Bunda Aisykha: Tips Mengelola Limbah Rumah Tangga

Dear all,

Sebagai seorang ibu rumah tangga, setiap hari aku harus berkutat dengan berbagai urusan rumah tangga. Mulai dari urusan anak, dapur, keuangan, kebersihan rumah, dan lainnya. Terkadang aku harus berfikir keras agar semuanya berjalan dengan seimbang. Termasuk seimbang dengan lingkungan tentunya. Untuk itu, aku akan berbagi tipsku dalam mengelola limbah rumah tangga agar lebih bersahabat dengan lingkungan.

1. Ganti pospak dengan clodi
Awalnya mengganti pospak dengan clodi (cloth diaper/popok kain) hanya untuk menghemat anggaran belanja karena clodi dapat dicuci dan dipakai kembali. Akan tetapi, mengganti pospak dengan clodi juga dapat meminimalkan sampah pospak yang konon tidak dapat terurai. Sampahnya bisa mencapai 35 pospak untuk tiap anak dalam tiap minggu. Bayangkan kalau dikalikan dengan jumlah pemakai pospak di negara ini. Berapa banyak sampah pospaknya? πŸ˜‰
image

2. Gunakan Menspad
Menggunakan menspad juga prinsipnya sama dengan berpindah ke clodi. Aku membelinya bersamaan dengan clodi untuk Aisyah. Menspad dapat dicuci ulang sehingga dapat meminimalkan sampah pembalut yang juga sulit terurai. Selain dapat menghemat anggaran belanja, menspad yang dicuci dengan benar insyaAllah lebih sehat karena berbahan dasar kain.

3. Gunakan gelas dan piring yang dapat dicuci.
Minuman gelas, wadah plastik, maupun stayrofoam kini menjadi primadona dengan alasan kepraktisan. Selesai, buang. Akan tetapi, sampah plastik maupun stayrofoam ini justru akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan.

Untuk menyiasatinya, sampah minuman gelas dapat disulap menjadi hiasan tirai bunga. Caranya lihat di sini, ya.

Selain itu, agar lebih bersahabat dengan lingkungan, setiap ada acara di rumah, aku menyajikan makanan atau minuman menggunakan gelas atau piring yang dapat dicuci. Jika harus ada yang di bawa pulang, aku memilih kotak atau tas dari bahan kardus.
image

4. Memanfaatkan sisa teh.
Setiap pagi aku selalu menyediakan teh. Teh aku buat tanpa gula. Biasanya gula ditambahkan sendiri sesuai selera. Akan tetapi, teh yang aku buat di pagi hari ini tidak selalu habis. Air teh dan kantong tehnya aku diamkan hingga malam hari atau esok paginya lagi. Teh ini biasa disebut teh wayu. Sudah tidak laik minum tetapi dapat dimanfaatkan untuk wajah dan mata.

Caranya, ambil kapas kemudian masukkan dalam air teh. Tiriskan sedikit lalu tempelkan pada wajah yang sudah dibersihkan. Diamkan selama kurang lebih 15 menit dan lakukan 2x seminggu. Resep dari mamaku ini aku gunakan untuk menetralkan wajah yang terpapar sinar matahari, mencerahkan wajah, atau untuk sekedar relaksasi. Sedangkan, kantong teh yang juga sudah di-wayu-kan dapat digunakan saat mata terasa lelah atau relaksasi mata.

5. Manfaatkan kulit bawang dan telur.
Tips ini baru saja aku dapatkan dari majalah Bintang Home, edisi 265/Minggu pertama November 2013. Tips ini memudahkan aku untuk memanfaatkan limbah kulit bawang dan telur yang hampir setiap hari ada di dapurku tetapi hanya terbuang sia-sia.

Kulit bawang (merah maupun putih) dan telur ternyata dapat bermanfaat untuk tumbuhan. Kulit bawang dapat menyuburkan tanaman. Caranya, rendam kulit bawang dalam air dan diamkan semalaman. Paginya, siramkan rendaman kulit bawang ini pada tanaman. Lakukan secara rutin pada tanaman. Sedangkan, kulit telur dapat menguatkan tangkai tanaman. Caranya, bersihkan cangkang dari putih telur, keringkan, kemudian haluskan. Taburkan pada tanaman minimal sebulan sekali.

Nah, mudah bukan? Demikian, semoga bermanfaat.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away Launching Buku Rumah Bersih Alami yang diadakan oleh Limbah Rumah Bersih.”
image Alhamdulillah tulisan ini berhasil menjadi pemenangnya.

With love,
Bunda Aisykha

Iklan

21 pemikiran pada “Bunda Aisykha: Tips Mengelola Limbah Rumah Tangga

  1. lrbersih

    Wow, sy baru tahu limbah kulit bawang dan telur bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman. Saya coba nanti ;). Terimakasih.
    Itu tas kertas kardusnya bagus. Siip!

  2. Mbak…Menspad dan juga Pokspad itu kaya apa sih?
    Kasih fotonya dunk, beneran saya gak pernah tahu…trus nyucinya apa gak susah? Kan itu noda termasuk golongan susah di cuci.
    Saya setuju lho dengan tips-tips mbak ini, saya juga lagi mengupayakan mencuci pakai tangan agar hemat listrik dan juga air karena air bersih di Bali agak mahal.

    1. Pospak tu popok sekali pakai mba,,diapers bwt bayi yg dijual di supermarket2 itu mba,,Menspad tu sama kyk pembalut biasa bentuknya cuman bahannya kyk clodi,,he he menspad aku udh keseringan dipakai jd emang ngga aku fotoin,,itu ada foto clodinya,,bahannya sama persis,,nyucinya jg biasa kok,,cuman aku pakai deterjen khusus clodi yg jg lbh ramah lingkungan,,kalo nodanya agak susah ilang direndam pakai air anget mba,,atau dicucinya diair yg mengalir,,nnti ilang ndiri kok,,di inet banyak kok mba,,

  3. Ping-balik: Pemenang Give Away Launching Buku Rumah Bersih Alami | Limbah Rumah Bersih

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s