PLAYGROUP, YES OR NO??

Dear diary,

Hari ini, 1 Februari adalah hari pertama Aisyah menapaki jenjang pendidikan formal, hari ini Aisyah mulai bergabung dengan PlayGroup At Tazkya. PG yang tidak jauh dari rumah kami.

Umur Aisyah genap 2 tahun, Januari lalu. Bulan ini, tepatnya hari ini, Aisyah mulai “bermain” bersama temen-temen dibimbing Bunda-Bunda yang masih muda-muda dan enerjik di PG At Tazkya.

Hari pertama ini, Aisyah memulai “bermain” nya dengan berbaris, baca syahadat, menari-nari diiringi lagu anak-anak yang riang dan semangat. Setelah itu, Aisyah masuk kelas untuk mendengar cerita tentang nabi Musa, belajar mengenali nama-nama jari, dan istirahat dengan menu gethuk tolo he he untuk yang satu ini, Aisyah juaranya he he,,habis,,meskipun paling akhir selesai makannya. Alhamdulillah,,

Untuk hari pertama ini, aku diperkenankan untuk menunggui. Aku duduk manis menunggui Aisyah di luar kelas. Dan selama anak-anak berada di dalam kelas, suara lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an oleh qori-qori cilik, mengalun perlahan dari pengeras suara di luar kelas. Hhheeemmm, adhem dan tenang rasanya.

Aisyah memang belum begitu aktif, mungkin masih agak bingung dengan lingkungannya, maklum saja, ini adalah hari pertamanya, masih banyak yang harus dipelajari Aisyah sebagai bagian dari penyesuaian dirinya. Begitulah, semoga nanti bisa cepet menyesuaikan diri.
                                             

image

Memasukkan Aisyah ke Play Group di usia 2 tahun, awalnya bukan pilihan utama dalam hidupku. Ada banyak alasan yang harus benar-benar aku pertimbangkan sebelum akhirnya aku memutuskan mengikhlaskan Aisyah “bermain” dengan temannya di PG.

Di lingkungan rumahku sendiri, PG belum begitu populer. Karena itu, ketika aku memutuskan memasukkan Aisyah ke PG, banyak yang mengatakan masih terlalu dini, nanti kalau ngantuk, kalau pup, dan sebagainya bagaimana. Terlebih lagi, ketika mengetahui biaya masuk dan SPP PG hampir sama atau malah lebih mahal daripada masuk SMP, he he,, maklum saja, aku tinggal di desa yang sebagian besar masyarakatnya belum ada yang memasukkan anaknya ke PG mulai usia 2th.

Awalnya, aku juga berfikir, “masa masih 2thn sekolah?” Sampai akhirnya, aku dan suami melakukan survei ke beberapa PG di kotaku. Tentu aku hanya memilih beberapa PG yang tidak jauh dari rumah agar lebih mudah antar jemputnya.

Dari survei itulah aku mulai mengamati dan mengetahui, bahwa Play Group itu tidak “murni” sekolah. Inilah alasanku mengapa akhirnya memasukkan Aisyah ke PG.

Pertama. Aisyah alhamdulillah sangat aktif. Aisyah juga mudah sekali menghafal, berhitung 1-10, lagu anak-anak, mulai dari Naik Delman, Nina Bobo, Cicak-cicak di Dinding, dan yang sedang dalam proses, Burung Kakak Tua. Doa-doa sehari-hari juga sudah mulai dihafal meskipun belum sempurna, yaitu doa sebelum dan bangun tidur juga doa sebelum dan sesudah makan. Agar tidak sia-sia dan lebih mendapat bimbingan yang terarah, karena aku dan suami bekerja full day dan Aisyah bersama pengasuh di rumah.

Kedua. Di PG anak diajak untuk “belajar” dengan cara bermain sambil bernyanyi. Dikenalkan dengan agama, berhitung, anggota tubuh, dan semua dilakukan dengan bernyanyi dan menari. Jauh sekali dengan bayangan kegiatan formal bersekolah bukan?

Ketiga. PG membantu anak mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru, baik itu pengetahuan umum maupun agama yang lebih terstruktur dan sistematis tetapi tetap dengan cara yang menyenangkan yaitu bernyanyi dan menari.

Keempat. Yang terpenting, anak mulai belajar bersosialisasi, mengenal satu sama lain, berbagi bersama, bermain bersama, menumbuhkan keberanian, meminimalisir sifat pemalu dari anak, dan juga belajar mematuhi aturan-aturan sederhana. Lebih baik daripada di rumah bukan?

Kelima. Mengikuti perkembangan zaman, dimana saat ini pendidikan dimulai lebih dini, yaitu PG atau PAUD.  Menjamurnya PG dengan berbagai pola dan metode pendidikannya memberi banyak pilihan pada orang tua sehingga dapat memilih yang sesuai dengan buah hatinya.

Setelah aku melakukan survei, mencari pertimbangan dari “mbah Google”, dan mendengar pengalaman teman-teman yang sudah pernah menyekolahkan anaknya di PG, akhirnya aku memilih PG yang diikuti Aisyah sekarang ini.

Di PG ini, Aisyah hanya masuk 3x seminggu, tiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, mulai pukul 08.00-10.30. Aku berfikir, 3x seminggu untuk Aisyah yang baru berusia 2th, cukuplah, hari lain Aisyah bisa beraktivitas seperti biasa di rumah. Sebagai cara penyesuaian diri untuk jenjang pendidikan berikutnya, menurutku 3x seminggu sangat pas. Aisyah masih punya waktu dan kebebasan untuk beraktivitas di rumah.

Oleh sebab itu, jika sekarang ini Bunda punya anak berusia 2th dan berfikir untuk mulai memasukkan ke PG, jangan takut untuk memasukkannya ke PG. Akan tetapi, bila masih ragu, berikut beberapa tips memilih PG yang tepat untuk buah hati.

1. Lakukan survei di beberapa PG.
Jangan malu untuk bertanya tentang kurikulum, buku penghubung, parenting, keamanan sekolah, berapa kapasitas siswa dan guru pengampu dalam tiap kelas, juga tentang biaya. Selama melakukan survei, amati juga bagaimana anak dan guru pengampunya beraktivitas di dalam dan di luar kelas. Cara guru pengampu menangani siswa-siswanya juga perlu mendapat perhatian.

2. Dengar pengalaman teman.
Pengalaman adalah guru terbaik. Benar, itulah cara terbaik bagi Bunda yang baru akan mulai memasukkan buah hatinya ke PG. Galilah informasi dari teman-teman yang sudah pernah memasukkan buah hatinya ke PG. Bagaimana pola pendidikannya, apa kelebihan dan kekurangannya, sehingga Bunda merasa lebih mantap memasukkan buah hatinya.

3. Pilih PG yang sesuai.
PG bisa jadi berbeda satu sama lainnya. Perhatikan beberapa kriteria yang dapat membuat kita sebagai orang tua merasa nyaman memasukkan buah hati kita ke PG.

Pertama, jelas kurikulum dan pola pendidikan. Untuk anak 2th, cukuplah anak belajar sambil bermain dan menari. Tidak mungkin menulis dan sebagainya. Tentukan juga PG pilihan kita adalah PG yang islami atau PG yang nasional.

Kedua, jumlah siswa dan guru seimbang. Untuk usia 2th, 1 guru maksimal mengampu 5-7 anak. Mengingat anak masih belum stabil pada usia itu, masih semaunya sendiri, jadi perlu perhatian khusus.

Ketiga, keamanan dan kenyamanan sekolah. Tanyakan buku panduan dan aturan-aturan di sekolah. Perhatikan pintu gerbang, akses ke jalan raya, arena bermain, pintu kelas, kamar mandi, ketinggian wastafel kelas, AC, perhatian guru, dan sebagainya. Hal-hal semacam ini akan membantu kita merasa lebih tenang dan nyaman menitipkan anak kita ke PG.

Keempat, waktu sekolah. Mulai jam berapa, selesai jam berapa. Sekolah setiap hari atau hanya beberapa kali seminggu. Sesuaikan dengan keinginan dan dapat juga disesuaikan dengan jam kerja kita. Untuk yang ingin memberi kebebasan pada anak, seperti aku, cukuplah dengan 3x seminggu. 3 hari yang lain bersama pengasuh di rumah. Tetapi untuk Bunda yang bekerja full day dan tidak punya pengasuh di rumah, atau ingin menghemat biaya pengasuh, pilihlah yang full day dan full week school.

4. Yang penting Ikhlas.
Bunda, yang penting kita harus ikhlas membiarkan buah hati kita untuk mulai menuntut ilmu. Ingat, ridho, doa, dan restu kita sangat berarti untuk kesuksesan buah hati kita.

Semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android

Iklan

2 pemikiran pada “PLAYGROUP, YES OR NO??

  1. ketika masukin anak ke PG harus di pertimbangkan juga kl suatu saat anak mengalami masa jenuh. Pengalaman pribadi.. Anak sy sempet mengalami masa jenuh, pdhl PGnya juga nyantai bgt. Untung TKnya masih satu sekolahan jd guru2nya juga cukup mengerti knp anak sy mengalami masa jenuh

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s