3 Tips Mudahnya Memaafkan dengan Satu Kalimat

Dear All,

 
Pernah sakit hati?

 

Pasti pernah, ya 😊

Ketika sakit hati, pilihan mana yang akan kita ambil, menyimpan rasa sakit kemudian mengubahnya menjadi dendam? Atau memaafkan saja?

Umumnya, menyimpan rasa sakit tentu menjadi pilihan yang lebih mudah, bukan? Ketimbang harus memaafkan dengan tulus? Aku juga begitu 😊 Tapi itu dulu. Sebelum Abi, suamiku, yang sepengetahuanku memang tidak pernah terlalu terbebani dengan rasa sakit hati, terus-menerus berusaha membenamkan dibenakku, satu kalimat, yang kemudian aku jadikan tiga tips mudahnya memaafkan πŸ˜€

Abi, memang sudah dari sono nya sih, tipe cuek dengan apa kata orang. Tak pernah ambil pusing hal-hal yang cuma bikin “sesek” di hati. Sampai Abi punya cara sendiri untuk “hampir selalu” bisa dengan mudah memaafkan orang lain. Termasuk memaafkan aku, istrinya yang so pasti lebih sering khilaf 😁 I love U, Bi 😚 You’re my inspiration, dah 😚😚

Nah, apa saja tips mudahnya memaafkan dengan satu kalimat?

Jadi, ini kalimat Abi,

“Ya sudahlah, ikhlaskan saja, lalu lupakan!”

Semudah itu?

Iya!
Mari sini, aku jelaskan satu per satu, ya. Tiga poin dari kalimat tersebut.

Pertama,

Ya Sudahlah

Setiap hal yang tidak mengenakkan bagi kita, tidak perlu dimasukkan ke hati. Anggap saja angin lalu. Ya sudahlah, abaikan saja. Tidak usah dipikirkan apalagi sampai di simpan dalam hati.

Karena apa?

Kata Abi, lama-lama kita bisa “sakit hati” sendiri. Kalau sudah sakit hati, kita akan tertekan, berpikiran negatif, dan menjadi tidak fokus. Ibaratnya itu kita memendam arang dalam hati. Kemudian terus-menerus kena kipas, arang akan makin membara. Lalu, terabakarlah kita. Siapa yang rugi? Kita sendiri, bukan? Jadi, guyur sajalah dengan air. Ya sudahlah, biarkan saja.

Kedua,

Ikhlaskan saja

Ikhlas, secara sederhana berarti merelakan tanpa pernah mengharap apapun. Yang sederhana saja ya, kalau secara etimologi akan terasa sulit pemahamannya. Ikhlas, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi, bukan berarti tidak bisa dilakukan juga.

Dibuat mudah saja, ikhlaskan saja, relakan saja. Perkataan-perkataan yang menyakitkan hati kita, relakan saja. Tidak perlu dipendam terlalu lama. Tidak perlu berpikir juga apa balasan yang hendak kita berikan. Tak perlu khawatir. Karena kita punya Allah. Ingat, kita punya Allah SWT.

Serahkan semua pada Allah. Biar Allah yang catat. Biar Allah yang atur. Kita manusia tidak punya kuasa apa-apa. Hanya Allah Yang Maha Kuasa.

Ketika hati kita tersakiti atau kita merasa terdzolimi, serahkan pada Allah. Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita dan untuk orang yang menyakiti kita. Kalau hari ini kita harus sakit hati, di satu hari, Allah pasti akan ganti. Asal kita bisa dan mau ikhlas, rela, membuka hati dan pikiran kita. Tak perlu banyak bertanya, “why?” “apa salah saya?” “kenapa saya?”.

Ikhlaskan saja. Berbaiksangkalah pada Allah. Lepaskan semua. Pejamkan mata, tarik nafas dalam, lalu lepaskan perlahan. Ketika buka mata kembali, hati kita sudah terasa lebih ringan. Dengan begitu, memaafkan tentu akan jadi lebih mudah, bukan?

Ketiga,

Lalu Lupakan

Ini tips pamungkas agar memaafkan jadi hal yang lebih mudah.

Lupakan!

Mengingat perkataan buruk yang kita dengar akan menambah rasa sakit dalam hati kita. Bukannya makin hilang, sakit hati kita pasti akan makin menjadi kalau kita terus mengingatnya. Selain itu, membahas atau membicarakan terus-menerus apa yang membuat kita sakit hati juga akan makin mempersubur tumbuhnya penyakit hati dalam diri kita.

Nah, agar kita lebih mudah memaafkan kesalahan, perkataan, atau perlakuan buruk orang lain kepada kita, lupakan saja lah. Berhenti lah memikirkan sekaligus berhenti membicarakannya. Tak perlu diingat-ingat lagi. Sudah, Lupakan saja! Selesai perkara!

Ya sudahlah, ikhlaskan saja, lalu lupakan!

Memaafkan atau tidak, adalah pilihan. Tidak mudah, memang. Semua tentu akan kembali pada pribadi masing-masing. Karena kadar “sakit hati” hanya kita sendiri yang bisa merasakannya. Tetapi, bila akhirnya nanti diri kitalah yang justru akan terbelenggu penyakit hati, memaafkan menjadi pilihan yang lebih masuk akal, bukan?

Untuk yang selama ini masih kesulitan memaafkan, seperti aku dulu 😁 3 tips mudahnya memaafkan dengan satu kalimat ini semoga bisa menjadi terapi agar lebih mudah membuka hati untuk memaafkan orang lain, ya πŸ˜‰

Selamat mencoba πŸ˜€

Mudahnya memaafkan dengan

Ya sudahlah, ikhlaskan saja, lalu lupakan!

Semoga bermanfaat.

With love,

Tita

untuk #1minggu1cerita

Iklan

4 pemikiran pada “3 Tips Mudahnya Memaafkan dengan Satu Kalimat

  1. httpaititin

    Wah… Ini aku banget.. Hahaha
    Aku sampe di kenal orang sebagai “orang yg lama di Barat”
    Cuek dan ga pernah sakit hati. Cuex bebek

  2. mantap, susah bisa begitu. namun, jika itu bisa dan terbiasa semua akan indah. menahan amarah, dendam perlu latihan. kalau saya biasanya gini, ngapain juga ya gtu ntar endingnya kita juga klu dah gak bernafas mau kemana? gak bisa balikin waktu trus memperbaikinya. thanks artikelnya keren, salam kenal dari wonogiri

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s