Keles [Kosakata Gaul]

Dear All,

Entah ini apa namanya, kemajuan bahasa atau malah degradasi bahasa.

Aku dan Abi begitu terkejut atau bisa dibilang terpana ketika Aisyah yang baru  4,5 tahun, membawa pulang kosakata gaul yang aku sendiri tidak pernah menggunakannya. Kosakata gaul ini biasanya digunakan anak-anak ABG zaman sekarang. Terutama di kawasan perkotaan.

Ini adalah percakapan Abi dan Aisyah dengan kosakata gaulnya.

Abi: “Ngga tidur?”
Aisyah: “Ngga,,!”
Abi: “Kenapa?”
Aisyah: “Nanti, keles!” (Dengan nada meliuk-liuk manja)
Abi dan Aku: “……..” (Melongo)

image

Yaah, “keles”, itulah kosakata gaul yang digunakan Aisyah. Sungguh, aku tidak paham apa arti “keles”. Yang lebih tidak aku pahami adalah darimana Aisyah mendapatkan kosakata itu. Setahuku, di rumah, aku dan seisi rumah belum pernah mengaplikasikan kosakata tersebut. Pernah dengar, iya, tapi, tak terlalu paham apa maksudnya.

Akupun segera bertanya pada Aisyah, darimana ia mendapatkannya. Menurut penuturan Aisyah, ia mendapatkannya dari salah satu teman sekolahnya (Playgrup). Akupun bertanya pada Aisyah, apakah ia tahu apa arti kata “keles” itu. Aisyah hanya menggeleng. Ia hanya ikut-ikutan karena kosakata itu lucu dan sering digunakan oleh si teman.

Kemudian aku segera berselancar di dumay. Aku cari kosakata “keles” tersebut. Tidak susah menemukan apa artinya karena sepertinya kosakata ini sudah sangat lazim digunakan. Dan akhirnya, aku tahu apa arti “keles” itu. “Keles” adalah plesetan dari kata “kali”.

Aku senang dengan perkembangan Aisyah yang pesat. Daya tangkapnya juga bagus. Tetapi, bila yang terserap adalah yang tidak seharusnya, aku harus segera meluruskannya.

Aku ingin Aisyah belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Belum waktunya Aisyah mengenal bahasa-bahasa gaul semacam “keles” yang entah darimana asal-muasalnya. Atau sebaiknya, Aisyah tidak perlu mengenalnya.

Akan tetapi, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat susah membendung lahirnya bahasa-bahasa gaul semacam itu. Terlebih lagi, bahasa-bahasa gaul sekarang bebas diaplikasikan dalam dialog-dialog sinetron remaja yang hampir ada di semua stasiun televisi dan tayang pada jam-jam premium. Dimana, pada jam tersebut, siapa saja dapat menontonnya.

Salah satunya mungkin adalah teman sekolah Aisyah. Tanpa sengaja menyaksikan sinetron remaja yang ditonton keluarganya, kemudian menyerap kosakata-kosakatanya begitu saja tanpa tahu maksudnya. Akhirnya, karena terdengar lucu, ia jadi terbiasa lalu terbawa hingga ke sekolah dan ditiru oleh teman lainnya, termasuk Aisyah.

Ini juga jadi semacam warning untukku dan Abi. Agar lebih peduli lagi terhadap Aisyah juga terhadap tayangan yang ditonton Aisyah. Lebih berhati-hati ketika berbahasa, berdialog, atau ketika sedang bercanda sekalipun. Karena anak seusia Aisyah memang sedang dalam kondisi bagus daya tangkapnya. Selalu ingin tahu, dan penasaran pada hal-hal baru, terutama ketika sedang bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain.

“Keles”
Tidak ada yang salah dengan kosakata ini. Hanya saja, bukan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kosakata ini muncul karena gaya bicara dan kebiasaan dalam satu komunitas sosial. Karena banyak yang menggunakan, kosakata ini pun kemudian disepakati bersama sebagai kata lain dari “kali” dan dianggap lazim menjadi trademark remaja-remaja zaman sekarang.

“Bagaimana dengan Aisyah?”

Sebagai seorang Ibu, tentu aku ingin Aisyah menyerap berbagai hal baru. Tetapi, akan lebih baik lagi apabila yang terserap adalah hal-hal yang positif dan yang seharusnya. Bila ada yang tidak sesuai, sebaiknya segera aku luruskan. Lengkap dengan alasan yang tepat. Karena melarang anak seumur Aisyah begitu saja, justru hanya akan memperbesar rasa ingin tahunya.

Aku juga segera berkonsultasi dengan Bunda Guru Aisyah di sekolah, karena Aisyah mendapatkan kosakata tersebut dari temannya di sekolah. Bunda Guru yang aku temui pun sudah memahami hal tersebut. Bunda Guru kemudian bercerita kronologisnya padaku dan berjanji akan segera memotivasi teman Aisyah dan anak didik lainnya termasuk Aisyah untuk menggunakan bahasa yang lebih baik dan sesuai dengan usianya.

Semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Thank You for reading. May Allah always giving you and your family all the best 🙂

Iklan

8 pemikiran pada “Keles [Kosakata Gaul]

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s