Bunda Aisykha: Anak dan Perkembangan Teknologi

Dear All,

Membaca sebuah tabloid wanita beberapa hari yang lalu, dimana pada beberapa kolomnya membahas tentang anak kaitannya dengan perkembangan teknologi. Selain itu, kecenderungan orang tua yang sibuk dan terbatasnya area bermain dapat berakibat menurunnya kreativitas sang anak. Minimnya waktu anak untuk bereksplorasi dengan lingkungan juga berpotensi membentuk anak menjadi statis.

Masih dalam tabloid tersebut juga dikemukakan bahwa perkembangan teknologi tak selamanya berdampak positif terhadap kreativitas anak. Teknologi identik dengan kemudahan yang instan. Hal-hal yang didapat secara instan ternyata membuat anak cenderung pasif.

Heeemmm, I definitely agree about that, buuut,,i think,,,

Teknologi juga tak selamanya berdampak negatif, jika kita, orang tua, memberikannya dalam porsi yang tepat. Mengikuti perkembangan teknologi juga perlu, sebatas mengenalkan, bukan membiasakan. Ada waktu bergadget, ada waktu bermain, ada waktu belajar, bersosialisasi, dan bercengkrama dengan keluarga. Sesuai dengan perkembangan usia anak juga.
image

Aku termasuk orang tua yang mengenalkan beberapa permainan edukatif di gadget pada Aisyah. Aku juga sudah pernah menulisnya di sini. Dengan berbagai syarat dan ketentuan berlaku tentunya. Misalnya, kapan Aisyah bisa bermain dengan gadget, kapan Aisyah bermain dengan mainannya, apa yang Aisyah mainkan di gadget, berapa lama waktunya, dan aku juga dapat menolak permintaan Aisyah untuk bermain dengan gadget. Kita, orang tua lah yang memegang kendali atas gadget tersebut, bukan anak.

Menurutku, anak juga berhak mengikuti perkembangan teknologi. Tentu hanya sebatas mengenalkan yaa, bukan membuatnya jadi ketergantungan. Mau tidak mau perkembangan teknologi ini harus diikuti atau kita akan tertinggal dengan yang lain. Membutakan anak dari kemajuan teknologi sama juga dengan menjauhkannya dari kenyataan.

Bagian terpentingnya adalah peran kita sebagai orang tua untuk mendampingi dan mengawasi persahabatan anak dengan teknologi. Pembagian waktu dan porsi yang tepat, menurutku adalah kunci agar anak tetap pada jalur yang benar. Seperti yang dikemukakan juga dalam tabloid. Anak bukanlah seorang dewasa dalam bentuk kecil. Seorang anak harus dilihat sebagai anak.

Aku setuju sekali. Karena itu, kreativitas kita sebagai orang tua diperlukan dalam hal ini. Pembagian waktu yang proporsional, menurutku dapat membuat anak menjadi lebih kreatif. Anak tetap hidup di dunianya, tetapi anak juga melek teknologi. Semua berjalan dengan seimbang tanpa mengecilkan satu sama lain.

Ini hanyalah sebuah pemikiran sederhana dariku. Sudut pandang dari seorang Bunda yang seringnya merasa kurang tepat telah mengenalkan teknologi pada anaknya. Meskipun begitu, menurutku, kurang bijak juga apabila kemudian kita menjauhkan anak dari teknologi, sedangkan kita setiap hari bergelut dengan teknologi, gadget dan lainnya. Mungkin akan lebih bijak apabila kita bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kreativitas, kecerdasan, maupun imajinasi pada anak.

Kenalkan teknologi dengan bijak. Bagi waktu secara proporsional, seimbangkan dengan aktivitas bermain anak, dan sempatkan untuk mendampingi anak saat bergadget maupun saat bereksplorasi dengan lingkungan. InsyaAllah, dapat mengoptimalkan kreativitas anak sekaligus meminimalkan pengaruh negatif perkembangan teknologi terhadap anak.

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

17 pemikiran pada “Bunda Aisykha: Anak dan Perkembangan Teknologi

      1. jadi pilih waktu dan tempat yang tepat yah. dan ngasih tahu yga benar manfaat dari gadget biar nggak berlebihan dan malah nggak mau bermain dan bergerak si anaknya

  1. Setuju, gadget itu benda mati jd tergantung penggunanya aja, mo di bikin positif bisa negatif jg bisa. Aku jg instal byk edugames utk nadia tp ttp ada jam nya n ga jor2an, main nya jg ambil diawasi πŸ™‚

  2. Saya sih tidak perlu ‘mengajarkan’ gadget, karena itu sudah masuk ke keseharian anak-anak. Tapi, aku tidak boleh lupa untuk membiarkan anak belajar berkebun, beternak, survive di alam, mandiri beberes rumah, dsb πŸ˜€

  3. Arifah Abdul Majid

    Setuju bun ^^ rasanya memang ga bijak kalo kita melarang anak menggunakan gadget *sementara kita sendiri addict*. Yang penting kita punya kontrol terhadap anak dalam menggunakan gadget tsb.

  4. Ping-balik: Dukung “Friendly Gadget” untuk Anak – Tita Kurniawan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s