Bunda Aisykha: Bunda, Ibu?

Dear All,

22 Desember adalah hari Ibu. Yah, setiap hari Ibu, yang terfikir olehku selalu Mamaku. Aku ingat sekali, peringatan hari Ibu tahun lalu, aku hanya memberikan sehelai kerudung instan untuk Mama. Ah, apalah artinya itu dibanding semua pengorbanan Mamaku.

Sebenarnya aku tak pernah siap menulis segala sesuatu tentang ibu. Ngeblog bareng bertemakan Ibu pun tak sanggup aku ikuti. Menulis tentang ibu, berarti menulis tentang Mamaku. Aku tak pernah punya cukup nyali untuk menulisnya. Bukan karena apa-apa. Hanya tak sanggup menahan air mata yang pasti akan mengalir deras ketika aku menulisnya.

Mama, punya banyak arti untukku. Tak ada kata yang cukup mewakili betapa aku sangat ingin berterimakasih pada mama. Betapa aku sangat mecintai dan menyayangi mama. Dan betapa aku sangat ingin membahagiakan mama.

Mama yang membuat aku ada. Mama yang susah payah membesarkan aku. Mengajari aku banyak hal. Mama yang mengantarkan aku sampai pada hari dimana aku juga merasakan menjadi Ibu. I love you, Mamaku.

Peringatan hari Ibu tahun ini aku belum tau akan memberi hadiah apa pada Mamaku. Sebelum aku sempat memikirkannya, aku sudah mendapat kejutan kecil dari putriku yang menjadikan Hari Ibu tahun ini menjadi peringatan hari Ibu pertamaku. Bukan karena tahun ini aku baru menjadi ibu, tetapi karena pertanyaan ringan putriku yang membuat aku sangat terharu.

Dua hari lalu, tepatnya hari Jumat, ketika Aisyah bebiku sampai di rumah setelah pulang sekolah. Seperti biasanya, Aisyah langsung membongkar isi tasnya. Begini katanya:

Dhek Icha dapat roti kok, bund.”
“O ya, roti apa, nak?”
“Kata bunda gulu, roti ibu,”
“Yaa..??” (bingung)
Kata bunda gulu, roti buat ibu kok, bunda ibu, kan?”
“…….” Aku ambil rotinya. Aku baca pesannya dan aku meleleh, air mataku mengalir, kupeluk lah bebi kecilku itu.
image

Aisyah ku yang polos belum begitu paham kalau mama, bunda, atau ibu adalah kata yang artinya sama. Aisyah juga tak bilang selamat, memang, karena aku tau diapun belum paham itu. Tapi, aku sangat bahagia. Bahagia, karena pertanyaan Aisyah, “Bunda, ibu?

Pertanyaan itu membuatku berpikir. Dengan segala kekuranganku, segala keterbatasanku, iya, aku ini ibu, nak.

Ibu yang akan selalu belajar menjadi lebih baik. Ibu yang terus berusaha menjadi lebih bijaksana. Ibu yang terus berusaha memperbaiki diri agar dapat menjadi Ibu yang terbaik untukmu, Aisyah.

Iya, bunda ini Ibu. Ibu yang akan selalu berusaha menyelami isi hatimu. Ibu yang akan terus berusaha mengerti semua maumu. Ibu yang terus mencoba menjadi orang tua, kakak, ataupun sahabat bagimu, bebi kecilku.

Aisyah, kamu lah yang membuat Bunda menjadi spesial. Kamu jugalah yang membuat Bunda menjadi bagian dari peringatan ini, peringatan hari Ibu.

Ini adalah kebahagiaanku yang ingin aku bagikan pada semua Ibu dimana pun berada. Anak lah yang membuat kita menjadi seorang Ibu dan merasakan kehormatan menjadi bagian dari peringatan hari ini.

Selamat Hari Ibu untuk seluruh Ibu dimanapun berada. Sayangi anak-anak kita. Sayangi keluarga kita. Semoga kenikmatan dan kehormatan ini menjadi cambuk bagi kita agar selalu berusaha menjadi Ibu yang terbaik bagi buah hati dan keluarga kita. Amin.

Demikian, semoga bermanfaat.

*Terima kasih untuk Bunda Guru Aisyah di Play Grup At Tazkya. Selamat Hari Ibu.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

32 pemikiran pada “Bunda Aisykha: Bunda, Ibu?

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s