2 Game Edukasi SahabatMimi

Dear All,

Aisyah, putriku, 4 tahun 6 bulan, sangat besar rasa ingin tahunya. Aisyah juga gemar sekali bermain gadget. Aku memberi kebebasan Aisyah bermain gadget, tetapi hanya satu kali dalam seminggu, yaitu di hari Minggu. Biar bagaimanapun, ketika sehari-harinya orang tua bergelut dengan gadget, akan jadi tidak adil ketika kita justru menutup diri anak kita dari kemajuan teknologi yang kita nikmati tanpa batas.

image

Anak dan perkembangan teknologi, saat ini tidak bisa dipisahkan. Karena tidak semua kemajuan teknologi, akan membawa dampak negatif. Asal, kita tahu betul bagaimana memanfaatkannya. Bagiku, kemajuan teknologi dapat juga kita manfaatkan untuk memudahkan Sang anak bereksplorasi lebih luas lagi, belajar sesuatu dengan lebih mudah dan juga menyenangkan. Seperti memanfaatkan beberapa game edukatif yang begitu mudah ditemukan melalui gadget. Tetapi, kita juga harus selektif, karena tidak semua game yang berlabel edukatif, kontennya benar-benar edukatif.

Sebelumnya, aku pernah menulis tentang 12 game edukatif di Android yang digemari Aisyah. Sekarang, aku akan bercerita lagi tentang game edukatif yang juga digemari Aisyah, yaitu 2 game edukasi SahabatMimi. Game edukasi ini dapat didownload dengan mudah di gadget yang berbasis Android. Yaah, masih bergelut dengan Android karena kebetulan hanya itu yang aku punya 😀

Aku menemukan game edukasi SahabatMimi ini secara tidak sengaja ketika  berselancar di Play Store nya Android. Game besutan brand lokal Aggata Development Team ini cukup menarik perhatian Aisyah yang sudah mulai bosan dengan beberapa game edukatif yang dimilikinya.

Game edukasi SahabatMimi ini memiliki 2 jenis permainan yang di download secara terpisah. Game Edukasi SahabatMimi dan SahabatMimi Pungut Sampah. Kedua game tersebut dapat dimainkan dengan mudah ketika sedang online maupun offline. Nah, kita bahas satu-satu, yuk.

1. Game Edukasi SahabatMimi

image

Ketika membuka game ini, kita akan disambut oleh SahabatMimi yang digambarkan sebagai seorang gadis kecil berkerudung dan kental sekali dialek Sundanya. Game edukasi yang eye cathcing ini pun kemudian menyuguhkan dua pilihan, yaitu belajar atau bermain. Diiringi backsound yang ceria, pilihan belajar dan bermain yang dibedakan warnanya merah dan hijau saling bergantian muncul. Hal tersebut akan lebih memudahkan anak yang kebetulan belum pandai membaca seperti Aisyah untuk memilih akan kemana melanjutkan permainan.

image

Pilihan pertama Aisyah adalah belajar. Ketika dipilih yang berwarna merah muncullah bintang-bintang dan suara seperti tongkat ibu peri. Waaah, Aisyah senang sekali. Kemudian, muncul 7 pilihan belajar yang sudah berlabel di masing-masing kotaknya dengan warna yang berbeda pula. Antara lain, mengenal huruf, angka, bentuk, warna, sayuran, buah, dan hewan.

Ketika salah satu kotak dipilih, bintang-bintang dan suara tongkat ibu peri pun muncul lagi dibarengi dengan suara dari SahabatMimi yang memberitahukan kotak apa yang dipilih tadi. Melalui pilihan belajar ini, Aisyah dapat belajar banyak hal. Antara lain huruf dengan bentuk yang lucu, yang terdiri atas huruf kapital dan huruf kecil, angka dengan bentuk dan warna yang menarik, mengenal 8 bentuk, 11 warna, 15 jenis sayur, 20 jenis buah, dan 14 macam hewan. Di masing-masing pilihan, terdapat tanda panah yang berkedip di sudut bawah untuk memudahkan anak ketika akan berganti ke permainan lainnya.

Aisyah senang sekali ketika belajar bentuk dan menemukan bentuk jajar genjang, segi lima, dan trapesium. Bentuk yang belum pernah ia temukan sebelumnya. Aisyah pun bertanya, “Ada ya bentuk jajar genjang, Bun? Dhek Icha bum pernah liat!” Katanya.

Aisyah pun berganti ke pilihan warna. Woow, bentuknya kupu-kupu berwarna yang mengepakkan sayap. Akan tetapi, Aisyah pun sedikit protes ketika memilih salah satu kupu-kupu yang menurutnya berwarna ungu, tetapi disebutkan oleh SahabatMimi berwarna merah muda. “Merah muda kan pink ya, Bun? Ini ungu kan, Bun,” begitu katanya. Begitu juga ketika memilih kupu-kupu yang ia bingung berwarna apa tapi disebutkan berwarna biru muda. Pemilihan gradasi warna untuk kupu-kupu ini memang belum begitu jelas untuk anak seusia Aisyah. Meskipun begitu, Aisyah senang betul dengan permainan ini.

Selanjutnya, Aisyah beralih ke pilihan bermain. Aisyah memilih untuk bermain angka yang kebetulan ada tanda bintang di sebelah kotaknya. Begitu kotaknya dipilih, dan terbuka instruksi dari SahabatMimi pun terdengar. Aisyah jadi tahu apa yang harus dilakukannya. Selain itu, kotaknya yang berkedip-kedip juga memudahkan anak untuk memilih.

image

Dalam permainan angka ini, anak akan diminta untuk menyelamatkan kelinci yang membawa angka di perutnya. Aisyah suka sekali bermain karena kelincinya yang melompat-lompat dengan latar yang sangat menarik. Aisyah juga bermain sambil menirukan suara SahabatMimi yang memang berbeda dengan dialek yang biasa digunakan Aisyah sehari-hari.

Game SahabatMimi ini mudah sekali dimainkan. Sekali membuka, Aisyah langsung tahu apa yang harus dilakukannya. Selain itu, Aisyah juga bisa belajar mengenal angka dengan cara yang lebih mudah.

Selesai dengan angka, Aisyah pun akan memilih permainan berikutnya, yaitu huruf dan bentuk. Aisyah pun memilih huruf terlebih dahulu. Akan tetapi, ketika Aisyah memilihnya, ia pun kemudian berkata, “Bun, kok keluarnya tulisan, kelinci hurufnya mana?” Aku pun segera memeriksanya, ternyata pilihan permainan hurufnya berbayar. Harus didownload secara terpisah di Play Store Android, begitu juga dengan permainan bentuknya. Yuhuuuuu, hanya 12.000 rupiah saja, tidak mahal, bukan? 😉

Meskipun demikian, pilihan permainan yang disediakan secara gratis dari game edukasi SahabatMimi ini sudah cukup beragam. Kontennya dikemas dengan warna dan bentuk yang sangat menarik. Anak bisa belajar banyak hal dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Game edukasi ini juga layak menjadi salah satu pilihan game edukasi untuk anak seusia Aisyah.

2. SahabatMimi Pungut Sampah

image

Game edukasi yang satu ini aku bilang mengusung tema yang unik. Lain dari game edukasi sebelumnya atau game edukasi dari pengembang lain yang rata-rata bermain huruf, angka, bentuk, dan lainnya. Game edukasi dari pengembang yang berdomisili di Bandung ini terinspirasi dari kotanya sendiri yang dulu pernah “terkepung” sampah dan menyebabkan banjir. 😀

Yaah, game edukasi yang satu ini mengajak anak untuk belajar bersih-bersih sampah. Masih bersama SahabatMimi, anak diminta untuk membersihkan sampah di lima kota, yaitu Bandung, Garut, Jakarta, Jogjakarta, dan Denpasar. Masing-masing kota mewakili level yang berbeda-beda. Dibedakan juga dengan jumlah kambing yang muncul di setiap levelnya.

image

Dengan menggunakan tombol berwarna merah di sudut bawah, Aisyah mulai menggerakkan SahabatMimi untuk membersihkan sampah yang berserakan, seperti kaleng bekas, kulit pisang, plastik, dan lainnya. Tapi, jangan sampai menyentuh si kambing yaa, akan ada suara peringatan dan permainan bisa berakhir. Kehadiran si kambing dalam game ini kadang-kadang bikin gemes juga. Belum sampai tersentuh SahabatMimi, dia sudah sensitif duluan. Dan suara peringatan pun terdengar.

Ketika sampai di level kedua, yaitu kota Garut, Aisyah pun bertanya, “Kota Garut itu mana ya, Bun?” Aisyah memang belum pernah mendengar samasekali tentang Garut. Ini jadi pengetahuan baru untuk Aisyah. Yang aku masih bingung, kenapa salah satu kota yang dipilih adalah kota Garut, yang dalam game ini disimbolkan dengan gambar intan. Karena, 4 dari 5 kota lain yang dipilih adalah kota besar. Masing-masing dari kota tersebut juga disertakan ikon daerahnya, seperti Gedung Sate, Bandung atau Monas, Jakarta. Sedangkan untuk Garut hanya disebutkan saja sebagai Kota Intan.

Selain itu, ada juga yang terlewat ketika di level 5 disebutkan “…membersihkan kota Bali..”  Mungkin yang dimaksud adalah kota Denpasar, Bali. Karena Bali adalah nama provinsi,  bukan nama kota. Agar lebih memudahkan orang tua menjelaskan pengetahuan baru pada anak, di masing-masing kotanya dapat juga ditambahkan keterangan nama provinsi, seperti Garut, Jawa Barat.

Game Edukasi ini memang simpel dan mudah sekali dimainkan. Levelnya hanya ada 5, yang diwakili 5 kota dan semuanya di Pulau Jawa dan Bali. Setiap sampah yang terkumpul akan dihitung dan diakumulasikan menjadi tambahan “nyawa” SahabatMimi. Setiap kali menyentuh si kambing, “nyawa” yang disimbolkan dengan bentuk hati di sudut kanan atas pun akan berkurang. Ada juga timer dan pilihan “Ulang” apabila ternyata kita gagal dan harus mengulang di salah satu levelnya.

Game edukasi ini sangat sesuai untuk mengajarkan anak agar terbiasa memungut sampah. Tetapi, game ini akan menjadi lebih “riil” apabila pengembang dapat menambahkan satu atau dua buah tong sampah di salah satu sudut. Ketika SahabatMimi mulai membersihkan sampah, sampah yang tadinya diakumulasikan dalam bentuk angka di sudut kanan atas, dapat diganti dan dimasukkan dalam tempat sampah. Ketika tempat sampah penuh, akan otomatis diakumulasikan menjadi poin atau tambahan “nyawa” untuk SahabatMimi. Dengan cara demikian, lebih mudah mendidik anak untuk terbiasa memungut sampah dan membuangnya di tempat yang benar, yaitu di tong sampah atau bak sampah, bukannya di parit atau di sungai.

Mungkin, pengembang juga dapat menambahkan 2 atau 3 level lagi dengan tantangan yang dapat lebih disesuaikan. Tambahan level tersebut dapat diwakili oleh beberapa kota besar di luar Pulau Jawa dan Bali. Bisa kota Medan, Makasar, atau salah satu kota di Kalimantan atau Papua. Sehingga, slogan Indonesia bersih yang muncul di akhir permainan dapat lebih sesuai, ketimbang hanya memasukkan kota di Pulau Jawa dan Bali saja. Penambahan level tersebut juga agar game ini tidak terasa monoton dan terlalu singkat. Jadi, anak tidak sekedar membersihkan sampah saja, tetapi sekaligus mendapat pengetahuan baru dengan mengenal lebih banyak nama kota di Indonesia dengan cara yang lebih menyenangkan.

Terakhir, aku tertarik pada closing dari game ini. Dimana SahabatMimi berpesan pada  teman-teman seperti ini, “Teman-teman, jangan buang sampah sembarangan, ya!” Menurutku, apabila permainan ini ditujukan untuk anak-anak sebaiknya menghindari kata-kata negatif seperti “jangan” atau “tidak”, karena menggunakan kata negatif justru akan mensugesti anak melakukan hal yang dilabeli kata “jangan” tersebut, seperti yang pernah aku tulis di sini. Kalimat penutup itu akan lebih baik apabila diganti menjadi “Teman-teman, buang sampah pada tempatnya, yaa!” Sugesti positif dengan harapan akan menjadi hal yang positif pula bagi anak-anak yang mendengarkannya.

Nah, untuk yang penasaran dengan 2 game edukasi SahabatMimi ini, dapat langsung cuuuuzz ke Play Store nya Android dan gunakan keyword “SahabatMimi” [tanpa spasi]. Download dan mulailah mengajarkan pada si kecil berbagai pengetahuan baru dengan cara yang lebih ceria dan menyenangkan. Ingat juga, untuk tidak membiarkan anak ketergantungan pada gadget. Buatlah aturan, batasi waktu, dan pilihkan konten yang benar-benar edukatif untuk anak. SahabatMimi ini salah satunya.

Semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha

Thank You for reading. May Allah always giving you and your family all the best 🙂

Iklan

8 pemikiran pada “2 Game Edukasi SahabatMimi

  1. hmm usia 4 tahun sudah bisa pegang gadget ya..sekarang pake andro jadi was was..gak mau anak kecanduan gadget
    berarti si embak sudah bisa baca?
    kalo saladin masih 2,5 tahun jadi cuma geser gesr laar sentuhnya heheh

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s