TIPS PEMASARAN UNTUK MARKETING BARU

TIPS PEMASARAN
♥FOR THE VERY NEW MARKETING PERSON♥

image

Selamat datang di dunia pemasaran. Berikut beberapa tips ♥for the very new marketing person♥

1. Berpenampilan Menarik
Penampilan memang bukan yang utama, tetapi yang pertama. Sebelum calon nasabah melihat apa yang kita tawarkan, mereka akan melihat bagaimana orang yang menawarkan. Berpenampilan menarik tidak harus cantik, tetapi bagi yang merasa tidak cantik, wajib hukumnya berpenampilan menarik. Penampilan adalah cermin kepribadian kita, sekaligus mencerminkan lembaga yang kita wakili.

Bagaimana berpenampilan menarik itu?

Berpenampilan menarik yang penting adalah berpakaian dengan rapi dan disesuaikan dengan tujuan. Warna baju, celana, dan sepatu paling tidak harus “matching” atau serasi. Berpakaian formal yang baik untuk laki-laki adalah dengan mengenakan tidak lebih dari 2 warna pakaian, dari atas hingga ujung kaki. Sedangkan untuk perempuan, kenakanlah pakaian yang nyaman, sopan, dan disesuaikan dengan tempat yang akan dikunjungi.

Layaknya seorang marketing person baru, kesan yang harus kita bangun adalah kesan yang enerjik (penuh semangat), supel (mudah bergaul), tetapi tetap dalam koridor kesopanan. Kesan tersebut dapat kita munculkan dari cara kita berpakaian dan perilaku kita dalam menjalani pekerjaan.

Oleh sebab itu, penting rasanya memikirkan pada malam hari, apa yang akan kita kenakan untuk esok hari. Mengenakan pakaian yang “asal” ambil dari almari tanpa menyesuaikan dengan tujuan kita akan membuat kita tampil apa adanya. Tetapi justru tampilan yang apa adanya tersebut akan terkesan tidak rapi dan ujungnya menjadi tidak menarik. Kesan tersebut tentu akan ditangkap sama oleh calon nasabah, terlebih lagi ketika harus melakukan presentasi di sebuah lembaga atau instansi yang di dalamnya memiliki aturan dan tata cara sendiri.

2. Percaya Diri
Percaya diri menjadi salah satu modal penting dalam pemasaran. Atau bahkan dapat dikatakan percaya diri adalah modal utama dalam pemasaran. Akan tetapi, menumbuhkan rasa percaya diri bagi sebagian orang bukanlah suatu pekerjaan yang mudah.

Percaya diri pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia tanpa kecuali. Akan tetapi, yang membedakan adalah bagaimana cara menumbuhkan dan memelihara dalam diri masing-masing. Faktor kenyamanan menjadi faktor yang berpengaruh untuk menumbuhkan rasa percaya diri kita. Yaitu nyaman dengan yang kita kerjakan dan nyaman dengan yang kita kenakan.

Nyaman dengan yang kita kerjakan adalah suatu perasaan yang muncul ketika kita mengerjakan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan keinginan kita dan kita punya tujuan yang akan kita capai. Bila dalam diri kita belum ada perasaan semacam itu, tentu sangatlah sulit bagi kita untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Sedangkan, sebagai seorang marketing person, mutlak adanya rasa percaya diri. Jadi, jalan satu-satunya adalah menikmati pekerjaan yang ada saat ini dan menyadari bahwa segala sesuatu yang besar pasti akan selalu diraih setapak demi setapak dari bawah.

Nyaman dengan yang kita kenakan adalah perasaan yang muncul ketika kita menikmati penampilan kita dan kita enjoy dengan diri kita. Sebagai contoh, celana panjang kita terlalu sesak, sedangkan kita akan pemasaran di suatu lembaga. Celana sesak tersebut membuat kita tidak nyaman, takut sobek, dan sebagainya. Nah, rasa tidak nyaman itulah yang kemudian dapat berpengaruh terhadap rasa percaya diri kita.

3. Pandai Membawa Diri
Seorang marketing person, terutama perempuan, memang agak berbeda dengan marketing person pada umumnya, yaitu laki-laki. Meskipun demikian, bukan berarti marketing person perempuan tidak bisa sukses. Akan tetapi, marketing person perempuan memang membutuhkan trik-trik khusus agar tetap terjaga harkat dan martabatnya.

Salah satu caranya adalah dengan pandai-pandai membawa diri. Atau pandai-pandailah menempatkan diri. Hal ini juga berlaku untuk marketing person laki-laki. Kita harus pandai memperkirakan suasana seperti apa yang akan kita bangun ketika kita melakukan pemasaran. Hal penting pertama yang harus diketahui adalah tempat kita akan melakukan pemasaran. Pemasaran di lembaga dengan pemasaran nasabah umum tentu saja berbeda. Materi yang harus kita siapkan bisa jadi hampir sama, tetapi suasana yang tercipta tentu saja akan berbeda.

Kuncinya adalah membangun keakraban. Tujuan kita adalah silaturahmi. Suasana yang harus kita ciptakan adalah suasana yang akrab (dalam batas kewajaran tentunya). Cobalah untuk mempelajari secara singkat dan cepat lingkungan tempat kita akan melakukan pemasaran. Masukkanlah beberapa pertanyaan atau pujian dari gambaran singkat tentang lingkungan sekitar dimana kita melakukan pemasaran. Kita harus menjadi pembicara yang aktif. Jangan monoton hanya membicarakan tentang produk yang kita pasarkan karena suasana yang akan tercipta adalah suasana yang kaku.

Oleh sebab itu, pandai-pandailah membawa dan menempatkan diri. Harus bagaimana kita di lingkungan A, harus bagaimana kita di lingkungan B. Lingkungan yang satu dengan lainnya pasti berbeda, dan masing-masing calon nasabah memiliki karakter yang berbeda. Kita dituntut untuk bisa mempelajari dan mendalami karakter-karakter tersebut dengan cepat agar kita benar-benar tepat menempatkan diri dan tujuan kita meyakinkan calon nasabah untuk memilih produk kita tercapai. Karena biasanya calon nasabah akan tertarik dengan produk kita apabila mereka merasa nyaman dengan kita.

4. Menguasai Materi
Penguasaan materi adalah persoalan teoretis tetapi hukumnya wajib. Mempelajari materi dengan baik akan menghindarkan kita terlihat “bodoh” di hadapan calon nasabah. Sebelum kita memulai pekerjaan kita, pelajarilah di malam hari apa yang akan kita sampaikan pada esok hari.

Mengapa demikian?

Iya, karena ketika calon nasabah bertanya pada kita dan ternyata kita tidak bisa menjawab atau seringnya keluar kalimat pamungkas “nanti saya tanyakan pada pimpinan”, justru akan membuat calon nasabah menjadi ragu atau bahkan meragukan kredibilitas lembaga kita. Bila memang bukan pertanyaan yang sangat penting atau berdampak luas, cobalah untuk memberikan alternatif jawaban sendiri. Tentu saja jawaban tersebut harus berdasar dan bukan jawaban yang asal mengarang. Yang penting harus sesuai dengan aturan yang ada, bila sudah keluar dari koridor cobalah menjawab dengan jawaban yang diplomatis, “mohon maaf, peraturannya memang demikian” atau bila ada calon nasabah yang terus memaksa, bisa saja dijawab “silakan dilengkapi persyaratannya kemudian diajukan dulu saja agar bisa dipelajari oleh manajemen, karena keputusan ada pada manajemen” dan jangan lupa sisipi dengan gurauan-gurauan agar suasana tidak kaku.

Dalam hal ini kita juga dituntut untuk kreatif memberikan jawaban-jawaban yang dapat meyakinkan nasabah. Untuk itu, penguasaan materi bahkan pendalaman materi mutlak diperlukan. Karena pada dasarnya kreatif itu bisa muncul apabila kita memiliki banyak referensi, bahan rujukan, materi, atau pengetahuan dalam kepala kita. Jadi, galilah informasi sebanyak mungkin dari pegawai-pegawai yang sudah lebih berpengalaman sebelumnya, karena materi itu tidak semata-mata berbentuk pengetahuan teoretis. Pengalaman justru bisa menjadi guru yang jauh lebih baik daripada yang sekedar teoretis.

5. Aktif, Kreatif, dan Inovatif
Menjadi seorang marketing person memang bukan pekerjaan yang mudah. Tetapi tidak berarti pekerjaan ini banyak hambatan dan minim keberhasilan. Yang kita butuhkan adalah niat untuk kerja keras dan mau menjelajah dengan jangkauan daerah yang lebih luas. Agar kerja keras kita nantinya tidak berujung sia-sia, kita harus berusaha menjadi marketing person yang aktif, kreatif, dan inovatif.

Aktif dalam hal ini dapat dijabarkan sebagai sikap yang selalu ingin tahu (dalam hal positif), banyak bertanya, terus menggali informasi mengenai produk-produk yang akan kita pasarkan. Mempelajari produk pembanding dari lembaga lain juga perlu untuk mengetahui kelebihan produk yang kita miliki. Sehingga dapat kita tonjolkan ketika kita melakukan pemasaran. Kita juga dapat berkonsultasi dengan pegawai-pegawai yang sebelumnya sudah pernah menjadi marketing person. Agar kita dapat mengetahui apa saja faktor penghambat dan permasalahan-permasalahan yang belum terpecahkan selama ini.

Kreatif dapat diartikan sebagai suatu sifat atau karakter orang yang mampu atau terbiasa menghasilkan ide-ide baru. Atau dengan bahasa yang lebih sederhana dapat berarti orang yang dapat mengerjakan suatu hal yang tidak dapat dikerjakan oleh orang lain. Atau orang yang berinisiatif mengerjakan suatu pekerjaan yang positif tanpa menunggu perintah. Untuk bisa menjadi kreatif memang bukan hal yang mudah.

Ada dua penyebab mengapa orang tidak kreatif. Yang pertama, karena kita sudah merasa tidak kreatif, ini adalah masalah mental. Dengan demikian, berarti kita sudah membatasi diri untuk tidak kreatif. Bukan berarti kita tidak mampu, tetapi lebih karena kita tidak mau. Yang kedua, karena kita kurang menguasai masalah teknis, dalam hal ini adalah pengetahuan tentang produk yang akan kita pasarkan dan teknis pemasarannya.

Inovatif merupakan tindak lanjut dari proses kreatif, yaitu menemukan ide-ide yang bermanfaat dan bisa diterima sebagai sesuatu yang baru. Jadi inovatif dan kreatif adalah satu paket. Kita tidak bisa menjadi inovatif tanpa memiliki kreativitas.

Apabila dihubungkan satu sama lain, sebagai seorang marketing person kita harus aktif menggali dan mencari tahu segala informasi mengenai produk yang akan kita pasarkan, kelebihannya, pangsa pasarnya, dan faktor-faktor penghambatnya. Berdasarkan informasi tersebut kita berusaha kreatif untuk mencari solusi-solusi yang belum pernah dilakukan oleh marketing person sebelumnya. Dengan demikian, akan tercipta sebuah inovasi baru berupa cara jitu untuk memasarkan produk kita.

6. Berdoa
Sekeras apapun usaha yang telah kita lakukan, tanpa disertai dengan jurus jitu yang ke-6 ini, tidak akan jadi apa-apa. Oleh sebab itu, jangan pernah menyerah dan jangan berhenti berdoa. Allah SWT pasti akan memberi jawaban yang terbaik untuk kita.

Demikian, semoga bermanfaat.

♥Ditulis untuk memotivasi marketing person baru di sebuah lembaga keuangan syariah♥

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android

Iklan

2 pemikiran pada “TIPS PEMASARAN UNTUK MARKETING BARU

  1. Ping-balik: 5W 1H untuk Menyusun Strategi Pemasaran | Bunda Aisykha

  2. bagus pridianto

    terima kasih bunda aisykha atas saran dan motivasi yg engkau berikan pd sy, smoga saya bisa mempelajarinya cara2 yg bunda berikan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s