TRIP TO WONDERFUL DIENG PART 2

TRIP TO WONDERFUL DIENG
PART 2-HABIS

WordPress.com di gadget ngadat jd harus nunggu agak lama bwt lanjutan cerita TRIP TO WONDERFUL DIENG Part 2 nya. Tapi sekarang uda ready to go lg..

Morning all..
get enjoy to read my journey 😉

Dari arah Banjarnegara tadi, sebelum sampai ke Telaga Warna ada juga tulisan di gerbang besar “Museum..” dikirain isinya memang hanya museum, kita tidak masuk, cuma melihat sepintas aja, tetapi setelah kita muter-muter secara tidak sengaja ‘nyasar’, masuk ke arah kiri dari jalan keluar Dieng Plateu Theater, ternyata di area yang gapuranya bertuliskan “Museum…” itu tadi, ada beberapa komplek candi, yang memang udah dicari-cari sedari tadi. Tapi, lagi-lagi karena papan petunjuk jalannya masih sangat sederhana, saking sederhananya sampai tidak terlihat, kita harus muter-muter dulu untuk menemukan komplek candi tersebut.

Komplek candi pertama berdasar papan petunjuk tadi adalah candi arjuna. Arahnya di kiri jalan dari jalur utama. Sayang, lagi-lagi tidak ada petunjuk apa-apa di ujung jalan masuknya, berapa jarak masuk ke dalam candi, atau di dalamnya ada objek apa saja, yang ada hanya gerbang besar tanpa tulisan. Nah, daripada kita nyasar lagi, lebih baik kita lurus aja.

Mengikuti jalan lurus, kita bertemu dengan candi Gathutkaca yang persis berada di tepi jalan utama. Ukuran candinya cukup besar dan masih utuh. Sepertinya candi tersebut masih aktif digunakan penduduk untuk ritual. Karena ketika memasuki candi, masih terdapat sesaji dan aroma dupa juga masih samar tercium. Menurut penduduk setempat, candi tersebut ditemukan pada abad 6 Masehi. Sebenarnya masih ada lagi satu komplek candi, letaknya agak di bawah, tapi karena harus dilalui dengan berjalan kaki dan jaraknya lumayan jauh, akhirnya cuma bisa lihat dari kejauhan deh. Coba ada andhong ato alat transportasi lokal ke arah komplek candi itu, pasti naek deh he he.

Di area itujuga ada museum tapi agak kurang diminati. Apa isi museum juga kurang ngerti, karena kita bukan tipe wisatawan yang suka dengan museum he he. Yang jelas udaranya suejuk e poll he he dan pemandangan alam yang masih lumayan perawan memberi nilai positif untuk objek wisata Dieng ini. Lingkungannya juga bersih dan tertata rapi. Di sini banyak pedagang yang menjual bunga edelweis dan kentang merah asli. Kayaknya itu deh yang khas dari Dieng, karena gak di setiap tempat ada kentang merah.

Sebelumnya lagi, dari arah Banjarnegara sebenernya ada kawah Sikidang. Nah, karena ketidaktahuan kita juga ni, dikirain kawah-kawah biasa, seperti kawah arjuna dan kawah candradimuka, terlewat deh acara naik kuda yang udah ditunggu-tunggu Aisyah. jKarena ternyata arena naik kuda adanya cuma di kawah Sikidang he he.. maap ya bebi..Kalau harus kembali ke Sikidang, harus muter lagi.

Wah beneran deh, coba ada Peta Wisata atau petunjuk yang lebih jelas lah yang setidaknya di letakkan di setiap jalan masuk ke arah masing-masing objek wisata, wisatawan kan lebih mudah menikmatinya tidak perlu muter-muter dan tanya sana-sini. Penduduk setempat sih ramah-ramah karena ditanya panjang lebar masih setia menjawab he he..tapi kan capek juga tanya-tanya terus.

Wisata ke Dieng ini pokoknya menakjubkan banget deh, cuma sayang, pengelolaannya emang kurang maksimal. Yang jelas butuh peta wisata yang harus dibuat dalam baliho besar dan diletakkan di sudut-sudut jalan agar wisatawan lebih mudah menikmati keagungan Allah SWT melalui ciptaannya yang bernama dataran tinggi Dieng ini.

Sekian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Iklan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s