Berhentilah Mengeluh

Dear All,

Tulisan ini berawal dari status seorang teman di sebuah sosial media pagi tadi. Yoand, namanya. Ini captured statusnya,

image

Berhentilah mengeluh, karena hidup ini indah. Begitulah kira-kira maksud statusnya. Aku pun kemudian mengirim pesan padanya dan mengatakan kalau aku suka statusnya pagi tadi.

Sebenarnya aku suka status itu karena cocok sekali untuk seorang teman kantorku yang memang lebih sering mengeluh daripada tidak. πŸ˜€ Tetapi, status itu juga menjadi reminder untukku yang terkadang juga masih suka mengeluh. Mengeluhkan beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan dan perkiraanku.

Berhentilah mengeluh,” kataku pada diriku sendiri.

Mengeluh pada diri sendiri ataupun mengeluh kemudian diutarakan pada teman, justru akan menambah berat masalah yang kita hadapi. Setiap kita mengeluh, pikiran kita akan terbebani, makin kita mengeluh, pikiran makin terbebani. Dada pun menjadi sesak. Iri, dengki, dan emosi, mulai bersemi. Bukannya berkurang, masalah kita pun malah bertambah, jadi sakit, jasmani maupun rohani.

Berhentilah mengeluh, cobalah untuk ikhlas, sabar, dan bersyukur, karena hidup ini terlalu indah bila hanya dihabiskan untuk mengeluh. Bersyukur, bersyukur, dan terus bersyukur. Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Di sana-sini pasti ada kurangnya. Ikhlas, bersyukur, dan berserah diri pada Tuhan akan lebih membuat kita menjadi tenang, karena hanya Tuhan, pemilik segala kesempurnaan.

Terimakasih, Yoand, statusmu pagi tadi jadi reminder yang bagus untukku.

Semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Thank You for coming. May Allah always giving you and your family all the best πŸ™‚

Iklan

9 pemikiran pada “Berhentilah Mengeluh

  1. Betul mbak, berhentilah mengeluh.
    Hidup terlalu indah untuk dikeluh-kesahkan. Percayalah, bahkan yg terasa demikian pahit saat mengalaminya akan menjadi kenangan terindah di suatu masa kelak…

    Salam,

  2. Ping-balik: Tentang Paijah | Bunda Aisykha

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s