Bunda Aisykha:[Tour de Reunian] Guci-ku Waterboom Air Panas

Dear All,

Kami berangkat kurang lebih pukul delapan pagi. Setelah sebelumnya Nostalgia dengan Jagung, pagi ini kami akan menuju destinasi berikutnya, Guciku Waterboom Air Hangat.

Mobil mulai meluncur perlahan menyusuri jalanan bergelombang yang masih lumayan lengang. Beberapa menit malaju, si kecil Meda rewel minta pipis. Beberapa menit kemudian, Aisyah yang nampaknya baik-baik saja, tiba-tiba muntah. Aduuuh, Aisyah tidak pernah mabuk kendaraan sebelumnya, apalagi mobil. Kamipun akhirnya menepikan mobil sejenak. Meda pipis, dan aku membersihkan Aisyah.

Mungkin Aisyah masuk angin atau gara-gara hanya minum susu tadi pagi, atau karena jalannya yang bergelombang sedari tadi. Yang membuat aku agak tenang adalah Aisyah masih ngoceh, begitu pula Meda. O ya, Meda adalah putri kecil temanku, Nyit-nyit. Aduuuh, melakukan perjalanan dengan dua anak kecil ini, Aisyah dan Meda, memang harus ekstra sabar.

Perjalanan pun kami lanjutkan. Seperti terulang kembali, Aisyah muntah dan Meda kali ini mules. Sepertinya memang ada yang salah. Padahal jalan juga belum terlalu berkelok. Di jalan biasa, Aisyah tidak pernah mabuk sebelumnya. Tapi dalam perjalanan ke Guci ini, Aisyah sering muntah. Sampai bajunya kotor semua. Sepertinya, aku tahu apa penyebabnya. Tapi, ya sudahlah. Setengah perjalanan, Meda pun jadi ikut mabuk. Ayuk, adik Nyit-nyit pun mulai membentengi hidungnya dengan minyak kayu putih.

Dengan kondisi dua gadis kecil kami, otomatis perjalanan kamipun sering terhenti untuk sekedar cari angin. Sampai akhirnya kami memasuki wilayah pegunungan dengan pepohonan hijau yang menakjubkan. Kami tak sempat mengabadikan pemandangan indah yang kami lalui karena sudah kepayahan dengan kondisi Aisyah dan Meda.

Hampir tiga jam stres berat dalam mobil, akhirnya kami sampai juga di kawasan wisata Guci, Tegal.  Kamipun bertanya pada petugas dimana letak Guciku Waterboom, karena ini adalah kunjungan pertama kami. Guciku Waterboom berada di sebelah kanan dari jalan yang mengarah ke Pemandian Air Panas Guci. Ada banyak papan petunjuk di sana.

Setelah mendapat tempat parkir dan beres-beres, kami segera turun dari mobil. Pemandangan indah dan udara sejuk seolah menyambut kami. Matahari mulai terik tapi silih berganti dengan mendung-mendung tipis yang beriringan. Tak berlama-lama, kamipun masuk. Harga tiket masuknya 20.000 rupiah saja. Dengan voucher yang aku punya, Abi hanya perlu membayar 80.000 rupiah untuk 9 orang termasuk Aisyah dan Meda.

image
Tiket masuk waterboom

Awalnya aku tahu tentang waterboom ini dari seorang sales wisata yang menawarkan voucher tiket masuk berbagai kawasan wisata di Jawa Tengah. Salah satunya adalah Guciku Waterboom Air Panas ini. Kebetulan aku memang punya rencana ke Pekalongan dan Guci. Jadi, aku beli saja voucher seharga 65.000 rupiah itu. Dalam voucher, Guciku Waterboom yang menyatakan diri sebagai waterboom dengan air panas alami satu-satunya di Asia ini terlihat begitu luar biasa.

image
Voucher tiket masuk Guci-ku Waterboom

Aslinya?

Not Bad,,tapi tak sebesar bayanganku.

Guciku Waterboom ini sepertinya masih baru. Di pintu depan, ada counter-counter yang belum dioperasikan. Yang ada adalah gelaran-gelaran tikar dari pengunjung.  Aku juga tidak menemukan lifeguard di sudut-sudut kolam. Mungkin ada beberapa di dekat kolam arus, tapi aku tidak melihatnya di kursi lifeguard di kolam bawah.

image
Aisyah bersiap akan berenang

Selain itu, karena masih lumayan baru, masih ada gazebo di area kolam bawah yang belum berpembatas. Jadi, langsung berbatasan dengan sungai yang mengalir deras di bawahnya. Suasananya sangat asri, anginnya juga amboi sejuknya, insyaAllah tetap aman selama kita berhati-hati, terutama anak-anak. Waktu sampai di sana, kami juga menempati gazebo tersebut, karena hanya gazebo tersebut yang belum terisi.

image
Masih baru, Gazebonya masih ada yang belum selesai pembangunannya

Guciku Waterboom, memiliki 3 buah kolam besar bertingkat dengan kadar panas yang berbeda-beda. Kolam paling bawah adalah kolam dengan derajat air terpanas. Terdapat ember tumpah berukuran besar, perosotan air, flying fox, dan jembatan tali. Awalnya Aisyah dan Abi masuk kolam ini, tapi airnya terlalu panas untuk Aisyah.

image
Kolam paling bawah

Kolam satu tingkat di atasnya adalah kolam biasa dengan derajat air sedikit lebih hangat dari kolam sebelumnya. Tidak ada permainan apa-apa di kolam ini. Hanya ada perosotan air besar yang menghubungkan kolam ini dengan kolam di atasnya juga dengan kolam arus. Ada juga jajaran pancuran air panas di sisi kanan kiri kolam.

image
Kolam tengah

Sedangkan, kolam paling atas adalah kolam hangat yang dilengkapi dengan ember tumpah berukuran sedang. Ada juga panjatan dan perosotan yang dapat digunakan oleh anak-anak. Kolam ini tidak terlalu dalam dan airnya juga tidak terlalu panas jadi sangat cocok untuk anak-anak. Ada juga satu kantin besar, letaknya berdekatan dengan kolam yang paling atarg. Dari gazebo kolam bawah agak kurang terjangkau.

image
Kolam paling atas

Ada juga sebuah kolam arus yang cukup panjang dan hangat airnya yang menghubungkan kolam tengah dengan kolam paling bawah. Aisyah dan Abi lebih banyak menghabiskan waktu di kolam arus ini. Sedangkan mizwar, istrinya, dan doble Ayuk, menghabiskan waktunya di kolam besar paling bawah yang paling penuh dengan permainan ketangkasan untuk orang dewasa itu.

image
Kolam arus, favorit Abi dan Aisyah

Guciku Waterboom ini juga dilengkapi dengan villa dan cottage yang menyatu dengan area kolam. Untuk penyewa villa atau cottage, mobil pribadi dapat diparkir di area dalam waterboom. Menurutku, pemandangannya malah jadi agak semrawut. Atau hanya karena bertepatan dengan hari libur, pengunjungnya banyak, sehingga tempat parkirnya meluber. Aku juga tidak tahu.

Yang pasti dan tidak tergantikan di waterboom ini adalah pemandangan menakjubkan yang melatarbelakangi. Nilai lebih waterboom ini adalah persembahan dari alam. Sumber mata air panas yang tiada habisnya dan gugusan pegunungan hijau yang memeluk di setiap sudut. Perjalanan susah payah kami dengan segala kendalanya, terbayar lunas oleh semua persembahan alam nan menakjubkan yang dimiliki Guci. SubhanaAllah,,

image
Latar belakang waterboom

Rasanya ingin berlama-lama, tapi terik matahari mulai menyengat. Setelah puas menikmati, kami segera bergegas. Sebelum bertolak, kamipun berpose dengan latar belakang gunung Slamet.
image

image
Rame-rame
image
Komplit pakai telur
image
Mizwar dan istri
image
Nyit-nyit, Meda, dan Ayuk

Lagipula, teman kami yang lain juga sudah bersiap menjemput. Ya, kami akan lanjut Tour de Reunian di rumah Lela. Bak hidup nomaden, kamipun akan berpindah lokasi lagi. Tepatnya, Makan Siang di rumah Lela.

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Tour de Reunian sebelumnya:
1. Berburu Tiket
2. Kaligung Mas
3. Touched Down in Pekalongan
4. Nasi Megono Mbak Bibah
5. Jetayu
6. Nostalgia dengan Jagung

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

25 pemikiran pada “Bunda Aisykha:[Tour de Reunian] Guci-ku Waterboom Air Panas

  1. Ping-balik: Bunda Aisykha: Kopdar Pertamaku | Bunda Aisykha

  2. Ping-balik: Bunda Aisykha: Tour de Reunian | Bunda Aisykha

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s