Bunda Aisykha: Aku dan Blog-ku

Dear all,

Salam Blogger

Aku pertama kali berkenalan dengan blog kurang lebih 1,5 tahun yang lalu he he telat banget ya πŸ˜‰ Ketika itu, aku melihat postingan dari salah seorang teman facebook yang tampilannya aneh. Ada kotak-kotak berisi tulisan. Waktu itu, temanku menulis puisi. Sekali, dua kali, aku melihat dan makin penasaran. Akhirnya aku beranikan untuk bertanya melalui inbox fb. Panjang lebar dia menjelaskan, dan sedikit banyak aku mulai paham. Makin “kepo” lah aku.

Kemudian, aku meminta bantuan Mbah Google, dari sanalah aku mulai mengerti, apa itu blog, domain-domainnya, dan pernak-perniknya. Kemudian, bergeraklah aku untuk membuat blog, aku pun memilih wordpess dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Waktu itu, aku mulai membuat blog dari sebuah hp android 3,5″, πŸ˜‰ bayangkan betapa kecil mungil tulisannya.

Dengan segala daya upaya, jadilah blog pertamaku dengan nama Bunda Aisykha, yang aku ambil dari nama putri kecilku Aisyah Khalilatunnajla. Dengan perasaan bangga dan bahagia aku pun mulai menulis. Masih melalui hp 3,5″ dan tampilan blog yang sangat-sangat sederhana aku berhasil memposting 2 tulisan. Tetapi aku mulai kesulitan mempercantik blogku, karena tidak banyak widget yang bisa dijalankan dari hpku. Aku memang malas pakai laptop, karena agak repot bagiku dan juga harus bergantian dengan suami ;'(

Selang beberapa waktu aku larut dengan pekerjaan dan kegiatanku yang lain. O ya, aku adalah seorang istri, Bunda, sekaligus karyawan swasta yang juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai seorang pengajar πŸ˜‰ cukup ya, untuk menuhin daftar riwayat pekerjaan. Saking sibuknya, akupun lupa dengan blog ku. Ketika aku ingin menulis lagi, aku pun lupa dengan password blog ku. Ya ya, hobi lupa itu memang dari dulu nempel paling favorit.

Singkat kata, akupun membuat blog baru lagi dan masih setia dengan wordpress. Kali ini namanya masih Bunda Aisykha, tetapi alamatnya yang berbeda yaitu bundaaisykhanulisblog.wordpress.com hi hi promosi sekalian deh. Sejak saat itulah aku mulai “eksis” ngeblog dan berusaha menjadi blogger. Aku mulai mencari-cari komunitas yang berbau blogger dan nyebur ke dalamnya dengan sebutan newbie, hingga hari ini juga masih menyebut diri sendiri sebagai newbie karena kemampuanku masih jauh dibanding blogger-blogger yang udah nyebur duluan. Follow blog dan komen di blog selain wordpress saja masih bingung he he. Tapi, setelah tanya sana-sini dan berkat bantuan teman sesama blogger, jadi lah ada tambahan ilmu dan pencerahan.

Seiring dengan hasratku untuk eksis, akupun mengganti alat kerjaku dari hp 3,5″ ku menjadi tablet 7″. Itu sih sebenarnya tablet punya suami, karena suami sudah punya yang lebih pas untuknya, jadilah tablet itu jatuh ke tanganku. Sampai hari inipun aku dan suamiku masih malas menggunakan laptop atau netbook. Yang utama sih, karena tidak bisa digunakan sambil tiduran πŸ˜‰

image

Meskipun ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan dari tablet, tetapi aku merasa lebih praktis menggunakan tablet. Kalau dibutuhkan banget pakai laptop, barulah beranjak menghidupkan laptop. Untuk kepentingan posting, blog walking, komentar, dan komunitas sih, masih bisa aku lakukan dari tablet. Yang penting, tetep, sambil tiduran, maklum, seharian penuh bekerja sambil duduk, pantat (maaf) dan punggung pegel juga.

Selain itu, dengan tablet, aku tetap bisa ngeblog di kantor. Menggunakan laptop atau netbook sangat tidak mungkin aku lakukan karena pasti akan kelihatan apa yang sedang aku kerjakan. Sedangkan, dengan tablet kan diperbolehkan oleh si Bos, karena si Bos juga pakai he he. Saat sedang tidak banyak pekerjaan atau saat si Bos juga sedang “nablet” (istilahku untuk orang yang sedang beraktivitas dengan tablet), atau saat aku sedang jenuh, aku bisa ikutan nablet. Nah, di saat seperti itulah aku bisa meluncur ke beberapa komunitas dan blog walking.

Waktuku untuk bisa ngeblog paling banyak sebenarnya pas di kantor, bisa sampai 2-3 jam sehari. Karena, di rumah, aku harus alih profesi menjadi Bunda dan ibu rumah tangga. Pernah satu kali, aku punya cerita lucu tapi teramat sangat berkesan untukku. Dan sampai hari ini, aku tetap berterimakasih pada putri kecilku, Aisyah. Begini ceritanya.

Sewaktu di kantor, postingku belum selesai. Oleh sebab itu, begitu sampai di rumah, aku langsung masuk kamar, ambil tablet di tas, dan buka. Maksud hati biar cepat karena tinggal posting di grup-grup aja. Setelah itu, barulah bermain dengan putri kecilku. Tetapi, ternyata tidak seperti harapanku. Putriku datang mengajakku bermain. Aku bilang, sebentar dulu ya nak, Bunda selesaikan ini dulu terus kita main. Dia pun hanya terdiam di sampingku. Yah, hanya diam dan aku asyik dengan tabletku. Dan aku pikir dia mau atau bisa memahami Bundanya.

Tetapi, saat aku beranjak sebentar untuk mengambil charger di tas, tablet yang aku letakkan di tempat tidur ternyata diambil Aisyah, kemudian dimasukkan ke dalam tempat sampah di sudut kamarku. Betapa terkejutnya aku. Ingin marah, ingin teriak, tetapi begitu aku melihat raut wajah Aisyah, akupun luluh. Aku dekati, dan aku bertanya pada Aisyah.
“Kenapa dibuang, Nak?”
“Bunda angan awa abet, uang ada”
(Bunda jangan bawa tablet, buang aja)
“Kenapa, Bunda kan udah bilang sebentar aja.”
Dengan wajahnya yang begitu polos, menjawablah Aisyah,
“Bunda maen ma dhek Icha ada, angan ma abet, dhek Icha gak au”
(Bunda main sama dhek Icha aja, jangan sama tablet, dhek Icha gak mau)

Kemudian, kutarik dan kupeluk lah anak semata wayangku itu. Kubelai lalu kugendhong keluar dan kuturuti maunya. Tablet aku biarkan di tempat sampah sampai suamiku pulang. Itu adalah salahku. Salahku karena tidak bisa membagi waktu dengan baik. Salahku karena melupakan anak semata wayangku yang tentu sangat membutuhkan aku setelah seharian aku tinggal bekerja. Pengalaman itu memang bagai tamparan di wajahku.

Akupun menceritakan bagaimana tablet bisa nyebur ke tempat sampah, begitu suamiku tiba di rumah. Suamiku juga internet mania tapi bukan blogger dan sosial media holic seperti aku (alat kerjanya note 5″ dan laptop) tapi nasib alat kerjanya belum sampai setragis tabletku. Sejak saat itu, aku dan suamiku berkomitmen untuk tidak menggunakan alat kerja masing-masing ketika Aisyah belum tidur dan pada hari libur.

Jadilah, sejak saat itu aku ngeblognya gerilya, setelah Aisyah tidur dan saat di kantor pas hari kerja. Atau hari libur juga bisa tetapi setelah Aisyah tidur juga. Yaah, bolak-balik sama aja. Apalagi, di tablet juga ada game-game edukatif favorit Aisyah. Begitu Aisyah melihat aku pegang tablet, dia langsung minta main ini main itu. Tapi, masih mending lah, daripada dibuang di tempat sampah πŸ˜‰ Kalau ingin benar-benar konsen ya memang menunggu sampai Aisyah tidur. Tetapi, kadang-kadang malah tidak sempat ngeblog samasekali karena terlalu lelah dan ketiduran begitu saja.

Harus pinter-pinter cari waktu yang pas, memang. Karena ngeblog itu seperti candu. Sekali menulis pasti ingin lagi, dan lagi. Sekali ketemu komunitas, pasti ingin tahu lagi, dan lagi. Buktinya, aku, dari yang tidak tahu apa-apa, awalnya hanya sekadar menulis dan sharing, sekarang mulai melirik Blog Competition dan Give Away (GA) juga. Dan ini adalah keikutsertaan pertamaku dalam GA. Kebetulan juga temanya tidak jauh-jauh dari kegiatan sehari-hari. Jadi, tidak ada salahnya ikut, sekalian update blog πŸ˜‰

Nah, bagiku, ngeblog itu hobi. Ya, hobi yang positif tentunya. Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh, dan sudah aku rasakan. Kita sebagai emak-emak dituntut untuk memiliki wawasan luas, tentu kita bisa banget mendapatkan itu dari ngeblog. Tetapi, ingat ya, suami dan anak-anak kita. Jangan sampai kena tegur dari anak atau suami karena hobi kita yang positif ini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Cerita ini diikutsertakan dalam 2nd Give Away Ikakoentjoro’s Blog. dan berhasil menjadi salah satu pemenangnya dengan hadiah sebuah buku “Bunda Arabia” karya Jihan Davinka

With love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

33 pemikiran pada “Bunda Aisykha: Aku dan Blog-ku

    1. Sama ya kyk aisyah,,emang yg penting harus ditemenin jd kita tau mereka lg maen game apa,,dn atur waktu juga,,biar gak melulu maen game,,iya nih ikut2an ajah he he baru sekali ini,,kebetulan pas aja temanya,,bang jampang ikut jg toh,,setor tulisan pertama malah kan,, πŸ™‚

  1. saya juga termasuk baru dlm ngeblog. Kalo ngebaca tulisan teman2 yg bagus2, suka ngiri hehehe… Kalo say lebih senang ngeblog pake PC atau laptop, kalo tablet, masih kaku, gimana gitu…. πŸ™‚

  2. Aku ngeblog jg belum lama kok mak, pertamanya dulu jg di wordpress. Terus di ojok2in adik beli domain & dia jg yg bikin template-nya. Gadget jg gak sebanyak itu, maklum udah tua jd lamban. Aku cm bisa ngeblog dr laptop. Kalau dapat hadiah gadget dari lomba aku kasih anak atau suami karena ya itu tadi, udah lamban, cuma bisa pegang satu hp saja πŸ˜€

    1. He he welcome mak lusi,,rata2 sih emang pake laptop,,emang akunya aja yg malah ribet kalo pake laptop he he lbh cepet pake aplikasi wordpress yg bwt android,,cuma ya emang gak sekomplit laptop,,tengkyu mak lusi,,

  3. Ngeblog emang bikin candu bunda. Apalagi suka ikutan kontes dan menang jadi tambah nyamdu. Baca cerita ini saya jadi inget anak saya yamg suka ngumpetin modem. makasih sudah berpartisipasi bunda ^^

  4. Ping-balik: 2nd Give Away Closed

  5. Ping-balik: Pengumuman Pemenang 2nd Give Away

  6. Ping-balik: Sehari Tanpa Gadget: Its Okey, Be My Self Aja! | Bunda Aisykha

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s