4 Jenis Online Shop Berdasar Cara Berbelanja

​Dear all,

Belanja online

Sepertinya hampir semua orang pernah belanja secara online. Menjamurnya online shop baik yang berdiri sendiri atau yang masuk dalam portal belanja, memudahkan siapa saja yang ingin berbelanja secara online.

Aku sering sekali belanja online. Menurutku, belanja online itu lebih praktis, lebih mudah, dan lebih murah. Bagaimana tidak? Aku tinggal di kota kecil, tidak semua jenis barang tersedia di toko-toko di kotaku. Kalaupun ada, harganya bisa lebih mahal. Selain itu, cara online memperbolehkan kita melihat-lihat semua jenis barang yang kita butuhkan di masing-masing online shop tanpa ada kewajiban harus beli alias window shopping aja.

Window shopping boleh banget. Dan ngga bakalan ditimpuk pake sandal sama pelayannya😀😁. Berbeda kalo kita ingin membeli sesuatu di toko atau di pasar, kalo cuma window shopping aja dan akhirnya tidak jadi beli karena barang yang kita cari tidak ada atau harganya terlalu mahal, siap-siaplah dengan muka garang pelayannya😁

Sejauh pengalamanku berbelanja secara online😁aku bisa membedakan online shop berdasar cara belanjanya menjadi 4 jenis. Inilah 4 jenis online shop berdasar cara belanjanya.

1. Online Shop Friendly

Jenis online shop ini bisa kita temukan dari berbagai sosial media seperti facebook atau instagram. Penjual biasanya perorangan alias rumahan. Biasanya dihandle sendiri atau bisa juga dibantu dengan beberapa cs (costumer service). Ada grup-grup yang dibuat di sosial media untuk memudahkan customer memilih barang.

Aku sebut friendly karena kita feel free to ask about anything. Tinggal chat secara pribadi melalui kontak yang tertulis di sosial media. Kita pun bisa bertanya tentang detail barang yang akan kita beli terlebih dahulu untuk memastikan barang tersebut sesuai dengan yang kita kehendaki. Penjual atau cs nya menjawab dengan baik apa saja pertanyaan dari kita.

Kalau sudah jadi langganan, friendly online shop ini bisa jadi seperti teman sendiri. Lebih akrab dan manusiawi😀Bahkan kita juga bisa minta diskon😉 Layaknya penjual dan pembeli yang riil.

Eits tapi, jangan trus cuma tanya-tanya aja yaa. Sebelum bertanya atau mulai chat dengan penjual, pastikan dulu kalau kita memang berniat membeli barang tersebut. Jangan php apalagi hit n run, yes😉 Belanja online juga ada etika dan aturannya.

2. Online Shop Format Order

Jenis online shop ini juga bisa kita akses dari berbagai sosial media yang kita miliki. Penjualnya bisa jadi masih industri rumahan, tapi biasanya sudah skala besar. Followernya banyak, barang yang dijual laris manis bahkan rebutan. Dan traffic chatnya bisa sampai ribuan dalam sehari.

Online shop yang begini ini biasanya langsung meminta kita untuk order sesuai dengan format order yang mereka buat. Semua detail dan harga barang sudah disertakan dengan jelas ketika upload foto. Kita tinggal baca caption nya, kemudian order sesuai format yang mereka buat. Masing-masing kontak sosial media dihandle oleh cs yang berbeda. Jadi, jangan double order😁 Cukup pilih satu kontak dan order, lalu tunggu sampai ada balasan.

Kesempatan kita untuk bertanya tentang detail barang bisa dibilang tidak ada yaa😀Karena banyaknya chat yang masuk, biasanya mereka akan mendahulukan membalas yang order sesuai format. Atau malah hanya akan membalas chat yang sesuai format saja. Yang tidak sesuai akan dibiarkan hingga berhari-hari😁 Jangan kaget, kalau ada yang seperti itu yes😁This is online shop, guys😉 Anything can be happen😊It depends on the owner😉

3. Web Online Shop

Web online shop ini adalah toko online yang berwujud website. Biasanya online shop seperti ini ada yang bisa diakses dari sosial media, tapi ada juga yang hanya berupa situs web saja.

Perlu ketelitian dengan online shop yang berwujud web murni, tanpa dukungan sosial media lain. Karena kita sama sekali tidak dapat melihat reputasi dan history si penjual. Kita hanya bisa tau dari apa yang mereka tampilkan di web saja. Seperti kepemilikan, alamat toko, review produk, dan yang terpenting testimoni pembeli. Pelajari dengan baik dan coba juga telusuri eksistensi web online shop tersebut di browser agar lebih meyakinkan😀

Berbelanja melalui web online shop juga tidak seperti berbelanja di toko online biasa. Coba bukalah “cara belanja” di web tersebut dan pelajari sebelum benar-benar order. Karena setelah kita fix order kita akan berhadapan dengan sistem yang tidak bisa kita tanyai😁

Biasanya disediakan juga fitur chat dengan cs, tetapi kita tidak bisa fix order di situ. Kita tetap harus fix order dengan sistem yang telah disiapkan. Termasuk juga jenis pembayaran dan konfirmasi pembayaran. Sering-seringlah kita cek email, karena perkembangan order kita akan dikirim melalui email.

Masing-masing web online shop mempunyai sistem dan cara belanja yang berbeda-beda ya😀 Jadi, sebelum fix order, pelajari dengan detail, mulai dari reputasinya, hingga konfirmasi pembayaran. Agar tidak menyesal di kemudian hari😉

4. Mall Online

Layaknya mall di dunia nyata, mall online adalah kumpulan online shop dalam satu situs belanja. Diantara sekian banyak portal belanja online, aku dan suami sudah beberapa kali memanfaatkan 2 diantaranya, yaitu Tokopedia dan Sophee.

Sebelum kita berbelanja kita dapat melihat reputasi masing-masing online shop yang ada di dalamnya. Seberapa cepat respon penjual, berapa persentase pengiriman barang, dan terpercaya atau tidak, semuanya ditampilkan dengan jelas. Kita tinggal membaca dengan teliti dan siap-siap berbelanja😀 

Dua portal belanja tersebut menggunakan rekening bersama untuk tujuan transfer. Selama belum ada konfirmasi penerimaan barang, uang yang kita transfer masih berada di rekening bersama. Selain itu, setelah pembayaran diverifikasi, penjual diharuskan menyelesaikan kewajiban mereka untuk mengirim barang sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir👍

Untuk Tokopedia, apabila terjadi keterlambatan, pemesanan otomatis dibatalkan oleh sistem dan uang yang sudah kita transfer akan kembali menjadi deposit di akun kita. Tinggal kita yang memilih, akan dibelanjakan lagi atau ditransfer kembali ke rekening kita. Untuk Shopee, ada semacam perpanjangan garansi jika sampai tanggal yang ditetapkan kita masih belum menerima barang yang kita beli. Dan selama perpanjangan garansi tersebut, kita bisa mengajukan pengembalian dana kita.

Dari pengalaman berbelanja di dua mall tersebut, menurutku berbelanja dengan cara seperti ini jauh lebih aman. Untuk yang tidak terbiasa, memang terlihat agak ribet, lagi-lagi kita hanya akan berhadapan dengan sistem. Meskipun disediakan juga fitur chat pribadi dengan masing-masing pemilik toko. Tetapi, jangan sampai order melalui chat pribadi, ya😊 Tetaplah order melalui sistem yang disediakan. Dengan begitu, keamanan uang yang kita transfer akan tetap terjaga sampai barang benar-benar sampai di tangan kita. Itu nilai lebihnya😉

Nah, itulah 4 jenis online shop berdasar cara belanjanya. Ada banyak pilihan, ya? Bagaimana? Jadi makin tertarik berbelanja online?

Tetap berhati-hati ya, sebelum berbelanja online😀 Jadilah good buyer, dengan tidak php dan hit n run. Dan untuk para seller, jadilah good seller dengan terus menjaga kepercayaan para buyer😉

Selamat ber-online ria😀😀😁😁

Semoga bermanfaat.

With love,

Tita

Iklan

2 pemikiran pada “4 Jenis Online Shop Berdasar Cara Berbelanja

  1. Ping-balik: Persamaan dan Perbedaan Bebiluck Kaleng Hijau dengan Nayz Bebiluck | Tita Kurniawan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s