Masjid Agung Kudus

Dear All,

Sore kemarin, putri kecilku ingin sekali menonton pameran yang digelar di alun-alun. Kebetulan sedang ada pameran UMKM di alun-alun kota. Sebenarnya, yang membuat Aisyah tertarik ingin datang ke pameran adalah adanya berbagai wahana permainan anak yang berada di sekitar area pameran, bukan karena pamerannya.

Karena malam hari biasanya hujan, kamipun memutuskan berangkat sore. Seperti biasanya, kalau berangkat sore, waktunya pasti akan terpotong untuk ibadah Sholat Maghrib.

Ketika waktu ibadah Sholat Maghrib tiba, kami memutuskan untuk sholat maghrib di Masjid Agung Kudus. Masjid yang memang dekat dengan area pameran yang berada di alun-alun kota. Abi sholat di lantai satu masjid atau di aula utama yang sangat luas. Sedangkan, aku dan Aisyah, masuk melalui sisi kiri masjid untuk menuju tangga ke lantai 2, tempat sholat khusus perempuan.

image

Masjid ini terletak tepat di pusat kotaku, kota Kudus. Tepat di samping alun-alun kota, dan dekat dengan kantor kabupaten. Masjid ini sangat ramai menjelang maghrib hingga selepas Isya’. Jalan di depannya yang tidak terlalu lebar juga seringkali macet. Terlebih lagi, tidak adanya tempat parkir khusus untuk mobil jamaah yang ingin melaksanakan sholat, sehingga mobil harus diparkir di bahu jalan. Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima di sepanjang pagar masjid dan alun-alun juga cukup menambah kemacetan.

Masjid Agung Kudus. Masjid ini bukan tempat yang asing bagiku. Masjid di sudut jalan Simpang Tujuh ini adalah saksi diam perjalanan cinta dan karierku. Saat awal kerja magang, aku dan seorang temanku sering menghabiskan waktu siang di masjid ini. Saat waktu dhuhur tiba, para pegawai dari kantor kabupaten yang tidak jauh dari masjid juga biasanya melaksanakan sholat dhuhur di masjid ini. Saat itu pula, aku menyempatkan waktu bertemu dengan kekasih hatiku ketika itu. Yang pada akhirnya, mengucap ijab atasku di masjid ini pula.

Setelah menyelesaikan sholat maghrib, aku, Aisyah, dan Abi pun melanjutkan perjalanan. Karena kebetulan kami sedang berpuasa Assyura, kami pun akan mencari tempat untuk berbuka yang tidak jauh dari masjid tentunya, karena kami berjalan kaki.

Tidak sulit berburu makanan di sini. Di sekitar masjid ada banyak pilihan kuliner enak. Mulai dari pedagang kaki lima yang menjajakan jus buah, capucino cincau yang sedang hits, siomay, sate ayam, hingga nasi kucing, setiap sore berbaris rapi di sekitar pagar masjid.

Berjalan ke arah kiri keluar dari masjid kita akan menemukan Jalan Masjid. Di sana ada tempat makan sederhana dengan berbagai pilihan menu masakan rumahan. Di sebelahnya, ada juga restoran ayam cepat saji merk lokal. Tidak jauh dari situ, kita juga bisa menemukan toko oleh-oleh khas Kudus. Apalagi kalau bukan jenang.

Yah, di Jalan Masjid ini, sekitar 100m dari Masjid Agung Kudus, kita bisa menemukan toko jenang yang sudah berdiri puluhan tahun, dan turun-temurun, yaitu Jenang Asia Aminah. Ini jaminan mutu rasanya. Asli industri rumah tangga tapi kualitasnya sangat boleh diadu. Yang mampir ke Masjid Agung Kudus, wajib mampir ke toko jenang ini.

image

Belum ketemu tempat makan yang pas, kamipun melanjutkan pencarian. Di sepanjang jalan alun-alun juga berjajar pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai menu makanan. Bagi yang suka duduk lesehan di trotoar, pedagang kaki lima di sini mempunyai beragam menu yang bisa dipilih.

Bagi yang tidak terlalu suka lesehan di trotoar, jangan khawatir. Tepat di sebelah Timur kantor kabupaten, segaris lurus dengan jembatan penyebrangan, terdapat pusat kuliner Kudus, Taman Bojana namanya. Di tempat ini kita bisa memuaskan hasrat kuliner kita dengan berbagai menu khas Kudus. Ada soto ayam, soto kerbau, pindang ayam, pindang kerbau, dan nasi atau lontong tahu telur juga ada. Harganya bervariasi, mulai 10.000 rupiah per porsi.

image

Tidak hanya itu, di Taman Bojana ini juga merupakan sentra kios seluler, yang menjajakan gadget berbagai merk. Toko kaos ciri khas Kudus untuk oleh-oleh, toko pakaian  muslim, toko roti, toko parfum dan kosmetik juga dapat ditemukan di sini. Taman Bojana ini juga dilengkapi area parkir, ATM Center, hingga kamar mandi umum.

Masih belum mendapat menu yang pas, kamipun melewati jembatan penyebrangan yang menghubungkan Taman Bojana dengan sebuah pusat perbelanjaan. Dan, kami pun ingin berbuka di rumah makan muslim chinese food yang terletak tepat di sebelah tempat parkir motor di belakang pusat perbelanjaan.

Rumah makan ini adalah salah satu tempat makan langganan kami. Selain moslem chinese food, rumah makan ini juga menyediakan masakan padang dan mie bandung. Rasanya enak dan harganya mulai 7.000 rupiah per porsi. Sangat pas di kantong.

Memang harus ekstra sabar kalau ingin menikmati chinese food di tempat ini. Karena bukan restoran cepat saji dan harus menunggu proses memasak terlebih dahulu. Tapi, perlu diingat, rumah makan ini tutup setiap hari Senin. Kamipun harus mengubur hasrat berbuka di tempat ini, karena kebetulan ketika itu adalah hari Senin.

Akhirnya, kamipun memutuskan untuk berbuka di sebuah restoran cepat saji lokal, di sudut Selatan alun-alun kota. Sebenarnya, kami juga tidak terlalu suka makan di tempat ini. Tapi, karena sedari tadi sudah berjalan cukup jauh dan Aisyah sudah heboh dengan Tingkiliyu nya, jadilah kami makan di tempat ini saja.

Restoran ini menyediakan menu yang lumayan variatif. Tidak hanya ayam cepat saji, tetapi juga ada menu olahan lainnya. Dengan kisaran harga mulai 5.000 rupiah dan menu paket yang hemat di kantong, restoran ini menjadi salah satu tempat makan favorit anak-anak muda di kotaku.

Selesai berbuka, pas sekali adzan Isya’ berkumandang dari Masjid Agung Kudus. Kami pun memutuskan kembali sejenak ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat Isya’ sambil menunggu kemacetan terurai.

Suasana di alun-alun masih ramai. Jalan juga masih rapat. Suara musik dari band pengisi acara pameran pun masih riuh mengiringi. Tapi, hiruk-pikuk jamaah di Masjid Agung Kudus yang akan beribadah  juga terus datang silih berganti. Masjid adalah rumah Allah, yang akan selalu membuka diri bagi siapa saja yang ingin bersimpuh pada Allah SWT.

Semoga bermanfaat.

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Perjalananku dan masjid #HijrahMenujuIslamKaaffah

image

With Love,
Bunda Aisykha

Thank You for coming. May Allah always giving you and your family all the best ๐Ÿ™‚

Iklan

10 pemikiran pada “Masjid Agung Kudus

  1. Masjid Agung Kudus ini kubahnya yang berwarna kuning keemasan mirip dengan kubah Masjid Agung Sukabumi. Saya telah posting tentang Masjid Agung Sukabumi di blog saya, sila mbak cek bila berkenan.

    Kapan-kapan kalau ke Kudus, saya pasti akan mampir di masjid ini.

    Salam,

  2. Siti Sofiah

    Tulisan yang sangat bermanfaat buat para musafir yang melewati kota kudus, mbak Tita….:)
    Smg menjadi amal catatan pahala di yaumul hisabNya, aamiin

    Jazakillah, sudah berpartisipasi di GA Perjalananaku dan Masjid

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s