Kuliner Kudus : District 5

Dear all,

 

Hai again😉

Jangan bosen😉 Karena aku mau cerita tentang #kulinerkudus again😁 How many kedai, resto, or cafe yang menjamur di kotaku ini?😁 Banyak buanget, temans! Aku baru me-review,,mungkin hanya sepertiganya aja😊

 

Dan, untuk yang kali ini adalah saran dari mantan murid, sekarang ya jadi teman😀 yang juga salah satu “email follower” blog ini😉 Mungkin karena menyadari juga bahwa mantan guru lesnya yang cantik ini [haiish] 😁lagi ketagihan “ngafe”😁 Kebetulan lagi pengen ngajak Abi “nge-date” pulang kantor😁 Karena tidak semua kafe, kedai, resto, atau bistro sudah buka dari siang. Tempat ini sudah buka dari jam 11 siang dan tutup jam 10 malam.

Abi nya juga setuju kita mau “berduaan” di sini for a moment. Karena eh karena, kita bisanya “nge-date” juga cuma pas jam pulang kantor. Sekalian refresh, ngadhemin otak😀Sebelum ngumpul sama our lovely kiddos yang lagi nungguin di rumah. Jadi, kita emang ngga bisa lama-lama😊I’m sorry my dearest n kindest kiddos😳 ditinggal di rumah dulu, yaa😚 We laff U as always😚

Okey,,fokus!😀 Tempat ini sebenarnya sih lumayan jauh dari rumah atau dari kantor. Tapi, tak apalah. District 5 ini bisa dibilang bersebelahan dengan toko donut kesayangan Mba Aisyah.

 

Baca juga : Donut Kentang, Rasa Beda Beda Rasa

 
Tempatnya tenang dan luas banget. Ada dua lantai, lantai satu dan lantai dua. Tinggal pilih mau yang mana. Aku dan Abi pilih lantai satu aja. Kami pun lalu dihampiri oleh dua orang waitres, ya. Kayaknya yang pake baju item putih baru training, masi agak kaku gitu ngomongnya😁 But, its okey lah😊

 

Kamipun lalu memesan makanan dan minuman. Ini nama-nama makanan dan minumannya lucu-lucu sekali😁 Bento Pokoke Ono, Bento Ikki Ono, Nasgor “bimbang”, Sego “yang terlupakan”, Sego Bowl “beri aku arti” dan Hiiiii Sundol Bolong😁 Lucu-lucu, kan. Cocok buat yang pada baper-an😉

 

Nama menu yang lucu-lucu

Aku pun penasaran dengan Bento Ikki Ono😁 Kayaknya sih namanya Jappanese but its really Javanesse😂😁 Iki Ono [Jawa] means “Ini ada”😀Aku juga pesan Chocolate Tiramisu, penasaran dengan rasanya, karena dibuku menunya ditulisnya nantangin. Terjemahkan sendiri rasanya setelah nyobain, gitu lah kurang lebih😀 Gokil banget, kan😊

 
Trus, Abi pesen coklat panas. Biasalah Abi ini, klise banget. Coklat panas everywhere😁 Awalnya sih, Abi nyari-nyari pisang bakar atau pisang apa gitu, favoritnya, mainstreamnya Abi banget. Tapi, ternyata tidak ada sodarah😀Jadilah Abi pesan roti bakar silverqueen😁 Penasaran juga ama rasanya. Okey done, dan kami pun menunggu, sambil berduaan😉Ciieeee berduaan😁 E tapi kan halal😜 Sambil mengamati ini tempat yang luas sekali.

 
Menurutku, ini tempat yang unik banget. Ketika aku masuk tadi, awalnya sih biasa aja. Tapi begitu aku duduk dan mulai mengamati bagian demi bagian. Ini tempat tuh pakai prinsip 3 R beneran, deh. Reduce, reuse, recycle😉

 

Meja kursinya rata-rata produk tempo dulu, ya. Tapi, setelah aku perhatikan lebih detail lagi, ternyata ada juga meja yang kaki-kakinya itu dari kaki mesin jahit😁 Kursinya dari kursi-kursi pertemuan jadul yang terbuat dari bahan seng yang harusnya udah pada karatan. Kemudian dicat warna-warni dan jadi terlihat eye cathcy banget. Dua jempol buat ide-ide uniknya😁

Abaikan selfinya 😊 Ada layar besar buat nobar di lantai bawah

District 5 juga melengkapi tempatnya dengan wifi yang bisa diakses langsung. Paswordnya tanya waitresnya ya, pasti dikasih😉 Ada juga layar besar di dinding belakang lantai satu yang pastinya bisa banget buat acara nobar dan lain-lain. Didukung tempat yang luas,  District 5 ini juga cocok untuk berbagai acara yang mendatangkan banyak orang😁

Coklat panas dan Tiramishu yang bikin penasaran

Beberapa menit menunggu, minuman kami pun datang. Aku pun langsung nyerutup chocolate tiramisu yang dari tadi bikin penasaran😀 Dan ternyata rasanya, heemm nyummy,,enak,,legit, harum tiramisunya, nice sekali😋 Lalu, coklat panas Abi, kata Abi lebih enak kalau tidak diaduk. Lebih ringan😊 Kalau diaduk kata Abi terlalu “nyedak”😀

 

Sudah incip-incip minumnya, makanan pesanan kami pun datang, Bento Ikki Ono. Pengen ketawa pas “bento” ini datang😁 Tempatnya yang bikin Abi geli. Sama persis kayak tempat makan waktu Abi masi sekolah kedinasan dulu😁 Memori-memori lama Abi tentang tempat makan ini mungkin jadi meletup-letup lagi, ya😁

Ini nih,, Ikki Ono Bento

Aku lebih heran lagi, ini “bento” juga ikut-ikutan unik. Awalnya dalam pikiranku “bento” itu seperti pada umumnya. Nasi dikotak makan boks berisi macam-macam makanan dan salad. Ternyata yang keluar, ini “bento” ala-ala Jappanese dengan nama Javanesse dan isinya makan Indonesia banget😀 Isinya ya, nasi putih, chicken bumbu teriyaki, nugget, scramble egg, mie goreng dan kering tempe, ditambah krupuk. Indonesia banget, kan?😁

 
Chicken teriyakinya, pake bumbu kayak ada rasa jahe-jahenya gitu, dan ada taburan wijennya. Berasa sekali bumbu Indonesianya. Lalu, scramble eggnya menurutku kurang salty ya, tawar aja rasanya. Mie instan goreng sebenernya makanan kesukaanku, tapi mie goreng ini, aku kurang suka, puedes sangaath😭 Cabai merahnya mendominasi🔥 Kalau kering tempenya, samasekali memang aku kurang suka😀 Udah dari sononya kurang suka tempe😁 Cuma suka tempe kalau digoreng aja😉 But, overall, Bento Ikki Ono ini nano-nano sekali😀

 

 

Roti Bakar Silverqueen

Pesanan terakhir kami, RotBak Silverqueen, punya Abi. Rotinya tebel😁 Abi udah mikir-mikir bakalan habis apa ngga😊 Karena tebel, jadi rotinya kurang crunchy, kurang krenyes😁 Tapi, pertanyaan Abi berikut ini gantian bikin aku geli😀 “Silverqueennya mana?” Ha ha ha ya di dalam rotinya lah Abi😊 Kirain Abi silverqueen nya keliatan di atasnya ato dimana gitu😀 Roti bakarnya tebel banget, silverqueennya tipis aja di dalamnya. Jadi, rasa silverqueennya tenggelam di dalam ketebalan rotinya😊 Alias kurang banyak silverqueennya😁😊 Mau ngomong gitu aja pakai muter-muter dulu😁 Agak disayangkan, sih😁

 
Udah kelar makan, bagaimana harganya? Di sini harganya so so, lah😉 Nyari yang tiga ribuan ada, yang puluhan ribu juga ada😊 Banyak pilihan, sih. Tinggal lagi pengen yang mana, dan inget-inget di dompet ada doku berapa? 😁 Biar pas, ngga perlu ninggal KTP atau nyuci piring dulu😜

So, penasaran ini tempat adanya dimana? Udah terkenal, juga sih😀 Datang aja ke District 5, Jalan Museum Kretek, Getas Pejaten, Kudus. Enjoy it😉

 
Semoga bermanfaat.

 

 

With love,

Tita

Iklan

10 pemikiran pada “Kuliner Kudus : District 5

  1. Ooh, namanya district 5. Awal baca kirain di Kudus daerahnya dibagi berdasarkan distrik. Pakai distrik nomor kayak di Vietnam gitu. Ternyata nama cafe y. Sekarang makin menjamur memang Mbak cafe2 lumayab buat hangouts.

  2. Kudus juga ternyata punya tempat makan kekinian ya 😀 Enak kalau ada tempat makan yang bisa dijadiin alternatif kalau bosen masak dirumah hihihi. Next time kl ke Kudus maen2 ah kesiniii..

  3. Wah nggak percaya kalau di kota kecil macam Kudus ada tempat makan dan nongkrong yang kece dan menurut aku instagramable banget nih. Kalau ada kesempatan ke Kudus mau mampir aahhh kesini.

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s