Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Nasi Megono Mbak Bibah

Dear All,

Begitu Touched Down in Pekalongan, kami sudah siap dengan banyak rencana. Bahkan, yang tidak masuk dalam rencana juga terlaksana, ketemu dengan Mba Arie. Setelah beristirahat beberapa waktu, selepas maghrib tujuan utama kami adalah nasi megono dan Jetayu. Sebuah pusat keramaian yang letaknya tidak jauh dari rumah Mba Ima.

Kami akan menikmati malam di Pekalongan dengan angkutan kota, yang dicarter khusus oleh Mba Ima untuk kami. Ceritanya, supir angkutannya masih tetanggaan dengan Mba Ima. Sudah ditelpon dari tadi siang, selepas maghrib akan dicarter untuk jalan-jalan.

Benar saja, setengah tujuh lebih, angkutan kota datang. Kami baru saja selesai sholat maghrib. Tanpa disangka, angkutannya datang dengan beberapa penumpang di dalamnya. Haduuh, dicarter kok malah bawa penumpang, masuk gang sampai depan rumah Mba Ima pula. Emang bikin geleng-geleng kepala ni pak supir. Untung penumpang yang di dalam tidak protes. Kamipun segera masuk angkutan, takut kelamaan bisa diprotes penumpang yang sudah di dalam. E tapi kan kita yang sewa ni angkutan. Haduuuh, ayo lah kemon saja πŸ˜‰

Begitu masuk angkutan, whaatt,,tidak muat!! Ya iya lah, kita ni badannya besar-besar. Haduuh, musti cari akal ini, nggak mungkin kan penumpang yang lain disuruh turun atau salah satu dari kami naik sepeda motor. Bakal nggak asyik nantinya. Padahal yang belum dapat tempat duduk masih 2 orang dan tersisa kursi depan saja. Mau tidak mau, kursi depan diduduki dua orang, Abi dan Hadi, suami Mba Ima. Jadilah, kursi depan diisi tiga orang dengan supir. Sabar ya, Bi, sabaaar, tergantung amal perbuatan ;D

image
Suasana di dalam angkutan kota

Untung saja penumpang yang lain turun beberapa menit kemudian. Tiga penumpang perempuan terakhir turun di sebuah hotel besar di dekat stasiun. Dan akhirnya, angkutan kota ini pun berhasil kami kuasai. Legaa rasanya. Dengan segera, Abi pun melompat dari kursi depan pindah ke kursi belakang. Tidak tahan kakinya kejepit kopling angkutan sedari tadi πŸ˜‰

15 menit perjalanan dari rumah Mba Ima, sampailah kami di kawasan Jetayu. Begitu sampai di Jetayu, kami memang tidak langsung turun. Kami memilih mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi. Tujuan kami tiada lain tiada bukan adalah nasi megono.

Nasi megono terdiri atas nasi putih biasa dan megono. Megono terbuat dari gori atau nangka yang dicacah lembut dan ditambahkan kelapa parut. Hampir seperti urap gori, begitulah versiku. Yah, makanan khas Pekalongan ini jadi salah satu alasanku untuk kembali ke Pekalongan.

Tempat makan yang menyediakan nasi megono yang akan kami tuju juga menyediakan kopi tahlil. Aku mengenalnya sebagai kopi Arab. Kopi dengan aroma rempah yang kuat. Abi suka sekali kopi ini. Tapi sayang, warung yang berada di pinggir jalan tidak jauh dari sebuah gereja besar ini, nasi megononya sudah habis. Yaaah,,batal deh ;(

Kami pun melanjutkan pencarian selanjutnya. Atas rekomendasi Mba Ima kamipun menuju jalan Haji Agus Salim. Tepat di depan masjid, ada sebuah warung makan yang super duper ramai sekali. Parkirnya penuh, sepeda motor maupun mobil. Warung makan Mbak Bibah, namanya.

image
Suasana warung Mbak Bibah di Jalan Haji Agus Salim Pekalongan

Warung ini ramainya bukan main. Aku penasaran, apa yang membuat warung ini begitu ramai. Bahkan, trotoarnya pun sampai digelari tikar untuk tempat makan. Orang-orang makan dalam kelompok-kelompok besar. Sepertinya mereka datang dengan rombongan, sama seperti kami.

Pertama kali menginjakkan kaki di warung Mbak Bibah ini, ada sedikit rasa apa yaaa? Heemm, mungkin karena terlalu ramai atau bagaimana, warung ini jadi agak kotor. Memang seperti ini atau hanya karena hari libur saja warung Mbak Bibah seperti ini penampakannya, aku tidak tau dan juga tidak berniat bertanya pada Mba Ima. Aku hanya makin penasaran, kenapa warung begini bisa seramai ini.

Ah, sudahlah, perut sudah lapar, kamipun segera ke meja pemesanan yang letaknya terpisah dari lesehan tempat kami duduk. Di meja pemesanan, ada banyak sekali pilihan menu. Megono, jelas, ada juga tongseng, ayam goreng, mi goreng, sambal goreng, bacem, macam-macam pilihannya. Aku pun memilih megono, so pasti, udah kangen banget soalnya, dan ayam goreng. Kalau Abi pilihannya, megono, tongseng, dan mi goreng.

image
Nasi Megono

Nasinya banyak, rasanya juga tidak mengecewakan. Mungkin megononya saja yang agak kurang gurih bagiku. Aku tambahkan saja sambal kecap, dan rasanya lumayan enak. Hanya saja, tempatnya begitu ramai, jadi agak kurang nyantai makannya. Di tambah Aisyah yang memang agak kurang bisa menyesuaikan diri dengan tempatnya.

Setelah selesai makan, perut kenyang, waktunya berhitung. Hitung, hitung, hitung, kami hanya perlu membayar 63.000 rupiah. Wow!! Nggak salah hitung kan Mbak? Padahal, kalo dijumlah dengan pak supir angkutannya, kami jadinya makan berdelapan. Makan pakai lauk semua, kalau nggak ayam ya tongseng, tambah minum es teh dan gorengan juga.

Owh, I see,, mungkin ini yang membuat warung makan Mbak Bibah ini ramai sekali. Pertama, nasinya banyak. Kedua, pilihan lauknya beragam. Ketiga, lumayan berasa masakannya. Terakhir, murah meriah sekali.

Nah, alhamdulillah selesai makan, perut kenyang. Kamipun segera menuju destinasi berikutnya. Jetayu dan semua pesona malamnya.

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Tour de Reunian sebelumnya:
1. Berburu Tiket
2. Kaligung Mas
3. Touched Down in Pekalongan

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

19 pemikiran pada “Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Nasi Megono Mbak Bibah

  1. Wah saya belum pernah makan nasi megono nich. Selain di Pekalongan apakah makanan ini juga dijual di Jogya atau Solo dan Semarang Jeng.
    Kalau gudeg sih sudah sering he he he
    Salah satu tipsm jika kita ke restoran atau rumah makan adalah :jangan mengintip dapurnya.

    Terima kasih artijkel kulinernya

    Salam hangat dari Surabaya

  2. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Jetayu | Bunda Aisykha

  3. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Nostalgia dengan Jagung | Bunda Aisykha

  4. Ping-balik: Bunda Aisykha:[Tour de Reunian] Guci-ku Waterboom Air Panas | Bunda Aisykha

  5. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Makan Siang Reunian | Bunda Aisykha

  6. Ping-balik: Bunda Aisykha: Tour de Reunian | Bunda Aisykha

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s