Mengenal Penyakit Anak dan Cara Penanganan Dininya

Dear Bunda,

Perubahan musim atau pergantian cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini bisa jadi berdampak kurang baik untuk buah hati kita. Anak menjadi lebih mudah terserang penyakit, seperti : batuk, pilek, diare, dan sebagainya. Hal tersebut dikarenakan anak-anak memiliki imunitas (daya tahan tubuh) yang lebih lemah daripada orang dewasa. Sehingga bakteri maupun virus lebih mudah menginfeksi terlebih saat musim pancaroba seperti saat ini.

Bunda, sudahkah Bunda mengenali penyakit-penyakit yang sering menyerang anak-anak khususnya saat pergantian musim seperti ini? Apa yang Bunda lakukan ketika anak terserang penyakit? Cemas atau Panik?

Nah, simak ya penjelasan dr. Novita Indras Sari tentang beberapa penyakit yang umumnya menyerang anak-anak dan cara-cara penanganan dininya. Sehingga, ketika anak sakit, kita  tahu apa yang terjadi pada anak agar pengobatan terhadap anak dapat lebih efektif. Penjelasan dari dr. Novita ini, masih merupakan rangkaian oleh-oleh dari  kegiatan Parenting di LPI At Tazkya, Sabtu (30/3) lalu.

image

Berikut adalah beberapa penyakit yang umumnya menyerang anak-anak dan cara penanganan dininya.

1. Batuk
Batuk dapat disebabkan oleh infeksi dari bakteri atau virus yang masuk ke saluran pernafasan maupun karena alergi. Saat anak terserang batuk, orang tua harus memperhatikan beberapa hal berikut:
– kapan mulai batuk
– waktu terjadinya batuk (terus-menerus atau saat tertentu)
– jenis batuk (terdengar grog-grog seperti ada dahaknya atau tidak)
– ada tidaknya muntah saat batuk
– ada tidaknya panas atau keluhan yang lain
– ada tidaknya hal-hal baru seperti hewan peliharaan baru atau makanan yang tidak biasa dikonsumsi

2. Pilek
Pilek biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat pula disebabkan oleh alergi. Saat anak pilek, orang tua perlu memperhatikan hal-hal berikut:
– kapan mulai pilek
– bentuk lendir hidung (cair, jernih, kental)
– ada tidaknya perubahan warna lendir (dari jernih menjadi kuning kehijauan)
– ada tidaknya demam atau batuk
– ada tidaknya hal-hal baru seperti hewan peliharaan baru atau minuman yang tidak biasa dikonsumsi

Faktor predisposisi (yang dapat memperberat) pilek antara lain:
– kelelahan
– gizi buruk
– anemia
– kedinginan

Penanganan dini pilek pada anak adalah sebagai berikut:
– usahakan anak bedrest (istirahat total)
– usahakan anak mengkonsumsi makanan yang kualitasnya baik
– obati secara simptomatis (obati sesuai dengan gejala atau keluhannya saja)
– berikan antibiotik hanya jika terjadi infeksi sekunder yang ditandai dengan perubahan warna lendir hidung dari jernih menjadi kuning atau kehijauan, suara menjadi serak atau nyeri ketika menelan.

3. Diare ( Mencret)
Diare dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
– faktor infeksi : vibrio, E Coli, Salmonella, Shigella, dan sebagainya
– faktor makanan: makanan basi, beracun, atau pun alergi terhdap makanan
– faktor malabsorbsi: yang sering dijumpai adalah malarbsorbsi karbohidrat dan lemak
– faktor psikologis: rasa takut, cemas

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika anak diare antara lain:
– kapan mulai diare
– frekuensi diare dalam sehari
– bentuk dan warna feses
– ada atau tidaknya lendir, darah, muntah, atau panas

Penanganan dini pada saat anak diare adalah menjaga agar anak tidak kekurangan cairan dengan cara:
– berikan oralit bila tersedia atau usahakan tetap minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari

– hindari minuman yang mengandung kafein, soda, atau berkarbonat. Kafein dapat membuat darah menjadi lebih kental sehingga produksi keringat pun berkurang, sedangkan karbonat membuat perut terasa penuh dan mencegah keinginan untuk mengkonsumsi cairan

– berikanlah buah-buahan yang banyak mengandung cairan atau air seperti apel atau dapat juga dibuat jus agar lebih mudah

4. Kejang Demam
Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rectal di atas 38°C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium atau di luar sistem susunan saraf pusat atau otak.

Kejang ini biasanya terjadi pada 16 jam pertama setelah timbulnya demam. Saat kejang, anak tidak memberi reaksi apapun untuk sejenak, tetapi setelah beberapa detik anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan syaraf. Kejang demam paling sering dijumpai pada anak umur 6 bulan sampai 4 tahun. Kejang demam hanya berlangsung sebentar saja, tidak lebih dari 15 menit.

Penanganan dini pada anak kejang adalah sebagai berikut.
– posisikan anak di tempat yang aman, ganjal mulut (antara gigi atas dan bawah) menggunakan kain yang dilipat-lipat atau digulung

– bila di rumah, bisa saja dilakukan pemberian diazepam (obat untuk mengatasi kejang) dengan dosis untuk anak BB10kg=10mg dan dimasukkan melalui dubur (rektum/rektiol).

Pemberian dapat dilakukan pada anak dalam posisi miring atau menungging, ujung rektiol diolesi vaselin, kemudian dimasukkan sedalam 3-5cm. Setelah itu, pijat hingga rektiol kosong dan tahan agar diazepam jangan sampai keluar dengan cara merapatkan bagian luar rectum (muskulus gluteus). Bila kejang tidak berhenti setelah 15 menit pemberian obat, pemberian diazepam dapat diulang kembali dengan dosis yang sama atau secepatnya bawa anak ke rumah sakit.

– turunkan demam dengan pemberian obat antipiretik (pereda demam) seperti paracetamol atau ibuprofen, 3-4x per hari.

– kompres anak dengan air hangat segera bila suhu > 39°C, bila suhu suhu kurang dari 39°C cukup kompres dengan air biasa. Atau dapat juga dikompres dengan alkohol. Dengan cara membasahi kain lap dengan alkohol kemudian kompres pada bagian ketiak saja. Ingat, pada bagian ketiak bukan kepala, karena alkohol dapat berbahaya bagi mata anak apabila menetes.

4. Amandel
Amandel/ Tonsil mempunyai fungsi pertahanan utama terhadap kuman yang masuk lewat udara, pernafasan, makanan, maupun minuman. Tonsil yang bekerja terlalu berat untuk fungsi pertahanan diri menyebabkan ukuran tonsil membesar.

Prinsip pengobatan amandel/tonsil adalah sebagai berikut.
– tidak ada obat yang dapat mengempeskan atau menghilangkan amandel
– pengobatan pasti adalah dengan pembedahan atau pengangkatam amandel. Hal tersebut dilakukan apabila tindakan medis awal yang bertujuan untuk meringankan gejala telah gagal.

Demikian ya Bunda. Semoga bermanfaat.

Sumber:
dr. Novita Indras Sari
dengan sedikit penyesuaian.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android

Iklan

2 pemikiran pada “Mengenal Penyakit Anak dan Cara Penanganan Dininya

  1. Sebenarnya banyak jenis penyakit anak2 yang perlu kita tahu. Cuma saya sering panik. Anak sakit dikit, langsung ke dokter. Terlalu banyak obat juga nggak baik, tapi mo gimana lagi?? 😦

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s