Bunda Aisykha: Banjir Mengepung Kotaku

Dear all,

Ketika melihat berita di tivi tentang banjir yang melanda beberapa kota, aku turut prihatin. Ketika membaca status teman-teman di sosial media, aku juga prihatin. Samasekali aku tak pernah berfikir, banjir juga akan mengepung kotaku dan merasuk hingga ke desa-desa yang bukan langganan banjir. Hujan yang turun terus-menerus seminggu terakhir ini, tak sanggup lagi ditampung oleh puluhan sungai yang mengalir di kotaku.

Hari ini, pagi ini tadi, sungai-sungai meluap membanjiri jalan-jalan, fasilitas umum, dan tentu rumah-rumah warga. Memutus akses-akses penting di kotaku. Kotaku pun tinggal sendiri, dikepung banjir. Bersama hiruk-pikuk warganya yang mencoba mengungsi, yang mencari jalan alternatif, yang putus asa di tengah kemacetan yang mengular, hingga anak-anak tanpa dosa yang berbahagia karena libur bersekolah.
image

Pagi ini, aku harus menerjang arus deras banjir yang sama sekali di luar dugaanku. Satu teman kerjaku izin tidak masuk kerja karena harus mengungsi, membawa bayi kecilnya yang belum genap satu tahun. Beberapa jam kemudian, satu temanku yang lain pun izin pulang karena air mulai masuk ke dalam rumahnya. Aku dan 2 teman yang lain harus menempuh perjalanan dengan roda dua, memutar di tengah guyuran hujan lebat yang menyebabkan jalan-jalan berlubang tertutup genangan air berarus deras, ditambah lagi macet panjang karena pengalihan jalur. Dari kantor ke rumah yang biasanya tidak lebih dari 20 menit, tadi harus ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam. Dan satu temanku yang lain, hingga maghrib menjelang masih berjibaku menembus jalan yang terputus demi sang buah hati.

image

image

Akses utama masuk kota dari arah Semarang, terputus di kawasan Terminal Kudus dengan kedalaman menyentuh 1 meter di jalannya. Akses utama masuk kota dari arah Pati, terputus di Jalan Raya Kudus-Pati. Jalan alternatif Mejobo juga terputus cukup parah. Begitu juga dengan jalur alternatif ke Undaan yang memang daerah langganan banjir. Beberapa desa yang tersebar di enam kecamatan terendam banjir. Balai-balai desa mulai dipenuhi pengungsi. Kotaku seolah Siaga 1. Karena hingga aku menuliskan ini, hujan masih terus mengguyur tanpa henti.
image

Sejak aku kecil hingga saat ini, baru inilah aku mengalami banjir parah yang benar-benar mengepung kotaku. Merata di seluruh bagian kota tanpa pandang kasta. Hingga kemacetan merasuk hingga jalur-jalur tikus di desa-desa.
image

Hingga malam ini,
mendung masih setia menggantung
menemani sang hujan menari-nari di atas bumi
diiringi alunan guntur yang bergemuruh
dan suara angin menderu-deru

Ya Allah Ya Robb,

Jika dengan ini
Engkau ingin membersihkan sampah-sampah kami,
kami ikhlas
Jika dengan ini
Engkau ingin menyuburkan tanah-tanah kami,
kami ikhlas
Jika dengan ini
Engkau ingin mencukupi kebutuhan air kami,
kami ikhlas
Jika dengan ini
Engkau ingin menghapus dosa kami yang bertumpuk,
kami ikhlas
Jika dengan ini
Engkau ingin menaikkan derajat kami,
kami juga ikhlas
Jika dengan ini
Engkau ingin membuat kami ingat lagi padaMu,
Kami berserah diri Ya Allah
Kami mohon segenap ampunan dariMu
Jadikanlah kami, umatMu yang lebih pandai bersyukur
Jadikanlah kami, umatMu yang pandai mengambil hikmah
Buatlah ini menjadi lebih mudah bagi kami
Amin.

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

21 pemikiran pada “Bunda Aisykha: Banjir Mengepung Kotaku

  1. mudah2an air sgera surut ya mba.. seingatku pernah juga beberapa tahun banjir d ngembal sampe pada ngungsi, waktu itu aku masih tinggal di demaan, tapi ga tau kalo daerah lain gimana. Jamanku sekolah juga pernah banjir sampe2 aku ke sekolah pake celaa karena roknya basah ngga kering, tapi kayaknya ngga separah ini sih. Aku sekarang juga d rumah terus belum berani keluar2 karena slain hujan angin juga, sereem. Mantau dari rumah aja, melalui blog dan status temen2

  2. semoga banjirnya segera surut dan semua orang bisa beraktifitas lagi.
    adik dan istriya ngungsi ke rumah ortu saya karena rumah tempat tinggalnya bersama mertua kebanjiran

  3. Parah ya Mak banjirnya? πŸ˜₯ kota tempat tinggalku sekarang juga habis dilanda banjir bandang, walau ‘cuma’ pendatang, tak urung sedih juga & sedih banget pas lewat daerah yang dekat rumah dan habis terendam air

  4. Semoga banjir cepet surut, aamiin… semoga sabar yang kena musibah, aamiin… semoga segera mendapat solusi untuk musibah yg selalu datang setiap tahun ini, aamiin

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s