Museum Kereta Api Ambarawa

Dear all,

Sebenarnya ini ceritaku beberapa waktu lalu ketika mengikuti wisata sekolah gadis kecilku, Aisyah. Tadinya juga mau ditulis, tapi karena satu dan lain hal, belum jadi ketulis😁 Sekarang mumpung sedang ikut challenge #1bulan1museum 😊 Moment ketika aku dan Aisyah berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa, aku jadikan tulisan pembuka 😉


Kami bersama rombongan sekolah datang dengan 7 bus besar. Ketika sampai di area museum, bus-bus kami cukup kesulitan mencari tempat untuk parkir. Bukan karena tidak ada tempat parkir, ya. Tapi, lebih karena bus kami berukuran besar, dan jalan di depan museum cukup sempit, jadi susah memasuki gerbang masuk area parkir museum yang sebenarnya sudah terbentang luas. Akhirnya, semua bus pun parkir di area luar museum. Kami kemudian bersama-sama berjalan kaki masuk menuju museum.

Sampai di museum, suasana cukup sepi, karena kami datang pada hari Kamis. Kamipun masuk ke area museum bersama-sama. Sepanjang jalan masuk museum, aku dan Aisyah melalui koridor yang cukup panjang. Di sepanjang koridor kiri kami, berjajar kereta-kereta tua berwarna hitam legam. Sedangkan di sebelah kanan kami adalah dinding sejarah.

Di sebelah kiri, berjajar kereta api tua yang masih sangat terawat

Iya, aku menyebutnya dinding sejarah. Atau tepatnya dinding sejarah perkeretaapian di Indonesia. Di dinding tersebut ditulislah sejarah kereta api di Indonesia, lengkap dengan foto-foto dan bukti sejarah lainnya. Dari dinding tersebut, kita dapat mengetahui bagaimana perkembangan perkeretaapian di Indonesia. Mulai dari gagasan kereta api pertama di tahun 1840 hingga sekarang.

Tahun 1840 gagasan kereta api pertama muncul di Indonesia
Dinding ini bercerita tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia

Setelah melalui koridor sejarah yang panjang tersebut, sampailah kita di stasiun Ambarawa. Stasiun Ambarawa sendiri beroperasi sejak tahun 1873 dan resmi ditutup pada tahun 1976. Meskipun demikian, setiap akhir pekan atau hari libur Nasional, kita tetap bisa menikmati kereta wisata reguler dari stasiun Ambarawa ini. Melalui persawahan dan rawa pening dengan pemandangan yang mengagumkan tentunya.

Stasiun Ambarawa beroperasi sejak tahun 1873

Kita juga bisa menyewa kereta uap yang sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga kereta api uap yang tersisa di seluruh dunia. Dua kereta uap yang lainnya berada di India dan Swiss. Atau ada juga kereta diesel berkapasitas 40 penumpang di setiap gerbongnya, yang juga dapat di sewa. Semuanya berangkat dari eks Stasiun Ambarawa ini.

Jadwal dan harga tiket masuk museum serta harga sewa lokomotif dapat dilihat di sini

Koleksi kereta-kereta tua di museum ini masih sangat terawat. Selain itu, di setiap kereta juga telah dilengkapi dengan keterangan dan penjelasan mengenai jenis kereta dan sejarah kereta tersebut.

Lokomotif D 1007
Penjelasan tentang kereta sudah tersedia di samping masing-masing kereta

Di Museum Kereta Api Ambarawa ini juga masih menyimpan kelengkapan stasiun pada zaman dahulu. Seperti genta persinyalan, timbangan kuno, dan lainnya.


Nah, kalau kebetulan sedang berlibur di sekitar Semarang atau Ambarawa, Museum Kereta Api Ambarawa ini layak untuk dikunjungi. Selain menyimpan begitu banyak saksi sejarah perkeretaapian di Indonesia, kita juga bisa menikmati kereta wisata menyusuri keindahan Rawa Pening dan sekitarnya.

Semoga Bermanfaat.

Tulisan ini dalam rangka menantang diri sendiri untuk 2017’s project : 1 bulan 1 museum.

With love,

Tita

Iklan

4 pemikiran pada “Museum Kereta Api Ambarawa

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s