Aisyah, My Everything

Dear Aisyah,

Assalamu’alaikum, anakku sayang

Hari ini bunda mendapat kehormatan untuk menyambung tali silaturahmi dengan teman-teman bunda sesama Emak Blogger melalui #DearDaughter nya. Sungguh ide yang sangat amat cemerlang dari mak Indah Juli. Setelah mak Susanti Dewi bercerita tentang putri cantiknya Fayda, kali ini bunda mendapat kehormatan untuk bercerita tentang dirimu.

Aisyah, anak bunda sayang,
Bunda dan Abi menikah tanggal 17 Januari 2010. Empat bulan kemudian, bunda masih ingat sekali, hari minggu, abi dan bunda sedang jalan-jalan ke Semarang. Waktu itu bunda dan abimu nonton bioskop di Paragon Mall, film nya Iron Man 2. Yah, bunda masih sangat ingat. Saat sedang ke toilet, bunda seperti flek-flek kemerahan. Bunda yang sama sekali tidak paham tentang kehamilan hanya mengira bunda mau haid. Setelah itu, bunda dan abimu nonton seperti biasa. Tetapi, anehnya bunda mual-mual, sepanjang film bunda mual. Abimu nampak agak bingung kala itu. Kamipun sepakat akan mengunjungi dokter untuk periksa setelah sampai di Kudus.

Benar saja, bunda dinyatakan hamil. Syukur alhamdulillah, bunda akan memilikimu, kamu yang akan mengukuhkan bunda sebagai seorang ibu. Awal-awal kehamilan bunda drop, bahkan di usia kehamilan memasuki bulan ke-3, bunda harus dirawat di rumah sakit karena kelelahan dan dehidrasi. Bunda juga harus sering izin kantor karena kuwalahan dengan kontraksimu yang begitu kuat. Seringkali bunda menenangkanmu dengan memperdengarkan sholawat-sholawat Hadad Alwi, lagu-lagu Mozart, maupun Bethoven yang bunda putar dari ponsel. Bunda merekatkan headset di perut bunda dengan isolasi selama bunda bekerja. Dan kamu pun tenang di dalam perut bunda. Terima kasih sayang, atas pengertianmu.

Aisyah, buah hatiku seorang,
Sampai akhirnya kamu lahir dengan normal tepat pada tanggal 17 Januari 2011, sama persis dengan ulang tahun pernikahan bunda dan abi. Bunda harus mengalami kesakitan yang begitu dahsyat, bahkan badan bunda harus kaku selama beberapa hari setelah melahirkanmu. Ditambah lagi, bunda belum boleh bertemu denganmu karena kamu ditempatkan di tempat terpisah dari ruang perawatan bunda.

Badan bunda sakit nak, tapi kerinduan bunda ingin memelukmu lebih membuat bunda sakit. Dan semua itu sirna setelah sehari kemudian bunda boleh memelukmu dan kamu minum air susu bunda. Demi Allah, Aisyah, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar yang pernah bunda rasakan selain memelukmu dan membiarkanmu menikmati air susu bunda.

image

Selamat datang di dunia, Aisyah sayang,
Bunda begitu bersyukur, kamu lahir sehat dan tepat di hari ulang tahun pernikahan bunda dan abi. Sungguh, kamu adalah anugrah yang begitu luar biasa. Dan bunda pun memberikanmu nama Aisyah Khalilatunnajla. Bunda begitu kagum dengan Ibu Aisyah R.a istri nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan kecerdasan dan ketulusannya, sehingga memberimu nama Aisyah. Sedangkan, Khalilah yang berarti kesayangan, dan Najla yang berarti bermata indah atau keturunan yang baik. Sehingga, namamu kurang lebih bermakna Aisyah kesayangan yang bermata indah. Bunda dan abi pun berharap kamu akan secerdas dan setulus ibu Aisyah R.a dan disayangi semua orang. Amin.

image

Aisyah, anak bunda yang cantik,
Bunda bercerita ini semua dengan penuh kebanggaan. Apapun yang bunda alami selama mengandungmu maupun saat melahirkanmu adalah jalan menuju surga. Kamu pun akan mengalaminya nanti. Dan ingatlah, nak, yang penting adalah kesabaran dan keikhlasan, karena mengandung dan melahirkan adalah kodrat kita sebagai wanita, berjihad di jalan Allah, dan surga lah balasannya.

Aisyah, anak bunda yang pintar,
Kamu tumbuh menjadi anak yang cerdas, ceria, suka menari, menyanyi, dan menggambar, meskipun terkadang egomu meluap dan marah-marah atau tidak mau berbagi mainan dengan teman yang lain. Bunda sedih melihatmu begitu. Bahagianya, sejak usiamu belum 2 tahun kamu sudah menghafal sekian banyak lagu anak-anak, meskipun masih dengan pelafalan yang apa adanya.

image

Tapi bunda bersyukur, bunda bahagia. Ketika kamu bertanya tentang apa saja yang baru kamu temui, segala sesuatu yang menarik bagimu, dan semua hal yang ingin kamu tahu. Bunda dan abimu sampai bingung mau menjelaskan dengan cara apa, karena kamu belum akan berhenti bertanya sebelum ada jawaban yang membuatmu puas.

Ingin sekali bunda tertawa setiap kali abi membawa kamera, kamu selalu ingin difoto. Setelah itu, kamu lihat hasilnya dan meminta abimu mengulang lagi fotonya ketika menurutmu hasilnya jelek πŸ˜‰ Aisyah, bunda ingin sekali mencubit pipi gembilmu saat kamu membuat bunda geregetan. Dan bunda sangat sangat terharu ketika kamu mengusap air mata bunda, saat bunda menangis karena kamu berulah. Kamu takut, kemudian mendekati bunda.

Bunda angan ais, anti dhek Icha ais uda
(Bunda jangan nangis, nanti dhek Icha nangis juga)
Kamu mencium pipi bunda, bunda pun memeluk dan menciumimu. Lalu kita berjanji, dengan mengaitkan kedua jari kelingking kita.
Anji angan ais ya, bun, dhek Icha ndak atang adi” (Janji jangan nangis ya, bun, dhek Icha ndak nakal lagi) begitu katamu menghibur bunda.

image

Aisyah, anak bunda yang cerdas,
Bunda juga sempat khawatir, gara-gara tetangga depan rumah, Aisyah jadi bisa menyanyi dangdut, bisa nyanyi brondong tua, goyang itik, lagunya fatin. Ketahuilah nak, rasanya bunda ingin sekali mencuri dvd tetangga depan rumah biar tidak memperdengarkan lagu dangdut keras-keras sampai kamu juga ikut menghafalnya karena saking seringnya, diputar berulang-ulang.

Aisyah, itulah yang membuat bunda ngotot memasukkanmu ke play grup saat usiamu baru 2 tahun. Maafkan bunda, nak. Mengertilah, bunda tahu kamu anak yang cerdas, karena itu bunda ingin memberikanmu lingkungan yang lebih baik untukmu. Dengan arahan guru-gurumu di sekolah, kamu jadi lebih mandiri, pakai sepatu sendiri, pakai baju dan lepas sendiri, belajar huruf hijaiyah, syahadat, dan sholawat nabi. Bunda bersyukur memilikimu, nak. Di sekolah, kamu punya banyak teman dan juga guru yang bisa mengarahkan kecerdasanmu daripada kamu di rumah dengan lingkungan yang hanya membuat bunda tidak tenang saat meninggalkanmu untuk bekerja.

Aisyah sayang,
Maafkan bunda panjang lebar bercerita, tapi bunda yakin kamu belum lelah membacanya, kan?

Aisyah, maafkan bunda, karena bunda harus bekerja dan membiarkanmu dengan pengasuh di rumah atau bersama gurumu di sekolah. Membiarkanmu tumbuh dan beraktivitas tanpa pengawasan bunda secara langsung. Terkadang kamu masih protes karena bunda terlalu asyik dengan gadget dan mengabaikanmu.

Untuk menebus itu semua, bunda selalu berusaha memanfaatkan setiap waktu luang bunda bersamamu. Kemanapun bunda pergi, dan bagaimanapun repotnya bunda akan selalu berusaha untuk membawamu saat ada kegiatan selepas bunda bekerja.Β  Maafkan bunda, sayangku. Maafkan bunda juga yang hanya bisa mengharap pengertianmu. Ini untuk masa depan kita. Setelah semuanya membaik, bunda janji, bunda akan selalu ada untuk menemanimu.

image

Aisyah, kesayangan bunda,
Bunda akan selalu berusaha memberimu yang terbaik. Meskipun bunda harus sering berselisih pendapat dengan opa atau omamu tentang banyak hal. Ketika bunda ingin kamu belajar menabung untuk membeli sepeda impianmu, omamu ingin membelikanmu begitu saja. Dan tidak jarang juga opamu mengatakan bahwa bunda tidak membahagiakanmu ketika bunda tidak langsung membelikan mainan atau makanan yang kamu minta. Bunda sedih, nak, bunda sakit hati.

Ketahuilah, nak, bunda ingin selalu yang terbaik untukmu. Termasuk belajar menabung, sederhana, dan juga demi kesehatanmu yang sering dihinggapi batuk berdahak karena alergi tenggorokanmu. Bahkan ketika bunda dan abimu sedang bekerja, orang-orang yang juga “menyayangi” mu membelikan makanan apapun yang kamu minta, es krim, krupuk, agar-agar kemasan, wafer coklat, ataupun es jus.

image

Ketika bunda pulang, batukmu menjadi-jadi sampai harus membawamu ke dokter atau fisioterapi untuk mengurangi batukmu. Rasanya bunda ingin menangis saat melihat batukmu menjadi-jadi. Bunda terkadang tidak menurutimu, bukan berarti bunda tak menyayangimu, nak, sungguh bukan itu. Semuanya semata-mata karena bunda ingin kamu “save” kamu sehat, nak. Maafkan bunda ya, nak. Bunda sayang Aisyah, Aisyah sayang bunda juga, kan?

Bunda jadi ingat lagu ini (menyanyi versi iklan susu formula)

My first, my last, my everything
And the answer to all my dreams
You’re my sun, my moon, my guiding star
My kind of wonderful, that’s what you are
My everything
(Barry White-You’re the first, the last, My everything)

Setiap iklan tersebut muncul, kamu pun segera berlari ke arah bunda atau abimu untuk memeluk sambil berkata “my eiting” (my everything). Ah, Aisyah, kamulah “my everything”.

image

Masih banyak hal yang bisa bunda ceritakan padamu, tapi rasanya kamu sudah lelah membaca ini. Sungguh bunda bersyukur telah memilikimu. Bunda belajar banyak hal setelah kehadiranmu. Bunda hanya bisa berdoa untukmu, buah hati bunda seorang. Saat kamu tertidur lelap, bunda ingin selalu memelukmu dan membisikkan doa untukmu.

Aisyah..anak bunda sayang..
Bunda berdoa aisyah jadi anak yang shalihah ya nak..
Selalu diberkahi Allah dalam segala hal..
Selalu mendapat petunjuk Allah dalam setiap kegalauan..
Selalu mendapat pertolongan Allah dalam segala kesulitan..
Bunda selalu berdoa pada Allah,,
Selalu dikaruniai kesehatan
Selalu diberi keselamatan..
Selalu mendapat kemudahan dan ridho dari Allah..
Bunda selalu minta pada Allah
Aisyah selalu sayang bunda dan abi..
Aisyah jadi anak penurut..
Aisyah jadi anak pintar dan cerdas
tapi tetap rendah hati dan khusnudzon pada siapa saja..
Aisyah bisa jadi manusia, wanita..yang jauh lebih baik dari bunda..
Aisyah bisa jaga diri..jadi muslimah yang berbudi..
Bunda selalu berdoa yang terbaik buat Aisyah..
sun sayang dari bunda untukmu, nak..

image

Terimakasih mak Susanti Dewi, atas kesempatan yang diberikan padaku. Selanjutnya, tongkat estafet #DearDaughter ini akan aku berikan pada mak Matris Londa. Selamat bercerita tentang putri tercinta.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

31 pemikiran pada “Aisyah, My Everything

  1. Kita sama Mba… sy juga waktu hamil 1-3 bulan payah banget, gak napsu makan, yg parahnya susu ibu hamil juga gak masuk Mba… Tapi Alhamdulillahnya kemaren waktu USG umur 4 bulan Dedek bayinya sehat2 aja πŸ™‚

    Tapi, emang ya Mba… Buah Hati is every things. Setiap momen tumbuh kembang si kecil jadi hal yg sangat berharga buat Sang Bunda πŸ™‚

    Salam buat Dedek Aisyah dari Tante Retno… ceria selalu ya Dek πŸ™‚

    Mampir2 juga ke Blog sy ya Mba hehe…. http://bloglombamenulis.blogspot.com/

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s