BERKOMUNIKASI DENGAN BUAH HATI

BERKOMUNIKASI DENGAN BUAH HATI

Bunda, punya baby di bawah umur 2 tahun?

Kalau iya, sama dengan aku, karena Aisyah juga baru 1 tahun lebih. Baby umur-umur segitu pasti sedang lucu-lucunya, karena buah hati kita memiliki bahasa baru yang bisa aku sebut sebagai ^bahasa permulaan^ (he he pakai istilah sendiri 😛 ). Dimana buah hati kita menjelma menjadi makhluk menakjubkan dengan segala bahasa tubuh dan bahasa verbalnya yang mulai berkembang.

Buah hati kita mulai belajar untuk mengungkapkan keinginan, pemikiran, perasaan, maupun segala bentuk ^kenakalan^nya melalui bahasa baru yang dipelajarinya secara alamiah. Untuk itu, bunda harus aktif berkomunikasi dengan si baby untuk membantu mengembangkan bahasa verbalnya dan membiasakan buah hati kita mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya.

Pada masa ini juga si baby makin besar rasa ingin tahunya dan menggunakan pola meniru yang sangat aktif. Sehingga, si baby akan menyerap bahasa atau kata-kata dari lingkungan sekitarnya kemudian mengungkapkan kembali dalam bahasanya sendiri. Jadi, bunda juga harus berhati-hati karena pola meniru aktif dari si baby bisa juga berdampak negatif apabila si baby terbiasa mendengar dan menyerap bahasa atau kata-kata negatif dari lingkungan sekitarnya.

Dan berikut ini adalah beberapa cara yang aku gunakan untuk berkomunikasi dengan baby ku Aisyah dengan tujuan Aisyah juga akan terbiasa untuk mengkomunikasikan keinginan, perasaan, dan pemikirannya padaku.

1. Biasakan berbicara dengan menatap mata si baby dengan penuh kasih sayang.

Bunda, setiap kali berbicara dengan si baby, tataplah dalam-dalam kedua matanya. Hal ini dapat membantu memberikan terapi pada baby kita agar terbiasa menatap lawan bicaranya dan tidak malu untuk mengungkapkan perasaannya. Melalui tatapan mata yang penuh kasih sayang, baby kita akan belajar mempercayai kita dan meyakinkan si baby kalau kita dapat dipercaya untuk meluapkan segala yang ada dalam hatinya. Wow..hanya dengan membiasakan diri menatap matanya ketika bicara lho bunda..

2. Biasakanlah untuk mengatakan kebiasaan-kebiasaan yang umum dilakukan.

Melakukan hal yang diulang-ulang akan memudahkan baby kita untuk meniru. Kita dapat mengatakan ^Bismillah^ sebelum memulai sesuatu, ^Alhamdulilah^ setelah melakukan sesuatu, ^terimakasih^ setelah mendapatkan sesuatu, ^yuuk maem^ setiap kali sebelum makan, ^mandi yuuk^ setiap kali sebelum mandi, dan banyak lagi yang lainnya.

Komunikasi ringan yang diulang-ulang semacam itu akan memudahkan buah hati kita untuk mengenali dan menghafal kosakata, kemudian meniru dan mengungkapkannya ketika kegiatan yang sama akan dilakukan kembali.

3. Biasakan untuk bertanya pada buah hati kita.

Membiasakan diri untuk menanyakan setiap perubahan perilaku yang dialami buah hati kita memudahkan kita untuk berkomunikasi. Bertanya adalah salah satu cara untuk mengajak buah hati kita belajar memahami suatu hal yang sedang dialaminya dan kemudian mengajak si baby mengungkapkannya melalui bahasanya sendiri.

Seperti yang sering terjadi pada Aisyah. Ketika Aisyah tiba-tiba diam dengan posisi berdiri seolah-olah menahan sesuatu. Kemudian langsung aku tanya ^Bebi pup yaa sayang..? Kok diam..^ sambil menatap wajah dan kedua matanya. Atau ketika Aisyah mulai rewel di tempat tidur sambil mengucek matanya, lalu aku tanya ^Bebi ngantuuk..mau bobo’..mau minum susu..?^
Begitulah Bunda, biasakan untuk terus berkomunikasi dengan buah hati kita karena itu juga merupakan bentuk perhatian kita pada si baby.

3. Memberikan pendapat kita terhadap perilaku dan keadaan si baby.

Nah Bunda, ini juga salah satu bentuk komunikasi kita dengan buah hati kita. Yaitu dengan cara mengungkapkan pendapat kita atas perilaku dan keadaan baby kita. Dengan membiasakan memberikan pendapat atas perilakunya secara tidak langsung keakraban akan terbangun dan si baby akan merasa nyaman karena merasa diperhatikan oleh kita.

Seperti ketika Aisyah mulai keluar giginya, ^bebi udah keluar ya giginya..sini bunda liat ya giginya..ada berapa siih..^ atau ketika Aisyah baru selesai mandi, ^cayangnya bunda udah mandi..udah ganti baju..aduuh cantiknya..^

4. Ajarilah buah hati kita untuk selalu bercerita tentang segala sesuatu yang dialami dan dijalaninya.

Membiasakan baby kita bercerita tentang hal-hal yang dialami akan memberikan stimulus yang baik bagi otaknya yang sedang berkembang. Membiasakan diri untuk bercerita bersama buah hati kita juga dapat membatu baby lebih aktif dan memperkaya kosakata barunya. Apapun yang sedang kita lakukan bersama si baby, usahakan untuk terus berkomunikasi dengan buah hati kita.

Seperti ketika Aisyah sedang bersama boneka-bonekanya, ^yang ini siapa sih namanya sayang..cici bukan..ni boneka apa ya nak..ini boneka keliiinn..ci..makanya namanya cici..iya kan sayang..yuuk disayang cici nya^ atau ketika Aisyah sedang makan, ^bebi maem apa ya sekarang, maem sama sop ayam yaa, nih ada nasinya, ada ayamnya, ada wortelnya..dan ada kuahnya juga ya nak..yuuk mamam yuuk..enak lho..^

5. Belajar memahami bahasa tubuh dan bahasa verbal buah hati kita yang masih sangat minim.

Bunda, biasanya buah hati kita akan mengungkapkan keinginannya melalui bahasa tubuh dan bahasa verbal yang masih sangat sederhana. Biasanya buah hati kita akan menunjuk dengan jarinya, menggeleng dan menganggukkan kepala, menjerit atau berteriak, atau berkata-kata ^u, u, a, a, eem, uh, uh^, dan seterusnya.

Belajarlah untuk memahami bahasa-bahasa tersebut kemudian berusahalah untuk menterjemahkannya dengan bahasa kita agar kita tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh buah hati kita. Ajaklah buah hati kita untuk terus berkomunikasi secara aktif agar si baby bertambah pula kosakatanya.

6. Mengajak si baby belajar bernyanyi dan membacakan buku cerita anak-anak

Bunda, cara yang terakhir ini adalah cara yang cukup efektif untuk membantu buah hati kita menambah kosakatanya.

Dengan bernyanyi dan membaca buku cerita anak-anak, si baby akan belajar banyak sekali kosakata baru. Baby kita juga tidak akan menyadari kalau dia sedang kita ajak belajar karena dilakukan melalui hal-hal yang menyenangkan seperti bernyanyi lagu ^Topi Saya Bundar^, ^Naik Delman^, dan banyak lagi yang lainnya. Selain itu, membacakan buku cerita untuk si baby bisa dilakukan ketika si baby sedang santai atau sebelum si baby tidur. Akan lebih baik kalau buku ceritanya bergambar dan berwarna, karena kita dapat membangun komunikasi yang lebih luas lagi dengan buah hati kita.

Nah bunda, cobalah untuk memahami buah hati kita dengan cara membangun komunikasi yang baik. Komunikasi baik yang terbangun sedari dini akan memudahkan kita sebagai orang tua untuk terbuka kepada anak dan begitu juga sebaliknya. Mengajak buah hati kita untuk selalu berkomunikasi juga akan membantu buah hati kita menjadi anak yang lebih aktif, tidak pemalu, dan juga tidak pendiam.

Demikian ya bunda, semoga bermanfaat.

With love,
Bunda Aisykha

Iklan

2 pemikiran pada “BERKOMUNIKASI DENGAN BUAH HATI

  1. Ping-balik: Parenting: Cara Mudah Ber-Hypnoparenting Sendiri di Rumah | Bunda Aisykha

  2. Ping-balik: Mendidik Pemimpin Kecil | Bunda Aisykha

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s