Tentang Tradisi: LEBARAN KETUPAT

Assalamu’alaikum,

Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum Shiyamanaa Wa Shiyaamakum. WaJa’alanallaahu Waiyyakum Minal ‘Aidin Wal Faizin Wal Maqbulin Wal Maghfurin wakulla am waantum bikhair.

Dari lubuk hati yang paling dalam, perkenankan kami  mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H
Mohon maaf lahir dan bathin.

Bunda, bagaimana kabar Bunda dan keluarga setelah lebaran kemarin?

Alhamdulillah, sekarang sudah ada yang mulai aktivitas seperti biasa lagi. Tetapi, di daerahku, lebaran belum berakhir. Satu minggu setelah lebaran, masih ada yang namanya Lebaran Ketupat. Kalau di Jakarta dan kota-kota lain, umumnya ketupat selalu ada bersamaan dengan datangnya 1 Syawal, jadi ketupat adanya pada lebaran pertama atau kedua. Tetapi, di kotaku dan beberapa kota lain di daerah Pantura Jawa, lebaran ketupat jatuh pada tanggal 8 Syawal. Tanggal 1 Syawal malah tidak ada ketupat samasekali.

Satu hari sebelum lebaran ketupat, tanggal 7 Syawal, hampir semua rumah sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk membuat ketupat dan teman-temannya, yaitu lepet dan lontong. Biasanya, beberapa anggota keluarga bergabung jadi satu membuat ketupat, lepet, dan lontong bersama-sama.

Nah, tahun ini, mamaku dan bulik membuat bersama-sama. Aku sih nimbrung aja hi hi,,. Tidak tanggung-tanggung, ketupat, lepet, dan lontong yang dibuat masing-masing 50 buah. Jadi total semua 150 buah. Proses pembuatannya masih menggunakan perangkat tradisional. Mamaku bilang, aromanya jauh lebih sedhep kalo masaknya masih pakai pawon atau tungku.

Ini dia,,pawon,,.
Terbuat dari susunan batu bata sederhana berbentuk huruf N kecil (n) dan menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya.

image

Memasak dengan pawon ini memang memakan waktu yang lamaaaa sekali. Bisa seharian, dari pagi sampai sore. Berbeda jauh kalau pakai kompor gas dan presure cooker. Dalam waktu 1-2 jam saja dijamin sudah matang. Praktis dan lebih cepet, tapi aroma khas pawonnya tidak keluar, kata mamaku. Jadi, sebagian besar orang-orang di kampungku masih setia dengan pawonnya.

Begitulah, sama seperti di Jakarta dan kota lainnya, pasangan ketupat juga tidak jauh-jauh dari opor ayam, semur telur, sambel goreng, atau sayur gori. Setelah semua siap, ketupat dan lepet ditiriskan dengan cara digantung agar kadar airnya berkurang, jadi tidak cepat basi. Biasanya sore hari setelah matang atau pagi harinya pas Lebaran Ketupat, keluarga yang lebih muda memberi hantaran ketupat dan ugo rampe nya (sayur gori, opor ayam, sambel goreng, atau semur telur) untuk keluarga yang dituakan. Tradisi untuk menghormati yang lebih tua.

Proses pembuatannya yang sangat lama, ribet, susah, dan repotnya lah yang membuat ketupat jadi sangat nikmat untuk disantap. Pelajaran yang dapat diambil tentu saja sabar ketika menjalani sesuatu, kemudian sederhana saja, karena dari kesederhanaan bisa menghasilkan sesuatu yang nikmat seperti ketupat ini.

image

O ya, barangkali ada yang bertanya kenapa lebaran ketupatnya terpisah, bukan tanggal 1 Syawal sekalian seperti pada umumnya?

Sebenarnya, ini hanya tradisi turun-temurun saja, pada zaman dahulu, ulama-ulama penyebar agama Islam membuat Lebaran Ketupat jatuh pada tanggal 8 Syawal adalah untuk menghargai atau memberi hadiah pada orang-orang yang berpuasa sunnah 6 hari di awal bulan Syawal. Memang tidak ada rujukan yang pasti untuk hal ini, tetapi begitulah yang terpelihara di lingkungan keluarga dan kampungku. Sekali lagi, ini hanya tradisi, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tujuannya positif, menurutku sah-sah saja diteruskan.

Bersamaan dengan Lebaran Ketupat ini, di beberapa kampung lain, masih di kotaku, ada tradisi lain, seperti Sewu Kupat di desa Colo, dekat makam Sunan Muria. Tradisi ini seperti kirab atau karnaval, mengarak ketupat yang kira-kira berjumlah 1000 buah. Ada juga tradisi Bulusan, di desa Tenggeles. Tradisi ini seperti pasar malam biasa, tetapi puncaknya atau ramai-ramainya tepat pada tanggal 8 Syawal pas Lebaran Ketupat. Pada Lebaran Ketupat ini juga perusahaan-perusahaan rokok di kotaku memberi libur khusus selama 1 hari untuk karyawannya agar bisa merayakan bersama keluarga.

Nah, sampai di sini dulu ceritanya. Mo langsung nyantap ketupat ma sayur gori dan opor ayam hi hi,, Kalau tertarik,,tahun depan bikin planning mampir ke kotaku ya,,Aku ajak muter-muter menikmati kekayaan tradisi negeri ini.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum.

With love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

6 pemikiran pada “Tentang Tradisi: LEBARAN KETUPAT

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s