Menggunting dan Menyobek

Dear All,

Beberapa hari ini, aku kerap dibuat pusing oleh Aisyah. Bagaimana tidak? Setiap hari, setiap waktu, Aisyah menghabiskan waktu bermainnya untuk menggunting atau menyobek kertas.

Tak tanggung-tanggung, setiap ada kertas “nganggur” pasti langsung dieksekusi. Bahkan buku tulis yang biasa Aisyah pakai untuk mencoret-coret, sampai habis digunting atau disobek.

Biasanya, Aisyah menggambar sesuatu di kertas atau buku tulisnya. Kemudian diwarnai sesuka hatinya dengan spidol. Setelah itu, mulailah Bebiku ini menggunting atau menyobek.

Sebenarnya, aku tidak terlalu masalah dengan mengguntingnya. Tapi, yang membuatku pusing adalah hasil mengguntingnya yang berceceran di mana-mana. Aisyah kadang mau merapikannya sendiri, tapi tidak jarang juga merengek tanpa mau merapikan.
image

Aku pernah berfikir untuk meminta saja Aisyah berhenti menggunting. Tetapi, apa itu solusinya? Kemudian, aku pun berubah pikiran. Kenapa tidak aku tanyakan saja, sebenarnya apa sih manfaat menggunting? Apakah wajar anak seumur Aisyah, 3 tahun 9 bulan, menggunting atau menyobek? Menggunting atau menyobek, pentingkah?

Aku pun kemudian mencoba bertanya pada Bunda Guru Aisyah di sekolah dan juga mencari berbagai referensi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanku.

Tahukah, menggunting atau menyobek yang diajarkan di sekolah, kemudian dipraktekkan di rumah ternyata bukannya tanpa tujuan atau manfaat. Inilah beberapa tujuan atau manfaat yang berhasil aku temukan.

1. Menggunting atau menyobek adalah latihan untuk menguatkan motorik anak. Terutama otot-otot tangan untuk persiapan anak belajar menulis. Untuk bisa menulis, otot-otot jari anak haruslah kuat, tidak lemas. Jadi, menggunting atau menyobek inilah latihannya.

2. Menggunting atau menyobek dapat mengembangkan kreativitas anak. Anak yang mulai mengenal bentuk dan pola, kemudian mulai berkreasi. Mengguntingnya atau menyobek sesuai pola yang dibuatnya sendiri.

3. Menggunting atau menyobek membantu anak untuk lebih fokus. Terutama menggunting. Anak akan belajar untuk fokus ketika menggunting. Fokus pada pola atau bentuk yang ingin diguntingnya. Lama-lama, anak pun akan terbiasa fokus ketika menjalani aktivitasnya.

Bunda-bunda lain yang kebetulan mengalami hal yang sama denganku tentu akan segera mengubur keinginan untuk melarang anak menggunting atau menyobek. Karena ternyata, hal sepele seperti menggunting atau menyobek juga dapat bermanfaat untuk anak kita.

image

Tentu tetap dengan pengawasan, ya. Kita juga dapat memberi gunting yang memang khusus untuk anak, seperti punya Aisyah. Guntingnya kecil dan ujungnya tumpul agar Aisyah bisa menggunting dengan lebih aman.

Masalah sampah yang dihasilkan dari kegiatan ini, memang cukup merepotkan. Tapi, akan lebih bijak kalau solusinya kita bicarakan saja dengan anak. Bisa dengan membuat kesepakatan, atau bisa juga dengan reward and punishment. Lebih baik daripada melarang anak menggunting atau menyobek begitu saja, bukan?

Semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Thank You for reading. May Allah always giving you and your family all the best 🙂

Iklan

6 pemikiran pada “Menggunting dan Menyobek

  1. saya pernah pengalaman, waktu Fayda senang sekali melipat. Setiap ada kertas, pasti dilipat. Membuat perahu, pesawat dll. Sampai akhirnya sampah kertas dimana2. Tapi memang kreatifitas anak jangan dihentikan ya mak… biarkan saja anak bereksplorasi

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s