Kalah Cacak Menang Cacak

Dear All,

Melalui tulisan ini, aku memberanikan diri untuk mengikuti kontes Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati yang diadakan oleh Bang Belalang Cerewet. Kontes menulis yang menarik, karena mengajak kita untuk kembali menyelami bahasa daerah masing-masing melalui pepatah-pepatahnya yang mungkin hampir terlupakan, tetapi justru mengandung makna mendalam bagi kehidupan kita.

Ini adalah kontes pertama yang aku ikuti setelah sekian bulan “hibernasi” di kutub kantorku ๐Ÿ™‚ย  Masih bingung dan agak minder juga kalau melihat tulisan-tulisan yang sudah didaftarkan, tetapi kemudian aku ingat sebuah pepatah Jawa yang mengatakan “Kalah Cacak Menang Cacak“, kurang lebih maknanya adalah kalah atau menang harus dicoba. Yah, yang penting mau mencoba, kalah atau menang urusan nanti.

Pepatah “Kalah Cacak Menang Cacak” adalah pepatah Jawa yang memberi dorongan atau semangat agar kita mau mencoba. Apapun hasilnya nanti, yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba, keberanian untuk menjalani sesuatu.ย  Karena dengan keberanian dan kemauan untuk terus mencoba akan memberi kita pengalaman baru. Dari pengalaman itulah, kita bisa mendapat pelajaran yang akan sangat berguna di kemudian hari.

Aku pun teringat dengan seorang temanku yang bernama Ema. Ia tinggal dan bekerja di Jakarta sekarang. Ema adalah lulusan terbaik dari kelas IPA, waktu SMA dulu. Waktu itu, ia pernah bingung, kemana ia akan melanjutkan masa depannya. Sedangkan, ia tahu betul kondisi ekonomi orang tuanya. Guru-guru waktu itu, menyarankan agar Ema mencoba sekolah-sekolah kedinasan yang dibiayai oleh pemerintah alias gratis. Ada secercah harapan, tetapi Ema tidak begitu saja mengiyakan. Ia masih ragu.

Ema ragu apakah ia akan diterima, karena tentu sekolah semacam itu peminatnya pun ribuan dari seluruh Indonesia. Belum lagi, Ema nantinya juga harus menyambangi beberapa kota untuk mendaftar. Hal itu pasti akan memakan biaya yang lumayan. Iya kalau ada yang diterima, kalau tidak, pasti hanya akan buang-buang uang saja. Ema semakin bingung dan ragu. Akhirnya, ia mencoba berbicara pada ibunya.
“Kalah cacak menang cacak, nduk, sing penting niat karo usahane, insyaAllah Gusthi paring welas asih,” kata ibu Ema.
(Kalah menang dicoba, nak, yang penting niat dan usahanya, insyaAllah Tuhan mengasihi)

Mendengar nasehat ibunya, Ema seperti mendapat dorongan semangat. Ia pun segera mencari informasi sekolah-sekolah kedinasan yang sesuai dengan kemampuannya. Dari sekian banyak, Ema merasa mampu untuk mendaftar di 3 sekolah kedinasan. Setelah perjalanan panjang, dari 3 sekolah itu, Ema pun berhasil diterima di satu sekolah bidang keuangan di Jakarta.

Ema kini sedang merangkai masa depannya, buah dari kegigihannya berani untuk mencoba. Apapun hasilnya, Ema mau berusaha. Ia tidak menyerah begitu saja sebelum mencoba. Dengan mencoba, ada perubahan. Dengan mencoba, ada pengalaman. Itulah yang terpenting, kemauan untuk terus mencoba. Semangat untuk tidak menyerah sebelum mencoba. Semangat di balik pepatah Jawa yang sederhana, “Kalah Cacak Menang Cacak“. Bukankah kita akan makin jauh dari keberhasilan kalau kita tidak mau mencoba?

Sekarang, “Kalah Cacak Menang Cacak” aku pun menulis untuk kontes ini. Apapun hasilnya nanti, yang terpenting adalah kemauan untuk mencoba mengikutinya. Kalau menang, berarti dapat bonus buku antologi baru ๐Ÿ™‚ Tetapi, kalau tidak, setidaknya aku sudah berpartisipasi, sadar hati untuk mengenali kembali bahasa daerahku. Kemudian menularkan semangat di balik pepatah luhurnya pada siapa saja yang membaca tulisan ini.

Kalah Cacak Menang Cacak, tidak ada ruginya, bukan?
Semoga bermanfaat.

image

Tulisan ini disertakan dalam kontes Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati.

With Love,
Bunda Aisykha

Iklan

12 pemikiran pada “Kalah Cacak Menang Cacak

  1. Ping-balik: Daftar Peserta Kontes Sadar Hati | BELALANG CEREWET

  2. Coba Ema dulu nggak pernah nyoba ndaftar, pasti akan kecewa di kemudian hari ya mba. Begitu pula klo gak ikutan kontes sadar hati ini, tentunya Mas Belalang yg akan kecewa wkwkwkk…. *gak nyambung blasss….piss mba

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s