Tips Agar Kakak Tidak Cemburu pada Adik

​Dear all,

How’s today?

Sudah lama sepertinya, aku ngga cerita tentang dua krucilku yang alhamdulillah cantik dan ganteng😊 Aisyah, yang pertama, sudah mau 6 tahun dan Luthfi, yang kedua, sudah mau 8 bulan. Duo kiddos ini makin menggemaskan, makin bikin geregetan😀 Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah.

Sejak Luthfi lahir, aku pun harus pandai-pandai membagi waktu, membagi rasa, dan membagi perhatian untuk Aisyah dan Luthfi. Bukan apa-apa, sih, tapi sejak punya adik, Aisyah mulai agak jeles. Mulai sensitif dan lebih manja. Maklum, 5 tahun sendiri saja tanpa saudara, apa-apa sendiri, semua perhatianku dan Abi juga hanya untuk Aisyah sendiri. Tapi, sekarang Aisyah harus mulai berbagi dengan saudara. Berbagi dalam segala hal. Harus mulai belajar mengalah juga untuk adiknya.

Namun, hal itu tidak semudah membalik telapak tangan😀 Aisyah anak yang imajinatif, kritis, dan peka perasaannya. Banyak hal yang belum terlalu dimengerti oleh anak seusia Aisyah. Kita sebagai orang tua juga harus berusaha membantu agar Aisyah tidak merasa “tersaingi” dengan kelahiran adiknya.

Untuk itu, berdasarkan apa yang aku alami, aku pun mulai belajar mengenali kedua anakku. Diantara waktuku yang memang tidak bisa full day di rumah membuat aku agak kesulitan. Diantara emosi dan kelelahanku terkadang aku juga pernah khilaf. Tapi aku terus belajar. Mencoba menyelami keduanya dan mulai menemukan solusi-solusi untuk permasalahan yang aku hadapi. Aku pun kemudian punya tips untuk Bunda-bunda yang kebetulan punya masalah yang sama denganku. Nah, berikut tips agar kakak tidak cemburu pada adik 😊

Pertama, kenalkan Sang kakak sejak adiknya masih dalam kandungan. Beritahu Sang kakak tentang keberadaan Sang calon adik. Beri pengertian positif pada Sang kakak agar mulai mengenal apa itu adik, apa itu saudara😊

Setelah Sang adik lahir, beri Sang kakak waktu kebersamaan bersama adiknya. Biarkan Sang kakak bercengkrama dengan adiknya, membelai, memeluk, atau mencium adiknya. Saling mengenal, bercanda bersama agar terjalin ikatan batin yang kuat diantara keduanya.

Kedua, berusahalah untuk memberi perlakuan yang adil pada keduanya, Sang kakak maupun adik. Memang agak susah, ya. Apalagi saat Sang adik masih bayi dan benar-benar membutuhkan Bundanya. Tetapi, Sang kakak juga tetap butuh perhatian kita juga, bukan? Untuk itu, bekerjasamalah dengan Ayah. Kalau kita sedang sangat sibuk dengan adik, biar Ayah yang menangani Sang kakak. Bergantianlah, jangan sampai Sang kakak hanya merasa jadi anak Ayah 😀

Ketiga, sesibuk apapun kita dengan Sang adik, tetap berusahalah untuk memiliki “quality time” dengan Sang kakak. Sediakanlah waktu untuk sekedar mendengar ceritanya, melihat hasil gambarnya, atau menepuk-tepuk punggungnya. Percayalah, ini akan sangat berarti untuk Sang kakak. Karena Sang kakak sudah mulai bisa berfikir dan sudah mulai peka perasaannya.

Keempat, pujilah anak-anak dengan cara yang sama. Ini sepele, ya. Tapi, ini juga penting. Jadi begini, satu kali aku pernah memanggil anak lelakiku, “Anak Bunda ganteng pinter”. Ketika itu Aisyah berada di dekatku, spontan Aisyah pun tiba-tiba berujar, “Mbak Icha nggak?” 😀 “Oh,,!” Akupun agak tersentak. Dan sejak saat itu, aku mulai memuji kedua anakku dengan cara yang sama. Ketika aku panggil anak lelakiku ganteng, akupun juga memanggil anak perempuanku cantik. Begitu seterusnya.

Kelima, berusahalah mengontrol lingkungan yang terkesan membandingkan anak kita. Sudah pernah aku tulis di sini, ya😉 Dan benar-benar aku alami sendiri. Cobalah dengan mengalihkan perhatian anak dari orang-orang yang hobinya membadingkan, pindah tempat, atau tertawa saja😀

Hal seperti ini sering terjadi. Terlebih pada kedua anakku, yang kebetulan berbeda postur. Aisyah ramping dan Luthfi agak berisi. Aisyah juga kritis, suka berbicara dan bercerita panjang lebar. Lingkungan seperti saudara, tetangga, teman, atau kenalan seringkali membandingkan Aisyah dan Luthfi.

Kalau sudah dibandingkan, Aisyah pasti akan berubah raut wajahnya. Untuk itu, kita jangan diam saja. Kalau kita tidak bisa mengontrol lingkungan yang seperti itu, berilah penjelasan pada Sang kakak, kalau di mata Ayah Bundanya, kakak dan adik sama. Tidak berbeda. Jangan malah memperkeruh suasana dengan membenarkan pendapat orang lain, ya😞

Misalnya begini, “Eh si kakak kurus, buat adiknya semua ini badannya.” Lalu kita malah bilang, “Eh iya nih, ngga mau makan sih kakaknya.” Ha ha ha please, jangan ya, Bunda😉 Hal itu akan berubah menjadi bumerang untuk anak kita. Karena kita sendiri yang mengatakan, justru akan memperberat beban Sang kakak. Jadi, berusahalah mengendalikan lingkungan. Jika tidak bisa, please jangan menambah beban Sang anak dengan mengamini saja pendapat orang lain di depan Sang anak 😉

Keenam, ini tambahan, ya. Sometimes,😊 “sometime” ya, berikan pengakuan terhadap keberadaan Sang kakak yang terlahir lebih dahulu. Misalnya, ketika mandi, Sang kakak mandi terlebih dahulu baru adiknya. Bentuk pengakuan semacam ini bisa menumbuhkan rasa percaya diri dari Sang kakak. Bahwa dia diakui sebagai anak yang lebih tua. Meskipun dikemudian hari tak jarang kita akan memintanya untuk lebih mengalah dari adiknya. Anggap saja pengakuan tersebut sebagai kompensasi karena kita juga tak jarang memintanya untuk mengalah pada adiknya. Terasa lebih adil, bukan? 😀

😀 Itulah, beberapa tips agar kakak tidak cemburu pada adik yang aku selami sendiri dari kedua buah hatiku. Tulisan ini juga menjadi “reminder” bagiku agar aku bisa terus istiqamah pada kedua buah hatiku😀

Semoga bermanfaat.

With Love,

Tita

Iklan

4 pemikiran pada “Tips Agar Kakak Tidak Cemburu pada Adik

  1. Tips yg hebat nih, sembari mengingatkan buat bunda & juga ayahnda…yang mempunyai buah hati 2 atau lebih, bahwa ada sosok ‘kakak’ yang kebanyakan terlewatkan kasih sayang, perhatian…bahkan pelampiasan emosi….karena kehadiran si adik. ‘Nice share’ bund.

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s