Bunda Aisykha: Akhirnya Ada Juga

Dear All,

Kotaku adalah sebuah kota kecil di garis pantura yang terus berkembang. Industri rokok skala besar hingga rumahan tumbuh pesat. Masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai buruh pabrik dengan pendapatan per bulan paling rendah hampir menyentuh 6 digit. Belum lagi buruh dari pabrik elektronik dan pabrik kertas yang juga mendominasi di kotaku.

Tagline kota yang ramah investasi pun makin menambah daya tarik investor. Tak heran bila akhirnya mall-mall besar melirik kotaku untuk investasi. Restoran waralaba juga mulai menjamur. Ruko dan rukan tumbuh subur. Terakhir, toko buku besar membuka perwakilannya di salah satu mall. Sehingga, tak perlu lagi ke ibu kota provinsi untuk mendapatkan buku-buku bagus dan terbaru.

Ketika aku sedang berjalan-jalan di salah satu mall kemarin sore. Tak sengaja aku menemukan apa yang selama ini aku nanti-nantikan. Dulu sudah pernah ada di mall dan tempat yang sama, tetapi akhirnya ditutup karena kurang diminati. Yah, sebuah bioskop kini hadir lagi di kotaku.
image

Terakhir aku menonton film Ada Apa dengan Cinta bersama teman-teman saat aku kelas 2 SMA, kurang lebih tahun 2002, lupa pastinya. Kini, di tahun 2013 sebuah bioskop hadir kembali di kotaku dengan membawa film-film baru tentunya.
image

NEW STAR CINEPLEX kini menjadi pendatang baru di kotaku. Menempati gedung lama yang telah disulap menjadi gedung bioskop yang menawan dan cukup membuat pengunjung nyaman. Pelayanannya ramah, bahasanya santun, senyum mengembang, seperti layaknya bioskop di ibu kota provinsi.
image

Fasilitasnya juga cukup lengkap. Mulai kursi untuk menunggu, gerai snack, security, loker barang, meja tiket dengan jadwal dan harga tiket yang ditampikan di LCD, hingga toilet yang baru dan bersih. Hanya saja, meja tiket memang baru satu yang dibuka. Mungkin untuk penjajakan awal saja, seberapa besar animo masyarakat terhadap bioskop baru ini. Selain itu, toilet wanita yang hanya 2 ruang, mungkin akan membuat pengunjung mengantri cukup lama ketika bioskop mulai ramai pengunjung.

Bioskop ini memang belum resmi grand opening. Soft openingnya baru mulai tanggal 10 Desember yang lalu. Grand openingnya rencananya baru akan dilakukan Januari nanti. Bioskop ini memiliki 3 buah studio, namun baru 2 studio yang dioperasikan. Dengan harga tiket yang cukup bersahabat di kantong, yaitu 25.000 rupiah dan jadwal pemutaran sampai 5x sehari, bioskop ini dapat menjadi alternatif hiburan yang menarik, terutama untukku. Terlebih lagi bila filmnya selalu up to date, lumayan untuk belajar mereview film πŸ˜‰

Ada 2 film yang dapat kami pilih, 99 Cahaya di Langit Eropa dan Soekarno. Tetapi aku sedang bersama suami dan Aisyah. Aku juga tahu pasti sberapa besar rasa nasionalisme yang menggenang di dadanya. Ditambah lagi, waktu untuk menonton 99 Cahaya telah lewat ketika kami sampai di situ. Akhirnya, kamipun memutuskan untuk menonton film Soekarno.
image

Setelah membeli tiket, kami bertiga, aku, suami, dan Aisyah pun masuk ke Studio 2. Pada tiket tertulis Studio 3, tetapi kami diminta masuk ke Studio 2. Mungkin karena memang baru soft opening, jadi belum sesuai. Tak apalah.

Ini adalah pertama kalinya Aisyah menonton di bioskop. Bukannya kami sengaja mengajak Aisyah untuk nonton, ya. Tetapi karena bioskop ini kami temukan secara tidak sengaja ketika sedang berbelanja, kamipun memutuskan untuk langsung mencoba nonton. Segala macam sugesti positif pun aku masukkan pada Aisyah, agar Aisyah nyaman nantinya.
image

Kamipun masuk. Studionya bersih, sofanya pun cukup nyaman. Hanya saja, pendinginnya terlalu menusuk. Baru sebentar saja kaki sudah seperti membeku. Atau mungkin karena penontonnya tidak terlalu penuh jadi pendinginnya sangat menggigit atau bisa juga karena masih baru jadi masih full servis πŸ™‚

Setelah menanti beberapa menit dengan ditemani beberapa iklan, film pun dimulai. Sebuah prolog yang menyentuh sisi nasionalisme penonton mengawali pemutaran film ini. Bendera merah putih memenuhi seluruh layar dan sesaat kemudian berkumandanglah lagu kebangsaan Indonesia. Selanjutnya, tentang film Soekarno, to be continue yaa πŸ˜‰

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

12 pemikiran pada “Bunda Aisykha: Akhirnya Ada Juga

  1. Ping-balik: Bunda Aisykha: Tentang “Soekarno” | Bunda Aisykha

      1. sekarang mah nggak ada kali. itu dulu mbak, waktu saya masih SD

        setelah bekerja, tahun 2001 sampe sekarang mungkin saya ke bioskop nggak sampe lima kali

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s