Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Jetayu

Dear All,

Setelah puas makan Nasi Megono Mbak Bibah, kamipun lanjut ke Jetayu. Salah satu dari tiga pusat keramaian di kota Pekalongan. Selain Jetayu, ada 2 pusat keramaian lagi di kota Pekalongan, yaitu Mataram dan Alun-alun Pekalongan. Jetayu adalah yang terdekat dengan rumah Mba Ima. Jetayu sendiri adalah nama jalan di kawasan itu.

Awalnya aku tahu informasi tentang Jetayu dari adikku yang pernah tinggal di Pekalongan untuk beberapa waktu. Gambaran yang aku tangkap tentang Jetayu adalah sebuah tempat bersantai menikmati sore atau malam yang mirip seperti alun-alun kotaku. Bedanya, di Jetayu ada becak cinta, skuter, dan warung-warung kopi.

Sampai di Jetayu, aku melihat sebuah alun-alun yang dikelilingi becak-becak beroda 4 bertabur lampu kerlap-kerlip. Setelah turun, kamipun segera mencari becak yang muat untuk kami bertujuh atau bersembilan malah, kalau Kinar dan Aisyah dihitung.

Tak lama, kamipun ketemu dengan becak yang berukuran cukup besar. Becak berhiaskan lampu warna-warni berbentuk naga. Aku menyebutnya becak naga. Kamipun segera menawar. Tarif sewa becak ini lumayan lah, 75.000 per jam atau 35.000 untuk setengah jam. Tanpa berlama-lama, kami ambil yang setengah jam saja. Pinjam potongan lirik lagunya Bang Iwan Fals, “Tawar-menawar, harga pas, tancap gas!”

image
Tawar menawar, harga pas, tancap gas!

Kami segera mencari posisi yang pas agar seimbang. Maklum, sebagian dari kami bertubuh besar. Karena ada 4 pedal, 2 di depan dan 2 lagi di belakang, yang bertubuh besar lah yang mengayuh. Sekali, dua kali, tiga kali, becak naga pun mulai melaju. Wuiihh, becaknya dilengkapi dengan sound system yang memutar lagu-lagu dangdut keras sekali πŸ˜€

Mengendarai becak naga ini tak semudah bayangan kami ternyata. Apalagi, penumpangnya ada tujuh orang. Mengayuhnya jadi cukup berat dan beberapa kali juga rantainya lepas. Haduuuh, paling kasihan adalah Hadi, suami Mba Ima, yang memegang kemudi sekaligus mengayuh. Tak tega aku melihat keringatnya yang mengucur deras. Tapi Abi juga kasihan, tangannya sampai belepotan karena beberapa kali membetulkan rantai yang lepas ;D

Kejadian paling konyol saat mengendarai becak naga ini adalah ketika becak harus berbelok arah. Aduuuh, repot sekali karena susahnya bukan main berbelok arah dengan becak ini. Beberapa kali becak naga kami melintang di tengah jalan karena susah dibelokkan. Mizwar dan adikku, Ayuk pun sampai susah payah mendorong agar becak ini mau belok arah. Istri Mizwar juga sampai mendorong segala. Paling lucu adalah ketika Hadi panik karena becak melintang di tengah jalan dan tidak mau bergerak. Begitu dikayuh, malah rantainya lepas. Haduuuh, Abi pun segera membetulkan lagi rantainya agar becaknya dapat dikayuh dan minggir ke tepi jalan sebelum pengendara motor marah-marah pada kami πŸ˜€ πŸ˜€

Aku yakin kejadian susah beloknya becak naga malam itu di Jetayu akan selalu jadi kenangan lucu dan paling konyol. Wajah Hadi yang kebingungan, tangan Abi yang belepotan, Mizwar dan istrinya yang ngos-ngosan, dan Ayuk yang gemrobyos keringetan. Kalau aku dan Mba Ima memang hanya duduk saja di becak karena kami sama-sama menggendong anak, Aisyah dan Kinar. Meskipun begitu, kami juga tidak kalah panik dengan yang lain. Berkali-kali kami ngos-ngosan dan kemudian tertawa terbahak-bahak layaknya anak kecil πŸ˜€ πŸ˜€

image
Berpose di becak naga

Kami lelah, sangat lelah, keringat mengucur deras. Kalau tau macam begini rasanya naik becak naga, kami pasti memilih main becak dulu baru makan nasi megono Mbak Bibah. Selesai main becak dengan segala keseruannya, perut kami terasa lapar lagi. Tapi, keseruan lainnya masih menanti. Hanya semalam ini kami di Jetayu, jadi harus dimaksimalkan. Lupakan sejenak rasa lapar dan hausnya, ya πŸ˜‰

Selesai dengan becak, deretan skuter sudah menanti. Dengan tarif sewa 10.000 rupiah untuk tiga kali putaran, siapa saja bebas menaiki skuter. Seperti yang dilakukan Abi dan Hadi yang akan balapan skuter bersama gadisnya masing-masing. Abi dengan Aisyah dan Hadi dengan Kinar. Haduuuh, yang anak-anak yang mana ya ini? Bingung 0:D

image
Cheeeerrrssss,,,,

Sementara Abi dan Hadi balapan, aku dan yang lain memilih berfoto-foto saja dengan skuter lain yang masih parkir. Skuternya boleh dipinjam untuk foto-foto, gratis. Sayangnya, skuter yang dinaiki Abi dan Aisyah lemot. Jalannya pelan sekali. Abi pun sempat protes, tapi kata yang punya bebannya terlalu berat. Haduuh, padahal Hadi lebih besar lho dari Abi, tapi punya Hadi dan Kinar baik-baik aja. Heemm, tergantung amal perbuatan, ya Bi πŸ˜€

image
Asiiiiikkk,,

Malam semakin larut, sudah hampir jam 9 malam. Rasa lelah yang teramat sangat sudah menghinggapi kami. Ngantuk, haus. Kamipun duduk-duduk di taman tepat di depan tulisan B A T I K. Hasrat ingin berfoto di huruf-huruf itu, tapi penuh terus. Fotonya sedapatnya sajalah, lagipula kami sudah sangat lelah 😦

image
Mumpung masih di Jetayu, padahal udah super capek

Kamipun bersiap-siap untuk pulang ke rumah Mba Ima lagi. Masih menumpang angkutan yang kami carter tadi. Sambil menunggu dijemput Nyit-nyit dan suaminya untuk kemudian bermalam di rumah mereka di desa Jagung, kecamatan Kesesi. Kurang lebih satu jam perjalanan dari rumah Mba Ima. Kali ini, aku akan kembali, Nostalgia dengan Jagung. Semangaaatt!!

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Tour de Reunian sebelumnya:
1. Berburu Tiket
2. Kaligung Mas
3. Touched Down in Pekalongan
4. Nasi Megono Mbak Bibah

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

35 pemikiran pada “Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Jetayu

  1. Itu becaknya kayak yg di alun2 Jogja ya, mbak.. Aku juga belom pernah ngerasain sih, cuma pernah baca juga di blog temen yg di Jogja.

    Btw, seru banget, 7 orang naik di satu becak…

      1. Ttg apanya bang,,kalo ttg jetayu nya paling skuter,,kalo ttg tour de reuniannya ntr masih ada waterboom air hangat,,dn kopdaran ma blogger pekalongan he he mumpung bisa cuti bwt jalan2,,dihabis2in aja he he

      2. kalau posting kemungkinan masih. soalnya saya sudah mempersiapkan beberapa postingan untuk beberapa hari ke depan. sudah saya atur kapan tanggal terbitnya. mungkin kalau berbalas komentar bisa via HP. cuma kalau buka reader… agak lemot di HP

      3. di halaman buat postingan baru. di sebelah kanannya itu ada tulisan…. “terbikan segera” atau dalam bahasi inggrisnya apa saya kurang tahu, tampilan saya pake bahasa indonesia.

        kllik sunting…. pilih deh tanggal dan waktu terbitnya. gitu aja, mbak

  2. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Nostalgia dengan Jagung | Bunda Aisykha

  3. Ya ampuuun lapangan Jetayu jadi kayak gini hahahaaa…. Kayaknya standard lapangan/alun2 di kota2 Jawa begini ya mak. Kalau malam berubah rame kayak pasar malem. Waktu sekolah, tempatku olahraga nih

      1. jetayu sekarang makin rame. untung udah ditertibkan, merapat didepan batik tv. tadinya sih, tumpah ruah di lapangan smua. jadi ga asik ngeliatnya…hehehe

  4. Ping-balik: Bunda Aisykha:[Tour de Reunian] Guci-ku Waterboom Air Panas | Bunda Aisykha

  5. Ping-balik: Bunda Aisykha: [Tour de Reunian] Makan Siang Reunian | Bunda Aisykha

  6. Ping-balik: Bunda Aisykha: Tour de Reunian | Bunda Aisykha

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s