5 Sebab Anak Susah Gemuk

Dear all,

Aisyah, putri pertamaku berpostur langsing, ramping, sedangkan Luthfi, putra keduaku memang lumayan bongsor. Entah mengapa Aisyah memang agak susah gemuk. Berat badan Aisyah di bawah rata-rata berat badan anak seusianya. Aku pun kemudian berusaha mencari tahu, sabenarnya, apa sebab anak susah gemuk?

Aku juga sudah pernah berkonsultasi dengan DSA tentang Aisyah ini. Aisyah makan, iya makan bergizi, jarang makan snack-snack yang dijual di pasaran. Masih minum susu pertumbuhan pula, sehari dua kali. Tetapi, tak kunjung berisi juga badannya. Padahal, berat badan anak seusia Aisyah, sekarang hampir 6 tahun, idealnya naik 1-2 kg setiap tahunnya.

Karena sejujurnya, postur tubuh ramping a.k.a kurus 😊 punya sisi positif dan negatif. Positifnya, tidak obesitas 😀 jelas. Ngga perlu susah payah ngurusin tubuh kayak Undanya 😀 Tapi negatifnya, daya tahan tubuhnya bisa jadi kurang bila dibanding dengan yang bertubuh padat berisi.

Untuk dapat menemukan solusi yang tepat, sebab anak susah gemuk harus diketahui terlebih dahulu. Dari situlah aku mulai mengenali, sebenarnya apa saja sebab anak susah gemuk. Aku pun kemudian dapat merangkum, antara lain ada 5 sebab anak susah gemuk. Berikut hasil rangkumanku dari berbagai sumber.

1. Faktor Genetis

Faktor genetis atau keturunan punya andil terhadap gemuk atau tidaknya seorang anak. Meskipun bukan faktor utama, tetapi genetis seorang anak memang bergantung pada kedua orang tuanya. Orang tua yang cenderung kurus, bisa jadi menurun pada anaknya. Meskipun, faktor lingkungan seperti gaya hidup dan pola makan juga akan berpengaruh.

Untuk kasus putriku, Aisyah, bisa jadi postur tubuh rampingnya diperoleh dari Abinya. Rata-rata saudara kandung Abi berpostur tinggi ramping. Abi mendapat postur rampingnya ini dari Bapak, Kakungnya Aisyah. Jadi, rampingnya Aisyah bisa jadi menurun dari keluarga Abinya.

2. Susah Makan atau Picky Eater

Sometimes, anak berada pada posisi dimana ia menyukai satu makanan dan maunya ituu teruus dan tidak mau diganti yang lain. Atau menjumpai makanan baru yang belum pernah dimakan sebelumnya. Atau menemukan bahwa sayuran itu rasanya hambar, aneh, dan tidak gurih samasekali. Ketika itulah, anak menjadi picky eater atau memilih-milih makanan. Bila keterusan, kesannya anak jadi susah makan.

Baca juga : Mau [Lagi], Bun! Dan [Lagi]

Iyah! Inilah salah satu sebab anak susah gemuk. Anak terlalu pemilih. Jadi, ketika anak tidak menemukan makanan yang ia sukai, ia menjadi malas makan. Asupan gizi yang masuk ke tubuh pun jadi tidak seimbang. Nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak tercukupi. Akibatnya, metabolisme anak terganggu. Anak pun menjadi susah gemuk.

3. Menderita Penyakit/Kelainan Tertentu

Sebab lain yang memungkinkan anak menjadi susah gemuk adalah sedang sakit atau mengalami kelainan tertentu. Sebagai contoh, sakit yang paling cepat membuat berat badan anak menurun adalah batuk. Beberapa kali aku menjumpai ini pada kedua buah hatiku. Batuk yang lebih dari 3 hari, disertai dahak pula, membuat anak susah tidur dan susah makan. Itulah yang menyebabkan berat badan anak susah naik atau cenderung turun.

Sakit lainnya yang juga dapat membuat anak susah gemuk adalah flek atau paru-paru basah pada anak. Konsumsi obat rutin selama beberapa bulan dapat memengaruhi psikis anak. Akibatnya, nafsu makan anak pun berkurang. Asupan gizinya jadi tidak seimbang. Akibatnya anak pun menjadi susah gemuk.

Ada lagi yang juga bisa berpengaruh terhadap berat badan anak, yaitu karies pada gigi. Apa hubungan karies gigi dengan anak susah gemuk? Ada! Ini ceritaku.

Aisyah ini mempunyai sedikit permasalahan terkait dengan makanan. Bukannya tidak doyan makan, tetapi sudah beberapa tahun terakhir ini, Aisyah jadi lumayan bermasalah makannya sehingga kekurangan protein dalam asupan makanannya. Penyebabnya, gigi Aisyah bagian atas mengalami karies gigi parah yang menyebabkan ia tidak dapat mengunyah berbagai jenis daging dan sayuran dengan sempurna.

Dokter gigi tempatku berkonsultasi belum dapat melakukan apa-apa karena Aisyah baru berusia 6 tahun dan giginya masih gigi susu. Aisyah pun jadi malas mengunyah daging atau sayuran berserat meskipun sudah dicicang halus. Karena karies gigi itulah,  berat badan Aisyah jadi susah bertambah.

4. Kekurangan Albumin

Albumin adalah salah satu bagian dari protein plasma darah yang memiliki banyak peran. Albumin bahkan menempati bagian terpenting dalam struktur plasma darah. Bergantung pada manfaat dan kadar albumin yang terkandung di dalam darah. (deherba[dot]com)

Kekurangan protein albumin dalam tubuh anak dapat menyebabkan nutrisi tidak dapat diedarkan dengan baik ke seluruh tubuh. Jadi, meskipun anak sudah banyak makan, makan yang bergizi pula, tetapi tubuhnya tidak kunjung berisi atau gemuk. Pertumbuhan dan perkembangan otak anak bisa juga terganggu. Karena itu, kadar albumin dalam tubuh anak harus tercukupi.

Kebutuhan akan albumin salah satunya dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi ikan gabus. Ikan gabus memiliki kandungan unik berupa protein albumin. Ikannya lembut dan mudah dicerna. Jadi, bisa aku bilang, ikan gabus ini juga dapat menjadi terapi atau suplemen untuk penambah berat badan anak 😀 Tapi, usahakan jangan digoreng, ya 😉

Baca juga : 5 Ikan Bergizi Tinggi untuk Anak

5. Cacingan

Kebiasaan anak yang sepele tapi sering terlupakan adalah cuci tangan setiap selesai beraktivitas. Cuci tangan dengan sabun minimal 30 detik dapat membantu mengurangi atau membunuh bakteri atau bahkan cacing yang akan masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kebiasaan memakai sandal atau sepatu juga penting, agar anak terhindar dari cacing yang berukuran mikro masuk ke dalam tubuh melalui telapak kaki anak.

Mengapa? Karena cacing adalah parasit dalam tubuh. Cacing ini akan memakan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak. Sehingga nutrisi tidak sempat beredar ke seluruh tubuh. Akibatnya, cacingnya menjadi gemuk 😊 tetapi tubuh anak tidak dapat bertambah berat badannya. Tubuh anak tidak mendapat cukup nutrisi untuk bertumbuh dan berkembang. Dalam kondisi tertentu, cacing juga dapat menjadi parasit yang sangat berbahaya. Oleh sebab itu, jangan sampai lupa untuk memberi anak obat cacing setiap 6 bulan sekali. Agar terhindar dari cacingan.

Itulah 5 sebab anak susah gemuk yang aku rangkum dari berbagai sumber. Sumber utamaku adalah kedua buah hatiku, Dokter Spesialis Anak (DSA) nya anak-anak, dan Dokter Gigi keluarga kami. Menemukan penyebab anak susah gemuk adalah awal untuk menemukan solusi yang tepat untuk anak. Jangan lupa, selalu berkonsultasilah dengan dokter agar mendapat terapi yang tepat.

Semoga bermanfaat.

With love,

Tita

Iklan

9 pemikiran pada “5 Sebab Anak Susah Gemuk

  1. Anakku malah kegemukan, mba..,. hehehehe…
    Soalnya ngemilnya pisang sama roti.
    Belum masuk obes sih tapi kasian juga kalau dia pas lari-larian jadi cepat capek. Dan jadinya kurang lincah.

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s