Bunda Aisykha: Untukmu Lelakiku

Untukmu, lelakiku,,

image

Aku tau lukamu
Tapi aku hanya bisa memandangmu
Aku tau sakitmu
Tapi aku hanya sanggup memelukmu
Aku tau bebanmu
Tapi aku hanya mampu merengkuhmu

Lelakiku,
Aku hanya bisa terpaku di sisimu
Terpasung dan terbelenggu
Menyaksikan percaturan karirmu
Dimainkan tangan-tangan miskin ilmu
Terombang-ambing tanpa titik temu
Tapi kau, tak terhenti di situ

Walau hati telah tunduk berserah
Ada resah yang terus mendesah
Dan sesak yang makin mendesak
Tapi kau, tak sedikitpun terkoyak

Lelakiku,
Aku yakin kau akan sekuat itu
Meski sesekali bersujud dan tersedu
Tapi tak sedikitpun kudengar keluh
Hanya senyum riuh beriring peluh

Meski fitnah ramah menyapa
Makin tegar jiwamu membela
Meski cobaan datang melenggang
Makin tengadah mukamu menghadang
Meski ketidakadilan menjadi sandungan
Makin lantang nyalimu menahan

Lelakiku,
Apa lagi persembahanku
Selain doa-doa khusyuk
Setiaku padamu
Dan pengabdianku

Semoga bisa membantu

18.02.14

Puisi ini persembahanku untuk lelakiku. Sebagai obat luka hati dan penanda keberadaanku disisinya. Di tengah tekanan pekerjaan yang begitu berat dan sedang menerpanya. Karena aku tak dapat melakukan apapun untuk melawan. Bahkan berkata saja bisa jadi bumerang.

Percayalah, lelakiku. Bahwa indah itu akan ada. Hari ini kita boleh jatuh, tapi kita tak boleh rapuh. Aku genggam erat tanganmu dan kita tetap berjalan bersama. Masa depan masih jauh terentang. Ini cobaan yang mendewasakan. Kita masih punya tujuan, kita masih punya Tuhan.

Meski terbuang dalam lumpur ataupun comberan. Intan tetaplah intan. Akan banyak yang datang untuk menambang.

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kemudahan.
Amin.

Demikian, semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Posted from WordPress for Android
Thank you for coming. May Allah always give u n u’re family all d best. Amin.

Iklan

21 pemikiran pada “Bunda Aisykha: Untukmu Lelakiku

  1. Membaca puisi ini.bolak-balik. Membuat saya terharu akan 2 hal,
    1. Perjuangan keras seorang lelaki dalam bergelut dgn pekrjaannya yang kian berat.
    2. Kesetiaan dan keteguhan hati seorang wanita, ketika.lelaki yang dicintainya berada dalam tekanan yg dahsyat. Ia tidak berpaling, malah memeluk dan mendoakannya.
    Saya seorang lelaki, jadi lupakan no 1. Semoga saya menemukan yg no. 2…

    Posting yg indah dan menyenyuh, mba…

  2. Ping-balik: Hari ini, – Tita Kurniawan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s