DPT Panas vs DPT Tidak Panas, Pilih Mana?

Dear All,

DPT Panas vs DPT Tidak Panas, Pilih Mana?

Begitulah pertanyaan yang sering muncul ketika bayi mereka mendapat jadwal imunisasi DPT. Aku adalah ibu yang pro imunisasi, tapi ada juga sebagian ibu yang menolak imunisasi pada anaknya. Itu pilihan. Imunisasi bagiku adalah bagian dari kebutuhan dan hak anak untuk sehat. Imunisasi sebenarnya bertujuan baik, yaitu untuk memberikan kekebalan tubuh pada bayi (utamanya di bawah umur 1 tahun) dari beberapa penyakit berbahaya.

image

Salah satu imunisasi wajib untuk bayi adalah DPT. DPT yaitu singkatan dari Difteri (Radang tenggorokan) Pertusis (Batuk rejan atau batuk 100 hari atau radang pernafasan) Tetanus (semacam kejang otot). Aku punya 2 pengalaman berbeda tentang imunisasi DPT ini, yaitu imunisasi DPT yang kurang efek panasnya dan DPT yang mempunyai efek panas pada anak.

Sebagai ibu baru yang belum banyak pengalaman (pada waktu itu) aku menggantungkan imunisasi putriku Aisyah pada dokter anak di salah satu rumah sakit. Seiring berjalannya waktu, untuk anak keduaku, aku menyerahkan seluruh proses imunisasi anak lelakiku pada bidan di posyandu terdekat. Disinilah aku jadi tahu,,kurang lebih bagaimana perbedaan antara dua imunisasi DPT yang diperoleh anak-anakku.

DPT Panas vs DPT Tidak Panas, Pilih Mana?
Inilah pengalamanku,,

DPT Tidak Panas (yang diterima Aisyah)
adalah injeksi imunisasi DPT yang rendah atau bahkan samasekali tidak memberikan efek panas atau demam pada anak.

Vaksin yang diberikan?
Vaksin DPT yang berdiri sendiri, hanya berisi vaksin DPT murni, biasanya jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin yang  salah satu unsur proteinnya telah dikurangi sehingga efek panas yang ditimbulkan juga akan lebih ringan atau bahkan tidak panas samasekali.

Biaya untuk DPT tidak panas?
Pada waktu itu (2010) Aisyah mendapat imunisasi DPT tidak panas dari seorang dokter anak di sebuah rumah sakit dengan biaya sekitar 400 ribu rupiah.

Yang memberikan?
Vaksin DPT yang tidak panas biasanya hanya bisa diberikan oleh dokter anak karena harganya yang tidak murah sehingga tidak semua bidan menyediakan.

Efek terhadap anak?
Pada waktu itu Aisyah sama sekali tidak panas. Jadi, tidak perlu repot meminumkan penurun panas.

Kaitan dengan imunisasi lainnya?
Karena vaksin ini berdiri sendiri (DPT murni) maka untuk memenuhi kebutuhan imunisasi dasar lengkap, Aisyah harus menerima lebih banyak injeksi imunisasi. Kalau tidak salah waktu itu Aisyah harus diinjeksi imunisasi sebanyak 8-9x sampai imunisasinya dinyatakan lengkap.

DPT Panas (yang diterima Luthfi)
adalah injeksi imunisasi DPT yang dapat menimbulkan efek samping berupa panas atau demam pada anak, bergantung pada kondisi masing-masing anak.

Vaksin yang diberikan?
Untuk DPT panas, menurut penuturan bidan di posyandu, jenis vaksin yang diberikan adalah vaksin pentabio yaitu vaksin yang berisi DPT, HB, dan Hib sekaligus. Jadi vaksin untuk Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan sekaligus untuk sejenis radang selaput otak yang disebabkan bakteri Haemophilus Influenzae type b (Hib).

Biaya untuk DPT tidak panas?
Biayanya adalah GRATIS. Tidak berbiaya samasekali. Disediakan oleh pemerintah dan dapat diperoleh di posyandu terdekat sesuai tingkatan usia bayi.

Yang memberikan?
Karena Luthfi imunisasinya di posyandu, jadi yang memberikan adalah bidan desa setempat yang bertugas.

Efek terhadap anak?
Beberapa hari yang lalu, setelah Luthfi menerima injeksi pentabio, Ibu Bidan menyertakan juga 2 tablet penurun panas. Setelah sampai rumah, 1 bagian dari penurun panas (1 tablet dibagi 4 untuk Luthfi dengan usia 2,5 bulan, berat badan 6,5kg) harus segera diminumkan. Selanjutnya, 1 hari 3x selama masih panas atau tiap 4 jam sekali apabila panas tinggi.

Akupun mengikuti anjuran Ibu Bidan dan hasilnya Luthfi panasnya rata-rata 37-38 derajat dan hanya satu malam saja. Setelahnya, alhamdulillah Luthfi baik-baik saja. Karena memang efek yang diterima anak akan berbeda-beda tergantung pada kondisi masing-masing anak.

Kaitan dengan imunisasi lainnya?
Karena vaksin yang diberikan adalah vaksin pentabio yang sekaligus berisi beberapa imun, Luthfi tidak perlu menerima banyak injeksi seperti Mbak Aisyah dulu. Menurut Ibu Bidan, paling banyak Luthfi hanya akan menerima 5 atau 6x injeksi imunisasi saja sampai imunisasi dasarnya dinyatakan lengkap.

Nah, itulah pengalaman tentang imunisasi DPT pada kedua anakku. Mohon dimaklumi apabila ada beberapa istilah medis yang kurang benar penulisannya, karena memang bukan dari kalangan dunia medis. Tetapi berusaha untuk memberikan penjelasan sejelas mungkin. Tulisan ini hadir dari pengalaman pribadi untuk menjawab banyaknya pertanyaan  tentang DPT Panas vs DPT Tidak Panas, Pilih Mana? So, silakan dipilih sendiri 🙂

Semoga bermanfaat.

With Love,
Bunda Aisykha_Rasyid

Thank You for reading. May Allah always giving you and your family all the best 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “DPT Panas vs DPT Tidak Panas, Pilih Mana?

  1. Hi Tita, salam kenal.. Tks udah follow blog saya.. Anak saya 10 bulan umurnya, semua imunisasi dilakukan oleh bidan di Puskesmas terdekat dan tentu saja dapatnya DPT panas, tapi dia tidak demam.. Jadi pada akhirnya memang benar tergantung kondisi tiap anak..

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s