Sebuah Puisi, Elegi Pagi (Selamat Jalan)

Puisi ini aku tulis dengan segenap hati untuk mengenang seseorang yang kini telah pergi. Satu tahun berlalu, tapi masih saja ada sayup angin yang membawa bayangmu melintasi pikirku. Mengantar nasihat-nasihatmu mengiang kembali ke telingaku. Tentang menjalani hidup ini, tentang dzikir-dzikirmu, tentang dhuha dan tahajud, dan tentang kisah hidupmu hingga tenangmu di keabadian.

Selamat jalan tante, doaku dan orang-orang yang menyayangimu akan selalu menyertaimu. Semoga engkau tenang dan mendapat tempat terbaik di sisiNya. Amin.

Puisi ini untukmu,,

Elegi Pagi (Selamat Jalan)

ketika sang Maha Hidup berkehendak
tak satu kepala pun sanggup beranjak
tak satu hati pun sanggup berontak
saat di satu subuh yang sunyi
sayup angin dingin berbisik menghampiri
membawa satu nyawa manusia pergi dari bumi
lembut, tenang, dan lirih
tanpa sakit tanpa perih
dan tak satupun yang menyadari
meninggalkan yang ia sayangi
meninggalkan yang menyayangi
menorehkan luka dan tangisan duka
menggoreskan elegi di fajar buta
sang Maha Hidup yang sungguh berbaik hati
tak tega biarkan derita lama dalam diri
hamba yang sakit tapi hati lekat berdzikir
memohon seberkas ampun Ilahi Robbi
Ia mudahkan, Ia baguskan, Ia bebaskan
menghadap kembali ke alam abadi
menempuh jalan yang hanya bisa dilalui sendiri
bersama amalan baik yang setia menemani
selamat jalan, semoga tenang
bersama malaikat-malaikat yang penuh kebaikan
tunggu kami….

24.11.11
Tita Kurniawan

Posted from WordPress for Android

Iklan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s