Parenting: 4 Jenis Pribadi Anak

Orang tua yang terlibat aktif menyiapkan masa depan anak, lebih berpeluang mencetak calon pemimpin.

Begitulah kalimat pembuka artikel berjudul “Aku Ingin Jadi Pemimpin!” yang dimuat di tabloid Nova, 1336/XXVI, 30 September-6 Oktober 2013.

image

Aku tertarik menulisnya kembali di blog ini karena akhir-akhir ini sedang gencar-gencarnya postingan tentang peran ibu untuk mencetak pemimpin. Barangkali tulisan ini dapat menjadi masukan untuk Bunda-bunda yang akan mengikuti lomba juga Bunda-bunda yang mendidik buah hati agar menjadi pemimpin di masa depan. Bagi Bunda yang belum sempat membaca tabloid Nova edisi minggu ini, berikut aku tuliskan kembali intisarinya.

“Syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi pemimpin antara lain kemampuan mengarahkan, memengaruhi, meyakinkan, serta mengambil keputusan,” kata Adib Setiawan, M.Psi., psikolog dari praktekpsikolog.com. Pemimpin juga harus bisa bergaul, pekerja keras, dan memiliki inisiatif. “Termasuk emosi, seperti apakah seseorang itu mudah percaya pada orang, tenang dan emosional,” ujar Adib. Kepemimpinan, lanjut Adib, adalah soft skill yang harus mulai dilatih sejak dini supaya anak lebih percaya diri.

Meski tak mutlak, tipe pemimpin lebih kental pada anak berkepribadian choleric dan sanguine yang lebih terbuka. Di luar itu, ada banyak faktor lain yang memengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pemimpin. “Sifat sebetulnya penilaian lingkungan. Jadi, asal diatur dengan baik, bisa menjadi positif, kok,” kata Adib.

1. Choleric
Salah satu ciri anak-anak dengan kepribadian adalah berambisi besar. Mereka sangat percaya diri, memiliki kemampuan yang besar, berani mengambil risiko, serta berani mengambil keputusan. Sisi negatifnya, mereka cenderung keras kepala, suka memaksakan kehendak, egois, serta otoriter.

2. Sanguine
Tipe anak sanguine cenderung humoris dan memiliki rasa sosial, empati, dan sensivitas yang tinggi. Alhasil, anak-anak berkepribadian sanguine cocok menjadi pemimpin. Tapi, pribadi ini kurang senang memperlihatkan ambisi, mudah dipermainkan dan diperalat.

3. Plagmetic
Anak-anak plagmetic lebih suka menjadi pengikut dan sering dianggap pemalas. Bagi mereka, hal terpenting adalah menjadi bagian dari kelompok, mempunyai teman, dan tidak dianggap individual. Kelebihan anak-anak plagmetic adalah lebih rapi, terstruktur, serta penuh perencanaan.

4. Melancholic
Meski lebih suka menyendiri, suka hal yang syahdu dan karya sastra, anak melancholic mampu melihat orang lain secara lebih mendalam, cenderung tenang, dan berhati-hati dalam mengungkapkan sesuatu. Mereka juga selalu berpikir jauh sebelum bertindak dan memikirkan konsekuensi.

Nah, Bunda, jenis pribadi yang manakah buah hati Bunda? Dengan memahami empat pribadi tersebut kita dapat lebih fokus untuk melangkah dan mencetak buah hati kita menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan.

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

17 pemikiran pada “Parenting: 4 Jenis Pribadi Anak

  1. Anakku udah di tes semua sih. Tapi malah lupa hasilnya apa, kayaknya yg bungsu plegmatis, yg sulung bener2 lupa. Tapi waktu itu aku sampai dipanggil paling lama, krn IQ si bungsu 134 tp kok gak juara. Jadi aku dikasih tips2 utk menstimulus biar si bungsu fokus, gak mudah terdistraksi & jadi malas. Alhamdulillah habis itu juara terus.

  2. Masih terlalu dini sih untuk mengira-ngira apalagi ’ementapkan’ anakku termasuk yang mana, soalnya baru 1 tahun he he, belum ada yang terlihat dominan dari ke4 karakter itu. Kalau Mamanya si sudah pasti melankolis πŸ˜›

  3. Ping-balik: Belajar Mendidik Anak ala Game Edukatif di Android | Tita Kurniawan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s