Jepret Nikmatnya Toleransi dari Sepiring Sate Kerbau Khas Kudus

Dear all,

wp-1488552094343.jpg

Beberapa waktu terakhir ini, negara kita sedang disibukkan dengan permasalahan sensitif terkait keyakinan dan keagamaan. Maklum saja, negara kita memang negara yang dibangun dari keberagaman. Beragam suku bangsa, ras, agama, maupun kepercayaan lebur ke dalam satu kesatuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara yang sama-sama kita cintai.

Negara kita yang kaya ribuan pulau. Hasil laut melimpah, hasil bumi juga tumpah ruah. Beragam budaya, corak dan logat bahasa, dan tidak lupa, rupa-rupa pula kulinernya. Nah, bicara kuliner juga ujungnya, ya πŸ˜€

Iya, karena kuliner juga bagian dari kekayaan bangsa kita. Keberagaman lah yang melahirkan kuliner-kuliner dengan cita rasa yang khas dari berbagai daerah di seluruh nusantara. Salah satunya adalah kuliner khas dari kotaku, Kudus, yaitu Sate Kerbau.

Sate Kerbau atau biasa disebut Sate Kebo adalah kuliner khas dari Kudus. Sate Kerbau lahir sejak masa penyebaran agama Islam oleh Sunan Kudus. Sate Kerbau menjadi salah satu kuliner khas dengan latar belakang sejarah yang unik dan sarat akan pesan toleransi antarumat beragama.

Ketika Sunan Kudus mulai menyebarkan agama Islam di Kudus, sebagian besar masyarakat pada masa itu telah memeluk agama Hindu. Untuk menghargai dan menghormati kepercayaan masyarakat Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan suci, Sunan Kudus pun kemudian melarang masyarakat setempat untuk menyembelih sapi. Sebagai penggantinya, masyarakat dianjurkan untuk menyembelih kerbau. Sejak saat itulah, kuliner dari daging kerbau mulai lahir. Dan salah satunya adalah sate kerbau ini.

Sate kerbau menjadi makanan khas dari Kudus karena latar belakang sejarah tersebut. Selain itu, sate kerbau memang tidak banyak dijumpai di kota-kota lain. Pada umumnya, masyarakat lebih senang mengkonsumsi daging sapi daripada kerbau. Sedangkan di Kudus, sate berbahan dasar daging kerbau ini masih dilestarikan turun-temurun hingga sekarang.

Salah satunya di warung yang aku datangi kemarin. Warung sate kerbau yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan tepat berada di sebelah Utara Masjid Menara Kudus. Tidak jauh dari makam Sunan Kudus. Salah satu dari Walisongo yang berhasil menyebarkan agama Islam di Kudus kala itu, justru karena mengedepankan ajaran untuk saling menghargai dan bertoleransi.

Dengan menggunakan smartphone Asus ZenFone Go X014d yang dilengkapi teknologi PixelMaster Camera, aku mencoba menjepret kuliner khas simbol toleransi antarumat beragama tersebut, tepat di pusat penyebaran agama Islam di Kudus masa itu. Aku ingin memadukan sate kerbau dan Menara Kudus sebagai latar belakangnya. Beberapa fitur dari PixelMaster Camera yang coba aku gunakan untuk menjepret kuliner sate kerbau antara lain, mode otomatis, kedalaman bidang, dan miniatur.

 

Menggunakan fitur Otomatis dengan autofocus PixelMaster Camera Asus ZenFone Go

Menggunakan mode otomatis dengan autofokus, foto sate kerbau yang aku jepret terlihat lebih natural dan jernih. Sate kerbau dan Menara Kudus menjadi perpaduan yang apik dalam satu frame.

Menggunakan Fitur Depht of Field (DOF) atau Kedalaman Bidang Asus ZenFone Go

Kali ini aku menggunakan fitur Depht of Field (DOF) atau biasa disebut kedalaman ruang. Fitur ini memungkinkan kita untuk mengambil foto dengan lebih tajam. Kita dapat memilih obyek yang akan dijepret dengan lebih tajam dan detail. Sementara obyek lainnya, akan menjadi lebih halus atau blur. Terlihat lebih tajam pada bagian sate kerbaunya, dan Menara Kudus menjadi background yang lebih halus atau blur.

 

Menggunakan fitur Miniatur PixelMaster Camera Asus ZenFone Go

Fitur yang aku gunakan ini adalah Miniatur. Kita bisa mengatur secara manual fokus yang kita pilih. Dengan dua pilihan bentuk fokus, lingkaran atau persegi, kita bebas menentukan obyek yang akan kita pertahankan ketajamannya. Di luar obyek yang kita pilih, bagian lain akan menjadi blur.

Cukup dengan smartphone Asus ZenFone Go X014d, hasil jepretan kuliner khas Kudus ku pun jadi lebih menarik. Itu semua berkat kecanggihan teknologi PixelMaster Camera yang dimiliki Asus Zenfone. Selain tiga fitur yang aku gunakan tadi, teknologi PixelMaster Camera dari Asus ZenFone juga masih memiliki beragam fitur lain yang juga tak kalah menarik, seperti cahaya redup, HDR, pengindahan, panorama, animasi GIF, efek, malam, mundur cepat waktu, semua tersenyum, gerak lambat, dan waktu berlalu.

Berbagai fitur dari PixelMaster Camera Smartphone Asus ZenFone Go

Dengan semua fitur tersebut, banyak hal yang akan dapat kita lakukan meskipun hanya jepret menggunakan smartphone. Baiknya lagi, Asus tak pandang bulu untuk menanamkan teknologi PixelMaster Camera ini. Smartphone Asus ZenFone kategori “low end” seperti milikku pun sudah dibekali PixelMaster Camera dengan berbagai fitur menariknya.

Hasilnya? Tidak mengecewakan, bukan? Jadi, tak harus menggunakan kamera mahal ketika ingin memotret dengan hasil yang menarik. Karena, Asus sudah memberi solusi dalam smartphone Asus ZenFone series nya.

Melalui hasil jepretan dengan Asus ZenFone dan teknologi PixelMaster Camera nya, aku pun dengan bangga dapat bercerita pada dunia. Bahwa dari sepiring sate kerbau yang aku jepret menggunakan smartphone Asus ZenFone, kita bisa belajar indahnya saling menghargai, saling menghormati, dan juga toleransi antarumat beragama.

Sate kerbau lahir sebagai solusi atas perbedaan yang ada kala itu. Sate kerbau hadir sebagai bukti bahwa keberagaman bukan hal yang perlu dipersoalkan. Cukup hargai, hormati, dan bertoleransilah di antara perbedaan yang ada. Nikmatnya toleransi dalam keberagaman seperti di negara kita, tentu akan senikmat rasa sate kerbau khas Kudus ini, dan pasti lebih nikmat lagi, bila momen indah tersebut selalu dijepret dengan smartphone Asus ZenFone dan kecanggihan PixelMaster Camera yang dimilikinya.

Semoga bermanfaat.

With love,

Tita

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel

Iklan

22 pemikiran pada “Jepret Nikmatnya Toleransi dari Sepiring Sate Kerbau Khas Kudus

  1. Wah baru tau sejarahnya sate kebo mb, jd pengen nyoba ni..btw di Asus Zenfone mas bojo, ndak ada mode deft of field dan miniatur, hiks..padahal pengen banget tuh foto kaya begitu

  2. Oooh, ada sejarah toleransinya ya. Pantas pembukaannya bahas kerukunan.
    Kalau saya belum pernah ke kudus mbak, dan bener biasanya tahu daging sapi aja, kalau sate kerbau agak gimana gitu dengernya, ini sih suami yang bakalan doyan ya.

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s