Pesan Cinta dari “EPIC”

Dear all,

Sejak dirilis akhir Mei 2013 lalu, dan sejak aku melihat iklannya di sebuah stasiun tv, aku memang langsung jatuh hati pada film ini. Yah, film berjudul “Epic” karya sutradara Chris Wedge yang diangkat dari novel berjudul “The Leaf Men and the Brave Good Bugs” karya William Joyce sekarang malah jadi film animasi favoritku setelah sebelumnya film “Brave” berhasil meluluhkan hatiku karena pesan-pesan dan soundtrack filmnya yang membuatku bersemangat setiap kali aku mendengarnya.

Setelah menunggu lama, sejak bulan Mei hingga akhirnya 2 hari yang lalu abinya Aisyah membelikanku DVD film ini. Waah, betapa hatiku berbunga-bunga *too much*. Maklum saja, di kotaku tidak ada bioskop, kalau mau nonton film-film baru di bioskop harus ke ibu kota provinsi dulu. Jadilah aku menunggu saja sampai DVD nya keluar dan beredar di kotaku, bahkan sampai kelupaan karena saking lamanya 😉

image

Aku menonton film cantik ini bertiga, dengan abi dan Aisyah tentunya. Tetapi, Aisyah terlelap beberapa menit kemudian. Malah jadi dongeng nina bobo kan buat Aisyah. Tinggallah aku dan abi.

Untuk yang belum sempat menonton, film drama fantasi ini bercerita tentang seorang gadis bernama Mary Katherine (MK) yang pergi untuk mengunjungi ayahnya, Profesor Bomba yang tinggal di pinggir hutan. Ayahnya merupakan seorang peneliti kehidupan hutan dan sedang meneliti tentang manusia kecil di hutan. Ia pun memasang puluhan kamera di sudut-sudut hutan untuk menemukan manusia-manusia kecil yang ia yakini hidup di hutan.

Ketika MK datang, hubungan mereka tampak kaku dan canggung. Ayahnya begitu sibuk meneliti dan MK pun tidak betah kemudian ingin melarikan diri. Namun, anjing kecilnya malah lari menuju hutan dan ia pun mengejarnya hingga ke dalam hutan.

Di saat bersamaan, Ratu Tara yaitu ratu penjaga hutan, ratu para leaf men yang hidup di Moonhaven, sedang memilih kelopak bunga untuk calon penerusnya. Namun, boggans yang dipimpin oleh Mandrake berusaha mengacaukan upacara untuk mendapatkan kelopak penerus penjaga hutan itu. Keadaan sangat kacau, hingga Ronin pengawal setia Ratu Tara gagal melindungi sang Ratu. Ratu terkena panah Mandrake dan jatuh bersama kelopak yang telah dipilihnya tepat di hadapan MK yang kebingungan. Ratu menyerahkan kelopak pada MK dan seketika itu juga MK berubah menjadi seukuran Leaf Men. Dan dimulailah petualangannya.

Salah satu alasan kenapa aku begitu menggemari film-film animasi bertema princes di kerajaan, peri-peri, atau barbie karena terkadang film-film seperti itu mengungkapkan cinta dengan cara yang sangat sederhana tetapi tetap terasa romantisme dan ketulusannya. Ketika menonton film ini perasaanku campur aduk. Senang, gemes, bahkan terharu, kemudian menangis. Ada begitu banyak cerita cinta dalam film ini. Cinta yang digambarkan begitu luas tetapi dengan cara yang sangat sederhana. Cinta tulus dan tanpa syarat. Semua ada dalam film ini. Aku merasakannya dan ingin mengajak siapa saja untuk ikut merasakannya juga.

Saat menulis ini, aku membayangkan tubuhku mengecil seperti yang dialami MK. Aku sedang duduk di salah satu ranting pohon yang rimbun di Moonhaven, sambil mengamati para leaf men yang sedang hilir mudik berpatroli. Juga sambil menikmati aroma rumput hijau dan bunga-bunga yang bermekaran warna-warni selayaknya musim semi. Hingga pandangku tertuju pada istana batu yang diselimuti lumut, bunga-bunga rumput, dan tumbuhan pakis sebagai pintu gerbangnya yang sesaat kemudian terbuka karena Ronin, sang kepala pengawal akan masuk dan menemui Queen Tara yang tinggal di dalamnya. Dan mulailah aku merekam satu per satu cerita cinta di Moonhaven dan Wrathwood.
image

Rasa cinta yang mendalam antara Ratu Tara yang ekspresif dan Ronin sang pengawal yang kaku belum sempat terungkapkan, tetapi rasa cinta juga yang membuat Ronin setia mengawal Ratu Tara. Cinta mungkin tak harus selalu diungkapkan, terkadang tindakan nyata lebih mampu membuktikan cinta daripada hanya sekadar diungkapkan. Cinta Ronin pada Ratu Tara dan juga cinta Ronin pada kelompoknya The Leaf Men yang begitu besar, membuat Ronin memilih untuk memendam saja rasa cintanya pada Ratu Tara dan mengabdikan diri sepenuhnya pada hutan tempatnya hidup. Meskipun demikian, Ronin terlihat sangat kehilangan ketika Ratu Tara terbunuh dan berubah menjadi kerlap-kerlip. Ronin kemudian berusaha mati-matian untuk membuat kelopak mekar pada waktunya, karena kelopak itu adalah bagian terakhir dari Ratu Tara yang harus ia jaga. Cinta Tara dan Ronin ini digambarkan dengan sangat romantis dari dialognya, gerakan tubuh, hingga tatapan mata dan aku paling suka 😉

image

Cinta berikutnya adalah cinta antara MK dan Nod, seorang leaf men yang enerjik tetapi semaunya sendiri. Kehadiran MK membuat kehidupan Nod menjadi lebih berwarna. Tanpa mereka sadari, cinta tumbuh begitu saja seiring kebersamaan mereka melalui berbagai rintangan untuk menyelamatkan kelopak. Cinta yang memilih akan tertambat di hati siapa, bahkan dengan cara yang mungkin tidak terduga sebelumnya. Jiwa muda mereka mengatakan tidak, tetapi hati mereka pun tunduk di bawah naungan cinta, ketika duduk berdua di tanduk rusa. Terutama juga ketika MK telah berhasil membuat kelopaknya mekar dan ia mendapatkan dirinya kembali seperti ukuran semula.

image

Cinta tak hanya hadir dalam pribadi-pribadi yang baik dan lembut, cinta juga dimiliki oleh sosok jahat dan keras seperti Mandrake, pemimpin para boggans di Warthwood. Cinta tak pandang siapa, ketika ia ingin hadir di hati seseorang, ya hadir saja. Bahkan di hati seorang yang jahat sekalipun, tetap ada secercah cinta. Seperti Mandrake, masih tersisa satu ruang di hatinya untuk cinta. Yah, cinta Mandrake pada anaknya, Dagda, yang tak lain adalah jenderalnya sendiri yang terbunuh oleh panah Ronin ketika menyelamatkan Ratu Tara dari sergapan boggans. Mandrake sangat terpukul dan patah hati. Sayangnya, cinta Mandrake justru berubah menjadi hasrat yang besar untuk balas dendam dan menghancurkan hutan.

image

Cinta dalam wujud persahabatan juga hadir dalam film ini. Persahabatan antara 2 siput (aku menyebutnya bekicot) Mub dan Grubb yang sangat erat membuat mereka saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Cinta dalam persahabatan adalah cinta yang lahir dengan tulus dan tanpa syarat. Sehingga mampu menghadapi berbagai rintangan yang harus mereka lalui untuk membantu MK dan Nod menyelamatkan kelopak kehidupan dan mengantarkannya ke Moonhaven.

image

Cinta hadir pula dalam bingkai persaudaraan. Ronin yang memegang janji pada sahabatnya untuk menjaga anaknya yang tak lain adalah Nod. Cinta membuat semuanya saling terhubung dan merasa menjadi bagian yang tak terpisahkan satu sama lain. Nod adalah seorang leaf men, begitu juga dengan Ronin dan Ayah Nod. Beberapa kali Ronin menyelamatkan Nod yang selalu semaunya sendiri. Mendidik Nod agar menjadi leaf men sejati seperti pesan sahabatnya, ayah Nod. Ronin dengan wataknya yang kaku berusaha menjaga dan mencintai Nod seperti menjaga anaknya sendiri.

image

Cinta tergambar pula dalam hubungan MK dan ayahnya. MK yang awalnya menganggap ayahnya aneh mulai merasakan cinta pada ayahnya setelah MK berubah menjadi kecil. Cinta itu mendengar, memahami, dan mengerti satu sama lain. Terlihat pula ketika MK mengecup kening ayahnya saat ayahnya pingsan melihat MK berubah menjadi kecil. Bahkan dengan bantuan ayahnya pula lah, MK bisa menyelamatkan kelopak yang hampir mekar dalam kegelapan karena bulan purnama terhalang oleh pasukan boggans dan MK pun akhirnya kembali menjadi manusia normal.

image

Cinta terakhir yang tergambar dalam film ini adalah cinta pada hutan dan ekosistemnya yang merupakan bagian dari keseimbangan alam. Pesan untuk cinta terhadap hutan tergambar dengan jelas. Ratu Tara yang begitu mencintai rakyatnya, begitu juga sebaliknya. Mereka adalah bagian dari hutan yang terhubung satu sama lain. Cinta berarti menjaga apa yang diyakini sebagai milik bersama. Berusaha untuk menjaga kelangsungan hidup melalui kelopak penerusnya agar hutan tetap hijau dan keseimbangan terjaga. Hutan adalah rumah untuk berbagai jenis makhluk hidup. Atau mungkin benar ada kehidupan makhluk-makhluk kecil nan menakjubkan di dalam hutan yang tidak kita ketahui. Apapun itu, hutan adalah bagian penting dalam kehidupan.

image

Yah, itulah deretan pesan cinta yang terbungkus indah dalam film “Epic” yang juga telah berhasil membuatku jatuh cinta. Sesaat kemudian, aku pun tersadar, ternyata aku tidak sedang duduk di ranting pohon di Moonhaven, seperti bayanganku tadi. Aku hanya sedang duduk di kursi ruang tamu dan Aisyah sedang asyik bermain di depanku.

Akupun melanjutkan kembali tulisanku di dunia nyata. Tulisan ini bukan resensi apalagi promosi, karena sudah telat, jauuh 🙂 Tulisan ini ada karena aku tidak sanggup lagi menampung luapan cinta yang aku rasakan setelah menonton film ini. Mungkin ini terlalu berlebihan, tapi biarlah. Aku hanya ingin berbagi dengan siapa saja, bahwa love atau cinta, bisa datang pada siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan dalam bentuk apapun juga.

Demikian, semoga bermanfaat.

With love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

10 pemikiran pada “Pesan Cinta dari “EPIC”

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s