Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Kaligung Mas

Dear All,

Sebelumnya aku Berburu Tiket kereta, kemudian tiket sudah di genggaman, sekarang saatnya eksekusi, berangkat ke Pekalongan naik Kaligung Mas. Sesuai kesepakatan dengan Mizwar dan istrinya dari Demak, kami akan bertemu langsung di Stasiun Poncol Semarang. Aku dan keluarga kecilku berangkat ke Semarang dengan bus, sedangkan Mizwar memilih bersepeda motor saja ke Semarang.

Aku berangkat jam 06.00 dari Kudus, dengan bus andalan kota kami, Nusantara. Kudus-Semarang dapat ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan dengan tarif tujuh ribu saja per orang. Setelah itu, kami memilih turun di jalan baru, tempat mangkal taksi sebelum terminal Terboyo Semarang. Kami memang sengaja tidak turun di Terminal Terboyo karena males dengan keruwetannya.

Dari daerah yang biasa disebut jalan baru itu, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Poncol dengan taksi. Tarifnya tidak lebih dari 25.000 rupiah dengan argo dan hanya ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit kalau lancar. Agak sedikit macet ketika sampai di kawasan perlintasan kereta karena jalannya memang sedang diperbaiki.

Kami sampai di Poncol sekitar pukul 8 kurang. Waktu kami sampai, antrian tiket baru beberapa orang. Sambil menunggu Mizwar dan istrinya, aku pun segera meminta Abi mengantri untuk membeli tiket bayi infant untuk Aisyah yang memang terlewatkan (baca postingan Berburu Tiket). Untuk mendapatkan tiket bayi saja, Abi harus mengantri kurang lebih 20 menit. Wow!! Itu tadi gara-gara ada pembeli tiket yang belum paham tata cara memesan tiket. Yang harusnya bisa cepat malah jadi ruwet.
image

Setelah mendapat tiket untuk Aisyah, kami membeli beberapa bekal di counter roti di area luar stasiun. Kamipun segera masuk karena jam sudah menunjukkan pukul 8 lebih. Tiket yang kami beli untuk keberangkatan pukul 08.55. Mizwar dan istrinya pun menyusul kemudian. Untuk pertama kalinya setelah 6 tahun, aku bertemu dengan teman lamaku, Mizwarudin dari Demak.

Kereta Kaligung Mas datang tepat waktu. Aku belum pernah naik kereta ini sebelumnya. Tapi beberapa waktu lalu aku membaca dan melihat foto-foto terkait kereta ini dari postingan Mba Uniek dalam perjalanannya ke Tegal. Dari situlah aku mendapat gambaran akan seperti apa nantinya di kereta. Suwun ya Mba Uniek.

Kamipun segera masuk dan mencari tempat duduk kami. Tepat pukul 08.55, Kaligung Mas Semarang Poncol-Pekalongan pun melaju. Keretanya cukup bersih. AC nya juga terasa semriwing. Menurutku, untuk kelas ekonomi, kereta ini kategorinya layak lah.
image

Kami sangat menikmati menumpang kereta yang melaju dengan kecepatan sedang ini. Dari dalam kereta ini, kami sangat menikmati pemandangan yang disuguhkan alam di sepanjang perjalanan. Inilah beberapa foto pemandangan yang kami abadikan dari dalam Kaligung Mas, Semarang Poncol-Pekalongan.
image

image

Sambil menangkap pemandangan di sepanjang perjalanan, akupun menyempatkan diri menulis status di BBM for Android. Begini bunyi statusku:
Bismillah,,On The Way Pekalongan,,jess e jess e jess

Aku pikir tidak akan ada yang peduli dengan statusku itu karena temanku di BBM for Android saja tidak lebih dari 30 orang dan kebanyakan teman-teman lama dan toko on line,,he he teuteup!! Kurang lebih 15 menit perjalanan, masuk lah pesan BBM dari teman kampusku 6 tahun lalu, Mba Dian Pus, biasa aku panggil Mba Arie. Ternyata Mba Arie ada di kereta yang sama yang aku tumpangi. Hanya saja, gerbong kami terpisah jauh. Aku di gerbong 8, Mba Arie di gerbong 3 kalau tidak salah.

Wah, 6 tahun tidak pernah bertemu, menjadikan momen tersebut menjadi momen yang sangat berharga bagiku. Setelah beberapa kali berbalas pesan, kamipun sepakat untuk bertemu sebentar, nanti begitu kereta sampai di Pekalongan. Meskipun hanya akan punya waktu beberapa menit, sebelum akhirnya berpisah kembali karena kami berbeda tujuan, tetap saja akan menjadi momen yang sangat berharga.

Tema liburanku Tour de Reunian kali ini akan benar-benar menjadi momen reuni dengan teman-teman kampus yang dulu pernah mengejar ilmu 4 tahun bersama-sama. Kereta Kaligung Mas ini menjadi berkesan bagiku, karena menumpanginya, mempertemukan aku dengan teman-teman lamaku. Termasuk yang tidak terduga, Mba Arie, yang akan aku temui begitu kereta ini berhenti dan Touched Down in Pekalongan.

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Cerita Sebelumnya:
1. Berburu Tiket

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

19 pemikiran pada “Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Kaligung Mas

  1. menikmati pemandangan di kereta lebih mengasyikkan, tanpa macet dan polusi….
    ke pekalongan naik bis nusantara juga bisa lho….

    hmmm, sayang banged kita ga bs kopdar yaa bund….

  2. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Touched Down, Pekalongan | Bunda Aisykha

  3. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Nasi Megono Mbak Bibah | Bunda Aisykha

  4. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Jetayu | Bunda Aisykha

  5. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Nostalgia dengan Jagung | Bunda Aisykha

  6. Ping-balik: Bunda Aisykha:[Tour de Reunian] Guci-ku Waterboom Air Panas | Bunda Aisykha

  7. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Makan Siang Reunian | Bunda Aisykha

  8. Ping-balik: Bunda Aisykha: Tour de Reunian | Bunda Aisykha

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s