam 5 sila Pancasila itu perlahan tapi pasti luruh tergerus derasnya krisis ekonomi dan politik di negeri ini.

Dalam sebuah realiti show di salah satu stasiun tv swasta, beberapa masyarakat Indonesia yang ditemui di sebuah pusat keramaian ternyata lupa pada sila-sila Pancasila. Ketika ditanya tentang Pancasila ada yang terbalik menyebutkan urutannya, ada yang salah menghafal kalimatnya, bahkan ada yang dengan santainya mengatakan ^lupa^ sama sekali sila-silanya.

Wow..amazing..separah apa beban hidup masyarakat saat ini, hingga lupa terhadap Pancasila. Jangan lagi tanya kenapa itu bisa terjadi, tapi memang begitulah yang terjadi.

Diingatkan dengan cara dibacakan, kemudian ditirukan oleh seluruh peserta setiap hari senin saja ternyata belum cukup menyentuh jiwa nasionalisme bangsa ini. Dan parahnya lagi, meskipun selalu diperdengarkan dan ditirukan pula di hampir tiap hari senin, alih-alih menghayati maknanya, hafal saja tidak. Bagaimana dengan masyarakat yang memang tidak pernah mengikuti upacara bendera hari Senin?? ^geleng-geleng kepala^

4. Pembacaan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945
Pembacaan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 atau yang sering disingkat UUD 45 adalah salah satu komponen yang ada dalam upacara bendera. Namanya saja undang-undang dasar, tentu saja UUD 45 ini seharusnya menjadi pedoman bagi bangsa ini.

Dalam upacara bendera, yang dibacakan oleh seorang petugas upacara hanyalah bagian pembukaannya. Bagian pembukaan UUD 45 ini berisi pernyataan-pernyataan penting bangsa ini, yaitu pernyataan tentang kemerdekaan Indonesia dan sila-sila dalam Pancasila yang menjadi dasar negara kita juga termuat dengan jelas di dalamnya.

Isinya yang berupa kalimat-kalimat panjang memang seringkali tidak digubris oleh peserta upacara. Ditambah lagi terik matahari yang sudah mulai menyengat. Akan tetapi, apabila sedikit saja kita mau mendengarkannya dengan seksama, kita akan mendapatkan pesan tersirat tentang tekad dan cita-cita kuat bangsa kita. Pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang seharusnya dapat membakar semangat nasionalisme juga tertuang dengan jelas dalam pembukaan UUD 45.

5. Menyanyikan lagu wajib nasional
Padamu Negri, Satu Nusa Satu Bangsa, Maju Tak Gentar, Syukur, Bangun Pemudi-Pemuda

Lagu-lagu yang sekarang menjadi lagu wajib nasional, awalnya adalah lagu-lagu yang diciptakan sebagai pembakar semangat para pejuang pada zaman penjajahan. Mendengar lagu-lagu tersebut memompa rasa nasionalisme hingga mengembang di dada dan menjelma menjadi kekuatan dalam diri para pejuang. Karena rasa cinta tanah air yang begitu besarlah yang membuat petani, buruh, hingga kaum terpelajar pada waktu itu rela berkorban harta, benda,dan nyawa untuk kemerdekaan negara ini.

Dan sekarang, lagu-lagu wajib nasional itu telah banyak dilupakan makna dan tujuannya. Apabila masih ada yang dinyanyikan di akhir upacara bendera, tentulah sebatas menjadi nyanyian semata. Sehingga nyawa nasionalisme yang menjadi inti dalam lagu-lagu perjuangan itupun lama-lama ikut mati.

Sayang sekali..andai semangat nasionalisme ketika menyanyikan lagu-lagu perjuangan pada waktu itu bisa ditransfer ke zaman sekarang..tidak menutup kemungkinan negara ini bisa menjadi sedikit lebih baik dan krisis nasionalisme yang sudah mulai kronis di negeri ini bisa berkurang.

yaah..semoga saja..;-)

melalui pembahasan ringan ini, semoga kita dapat merubah sikap kita dan mengikuti upacara bendera dengan penuh penghayatan. Agar kegiatan yang rutin dijalani hampir di setiap hari senin itu tidak berlangsung sia-sia terutama bagi siswa-siswa, para guru, dan seluruh abdi negara yg setiap bulannya selalu menggantungkan hidupnya dari negara ini yang berkewajiban untuk mengikuti upacara bendera.

Bila dihayati atau setidaknya diikuti dengan benar, sedikit demi sedikit, seperti layaknya sebuah terapi, upacara bendera dapat membantu mengembalikan jiwa-jiwa nasionalisme yang mulai menghilang terutama dari generasi muda kita.

Negara ini sudah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan sehingga bisa menjadi negara yang berdaulat dan diakui di kancah dunia. Tugas kita adalah mempertahankan nama besar bangsa ini. Siapa lagi yang berkewajiban cinta pada tanah air kita ini selain diri kita sendiri.

Salah satu caranya adalah dengan tetap memelihara jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam diri bangsa ini. Dan salah satu solusi paling sederhana yang dapat ditawarkan untuk mengatasi krisis nasionalisme yang melanda bangsa kita adalah membiasakan diri mengikuti upacara bendera dengan khidmat.

^Apakah upacara bendera harus dilakukan setiap hari. Tentu tidak bisa seperti itu. Mau dilaksanakan setiap hari juga percuma kalau tidak dihayati.^

With love,
Bunda Aisykha

Iklan

2 pemikiran pada “Di Balik Menurunnya Popularitas ^UPACARA BENDERA^

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s