Bunda Aisykha: Balasan Berbuat Baik

Dear All,

Kebiasaan mendongeng untuk Aisyah memberi pengaruh baik terhadap daya tangkap dan imajinasinya. Sama seperti yang pernah diungkapkan mak Sary dalam postingannya. Setiap kali mendengarkan dongeng, Aisyah sering bertanya, tentang ini, tentang itu. Aisyah juga sampai hafal, hewan apa saja tokohnya, padahal dongeng yang aku ceritakan berganti-ganti.

Hingga pada suatu malam, Aisyah melihat salah satu acara di stasiun TV yang membahas tentang tupai. Aisyah pun kemudian spontan mengatakan
“Bunda, pupai (tupai) belum pelnah ceyita, kan? Dhek Icha mau ceyita pupai, Bund. Mau pupai.”
Alhasil, mengaranglah aku cerita tentang tupai malam itu. Kebetulan juga, aku memang tidak punya stok dongeng yang tokohnya tupai. Setelah mengarang-mengarang, kemudian aku sempurnakan, meskipun masih jauh dari sempurna, jadilah dongeng ini.

Balasan Berbuat Baik

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah seekor tupai bernama Pupai. Pupai hidup seorang diri di sebuah pohon besar nan rindang. Setiap hari Pupai mencari makan di sekitar tempatnya tinggal. Ia berjalan kaki dengan penuh semangat.

image
Pupai

Tetapi, ia juga harus berhati-hati. Sebab, ada Ringgo, seekor ular yang selalu ingin memangsa binatang-binatang kecil untuk memenuhi rasa laparnya. Ringgo bisa di mana saja, di semak-semak, di atas pohon, atau di tepi sungai.

Pada suatu hari, Pupai sedang mencari makan di sekitar pohon besar. Tiba-tiba ia mendengar suara cicitan anak burung dari atas pohon.
Cit..cit..cit..
Darimana suara itu?” pikir Pupai bingung.
Cit..cit..cit..” suara itu terdengar makin keras.
Pupai pun segera mencari asal suara, karena cicitan anak burung semakin keras.
image

Pupai pun memanjat ke atas pohon besar, karena dari sanalah suara anak burung berasal. Setelah sampai di salah satu ranting, ia melihat ekor panjang terjulur. Yah, itu adalah si Ringgo yang hendak memakan  anak burung elang di sarang yang sedang ditinggal induknya mencari makan. Pupai pun gemetar, ia takut pada Ringgo. Di sisi lain, Pupai harus menolong anak-anak burung elang itu.

Pupai berpikir sejenak. Sejenak kemudian ia pun mendapat ide. Pupai segera memanjat ke ranting yang lebih tinggi. Setelah mendapat posisi yang tepat, ia segera bersiap. Dadanya menghadap ke pohon dan ekornya dibiarkan membesar. Pupai pun segera meluncur tepat di atas kepala Ringgo. Melihat ekor tupai yang lebat mengenai mukanya, Ringgo pun terkejut dan kemudian jatuh ke tanah. Ringgo merasa kesakitan kemudian berlalu pergi.

Selamatlah si anak elang. Mereka pun gembira bukan kepalang.
Trimakasih, Pupai, trimakasih, cit, cit, cit,,
Iyaa, sama-sama,” jawab Pupai.
Sekejap kemudian Sang induk elang pun datang dengan wajahnya yang garang. Pupai yang melihatnya pun segera berlari menuruni pohon.
Ada perlu apa tupai itu di sini?” tanya induk elang pada anak-anaknya.

Anak-anak elang pun segera menceritakan keberanian tupai menyelamatkan mereka dari Ringgo. Induk elang pun mengerti dan segera memberikan makanan yang ia bawa untuk anak-anaknya.

Ringgo memendam dendam pada Pupai. Sambil menunggu waktu yang tepat, Ringgo pun mencari cara untuk membalas Pupai. Tak lama, dilihatlah Pupai sedang berjalan pulang ke rumahnya, Ringgo pun mengejutkan si Pupai.

image
Ringgo

Hei, Pupai, jadi pahlawan kau, ya?” kata Ringgo.
Pupai pun bergetar, ia ketakutan.
Karna aku tak dapat anak-anak elang itu, maka kaulah gantinya!” kata Ringgo mengancam Pupai sambil mengitarinya.
Pupai pun mencari akal agar bisa melarikan diri. Saat Ringgo sedang menoleh ke belakang, Pupai pun mencoba berlari.

Ringgo yang melihat Pupai berlari pun segera mengejarnya.
Kau tak akan selamat Pupai. Larilah sampai kau lelah. Aku akan lebih mudah memakanmu!” sombong Ringgo sambil terus mengejar Pupai. Pupai pun terus berlari, ia berdoa agar dapat menyelamatkan diri. Saat itulah, dari arah belakang terdengar sesuatu seperti sedang menukik.

Pupai menoleh ke belakang dan melihat seekor elang sedang menukik sambil menyiapkan cakar kekarnya.
Srooooottt” cakar elang mencengkeram erat tubuh Ringgo.
Tolong,,tolong,,tolong,,” teriak Ringgo makin menjauh, terbang bersama sang elang.

Pupai pun berhenti berlari. Pupai mengenali elang itu. Itu adalah induk elang, yang anak-anaknya diselamatkan Pupai tadi. Sekarang, induk elang lah yang menyelamatkan Pupai dari kejaran Ringgo. Yah, itulah balasan untuk Pupai yang telah menyelamatkan anak-anak elang. Balasan karena telah melakukan kebaikan tanpa pamrih.

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

16 pemikiran pada “Bunda Aisykha: Balasan Berbuat Baik

  1. Selamat untuk Pupai yang berhasil diselamatkan Induk Elang ^_^!

    Jadi iinget waktu SD saya dan teman suka bergantian improv bercerita. Ceritanya sesuatu yang kami kreasikan sendiri, tanpa membaca sebelumnya. Semuanya muncul on-the-spot. Latihan ini kebawa sampai SMA dan kuliah. Saya gak pernah menganggap kemampuan itu istimewa, sampai suami (calon) waktu itu sering minta di-dongengi.

    Bunda Aisykha juga, ya :). (y) (y) (y)

    Nanti Aisyah ikutan nambah-nambahin dongengnya bunda, ya.. πŸ˜€

    1. He he,,betul bgt mba hanna,,kdg2 malah ngga sesuai ma bukunya krn aisyah kdg bnyk maunya,,ato klo endingnya sama,,aisyahnsuka blg “kn udh pelnah bund,,” aduuuh jd mikir lg biar ngga sama,,suka improv ngawur jg yg pnting msh dapet pesan moralnya,,makasih mak hanna πŸ™‚

      1. He he,,aisyah kalo didongengin tokohnya manusia suka protes,,ngga fokus,,ngga seperti klo didongengin fabel2 gt,,ngga tau jg knpa,,tp ttg nabi Sulaiman aku blm pernah kyknya πŸ™‚

  2. Ceritanya bagus…Pupai ya..klo Faiz belum pernah aku kasih tahu bentuk tupai, tapi ketika ada tupai di tivi, dia sebut itu tupai, tahu dari mana? tahu dari abi di tabletnya abi, ada game tupai..haiyaaah

    1. He he,,iya,,aisyah blm bisa bilang t,,jd nyebutnya pupai,,ngga mau dikasih nama lain,,awalnya aku jg ngga kepikir mba,,aisyah jg taunya dr tivi,,mungkin krn bentuknya lucu yaa,,makasih dh mampir ya mba πŸ™‚

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s