Tips Agar Anak Mudah Belajar Puasa

Dear all,

 

Marhaban ya Ramadhan
Sudah hari ke-19 Ramadhan ya, inshaAllah tetap kuat sampe lebaran ya kita. Amin.

Mumpung masih Ramadhan 😀 meskipun bisa dibilang telat juga sih, tapi aku tetap mau kasih tips buat bunda-bunda yang buah hatinya mulai belajar puasa. Tips agar anak mudah belajar puasa. Ini tips nulisnya pake riset dulu ke sulungku. Jadi, butuh waktu buat observasi gitu, deh. 😁 Begitu berhasil, baru berani dibagiin, biar ngga dibilang omdo alias omong doang😉

 

Ini adalah Ramadhan pertama untuk sulungku belajar puasa. Tahun ini masuk SD, sudah waktunya mulai belajar puasa selama Ramadhan. Sehingga nanti ketika sudah saatnya wajib menjalankan puasa Ramadhan, sulungku pun terbiasa.

 

Sulungku tipe bocah yang kritis tetapi juga moody sekali. Musti pinter-pinter memberi penjelasan atau jawaban yang pas agar sesuai dengan mood nya. Termasuk ketika mencoba mengajaknya belajar puasa Ramadhan untuk pertama kalinya. Tidak mudah, tetapi tidak sulit juga meyakinkan sulungku untuk belajar menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

 

Dari pengalaman menemani puasa Ramadhan pertama buah hatiku, aku pun dapat membagikan beberapa tips yang mungkin dapat membantu bunda-bunda yang kesulitan mengajak buah hatinya belajar puasa. Inilah beberapa tips yang dapat aku bagi, agar anak lebih mudah saat mulai belajar puasa. Tips ini aku terapkan pada sulungku dan alhamdulillah berhasil. Mau coba?

 

 

Pertama,

Jelaskan apa itu puasa Ramadhan.

 

 

Untuk si kecil yang kritis seperti sulungku, memberi penjelasan tentang hal baru adalah wajib hukumnya. Agar ia mengerti dan memahami apa yang akan dihadapi dan dijalankan. Tak perlu penjelasan yang berbelit-belit, sederhana saja dan mudah dipahami anak. Jangan biarkan anak mengerjakan sesuatu tanpa ia tau apa yang akan atau sedang dikerjakannya, ya. Kurangnya  penjelasan pada anak, dapat menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

 

Tentang puasa Ramadhan, bisa coba kita jelaskan melalui cerita atau sejauh pengertian yang kita pahami. Yang penting anak mengerti apa itu puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan itu wajib hukumnya dan besar pahalanya. Apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan ketika sedang berpuasa. Hingga begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan pada kita selama bulan Ramadhan. Karena itulah yang akan dikerjakannya. Cobalah untuk menceritakan hal-hal yang baik dan menyenangkan tentang puasa Ramadhan, agar anak makin tertarik.

 

 

Kedua,

Beri contoh.

 

 

Selalu ingat bahwa, anak adalah peniru ulung. Kita, terutama ibu, adalah panutan pertama dan utama bagi mereka. Bagi sulungku, itu yang terjadi. So, kalau kita ingin anak belajar puasa Ramadhan, simpel, kita juga harus puasa!

 

But, bagaimana ketika Sang Ibu sedang datang tamu bulanan yang memang tidak diperbolehkan puasa? Inilah yang aku alami. Kalau sulungku tau aku tidak puasa, ia pasti akan jadi setengah hati puasanya. Atau bahkan bisa ikut libur juga puasanya. Karena setiap kali aku tanya ketika bangun sahur,

 

Aisyah mau puasa?”

Unda puasa?”

Iya, inshaAllah puasa“, dan ia pun semangat menjawab,

Kalau Unda puasa, Mbambak puasa“.

Jadi, bagaimana?

 

Kalau aku, untuk menjaga semangatnya yang sedang membara, aku memilih untuk tidak memberi tau sulungku. Aku tidak bertanya ia mau puasa atau tidak jadi ia juga tidak perlu bertanya aku puasa atau tidak. Aku tetap bangun seperti biasa ketika makan sahur, membangunkan, dan menyuapinya seperti biasa. Aku juga tidak makan atau minum di depan gadis kecilku sampai waktu berbuka tiba. Entah bagi orang tua lain, tetapi bagiku, menjaga semangat puasa gadis kecilku adalah tujuan utamaku.

 

 

Ketiga,

Boleh setengah hari.

 

 

Sulungku baru mulai belajar puasa Ramadhan tahun ini. Ada kekhawatiran nantinya ia tidak kuat dan sebagainya. Karena tahapnya masih belajar, aku memperbolehkannya puasa setengah hari. Sambil terus aku lihat kondisinya selama puasa.

 

Setiap datang bedug dhuhur aku usahakan untuk bertanya pada sulungku. Tentang kondisinya, perutnya, dan perasaannya. Apakah ia lapar? Apakah ia masih happy? Apakah masih kuat? Kalau jawabannya masih baik-baik saja, aku akan mengajaknya untuk lanjut puasa sampai bedug maghrib. Tetapi, ketika sebaliknya, aku akan memperbolehkannya makan sesuatu saat bedug dhuhur kemudian melanjutkan puasanya lagi sampai maghrib.

 

Jadi, semua tergantung pada sang anak, ya. Sambil terus kita beri motivasi agar semangatnya tetap terjaga. Selain itu, kita juga harus tetap memberi pengertian bahwa puasa itu seharusnya sampai maghrib tiba. Jadi, anak paham bagaimana puasa yang sesuai dengan tuntunan. Karena sekarang masih belajar, kalau merasa tidak kuat boleh lah setengah hari dulu.

 

 

Keempat,

Jaga semangat.

 

 

Memelihara semangat anak selama puasa sangatlah penting. Jangan sampai anak kecewa, sedih, dan sebagainya selama menjalankan puasa. Karena mood nya bisa langsung berubah drastis. Jadi, usahakan agar anak tetap happy dan ceria. Tapi, jangan terlalu dimanja dan dibangga-banggakan juga. Cukup dengan menjaga perasaan anak agar tetap nyaman dan bahagia selama menjalankan puasa.

 

Bisa dengan membiarkannya melakukan hal yang disukai. Ngabuburit dengan jalan-jalan sore atau menonton film-film kesukaannya. Ajak anak melakukan kegiatan positif. Alihkan perhatian anak agar tidak melulu mengingat rasa haus dan laparnya.

 

Jagalah semangat anak agar puasa tidak menjadi beban yang menyiksa bagi mereka. Sebaliknya, puasa dapat menjadi bagian dari keseharian yang menyenangkan dan sangat berkesan bagi anak. Sehingga pada Ramadhan berikutnya, anak tetap tertarik dan ikhlas hati untuk menjalankan ibadah puasa.

 

 

Kelima,

Beritahu orang-orang di sekitar anak.

 

 

Ketika semangat anak sudah terbentuk untuk mau belajar puasa, anak juga harus kita dukung sepenuhnya. Hal penting yang perlu kita lakukan adalah memberi tahu orang-orang di sekitar anak bahwa anak kita sedang belajar puasa. Kakek, nenek, om, tante, guru sekolah, guru les, guru ngaji. Beritahu mereka bahwa anak kita sedang belajar puasa.

 

Sehingga mereka dapat ikut memahami dan memperhatikan kondisi anak. Mereka juga dapat membantu memotivasi dan mendukung anak, jadi anak kita bisa terus kuat puasanya. Di lain sisi, anak juga akan merasa lebih nyaman karena lingkungan mendukungnya. Anak bisa makin semangat belajar puasa karena makin banyak yang mendukungnya.

 

 

Keenam,

Apresiasi pencapaian anak.

 

 

Sekecil apapun pencapaian anak, berusahalah untuk tetap memberikan apresiasi. Entah itu hanya kata-kata “bagus”, “pintar”, “cantik”, dan sebagainya. Karena apresiasi kecil semacam itu bisa menjadi motivasi yang berarti bagi anak kita.

 

Begitu juga ketika anak mulai belajar puasa. Aku berusaha untuk memberi apresiasi atas semangat puasa sulungku. Seperti ketika di awal puasa, selama 2 hari berturut-turut puasanya full, ia tetap happy, dan tarawih juga semangat, sulungku boleh request makanan favorit yang diinginkannya.

 

Sosis gulung dan Puding oreo

 

Sulungku hanya minta sosis gulung mie dan pudding oreo. Aku pun membuatkannya karena semangat puasanya membuatku terkesan. Aku juga mengajaknya terlibat langsung ketika membuat makanan favoritnya, jadi sulungku punya kegiatan yang lebih positif dan makin semangat puasanya.

 

Aku berusaha memberi apresiasi dalam berbagai bentuk pada sulungku agar ia terus semangat. Tetapi, tidak lalu terus-menerus menuruti semua maunya juga, tidak! Apresiasi tidak selalu dalam bentuk materi, makanan enak, atau hadiah mahal, ya. Acungan jempol, pelukan, bahkan ciuman juga bentuk apresiasi yang dapat kita berikan.

 

Aku tegaskan juga pada gadis kecilku bahwa hadiah yang paling besar adalah pahala dari Allah. Hadiah yang tidak tergantikan oleh harta apapun di dunia ini. Setiap hal baik yang kita lakukan pasti akan mendapat pahala dari Allah. Pasti Allah akan catat tanpa terlewatkan sedikitpun. Terlebih lagi di bulan Ramadhan seperti ini, bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.

 

Nah, itulah tips agar anak mudah belajar puasa yang dapat aku bagikan dari pengalamanku mengajak gadis kecilku menjalani puasa Ramadhan pertamanya. Alhamdulillah, sampai hari ini sulungku masih semangat belajar puasa. Tetap sekolah, bermain, dan belajar seperti hari-hari biasa. Semoga Allah SWT selalu meridhoi dan memudahkan langkah putra-putri kita di jalan kebaikan. Amin.

 

Semoga bermanfaat.

 

 

 

With love,

Tita

 

Untuk #1minggu1cerita

Iklan

Satu pemikiran pada “Tips Agar Anak Mudah Belajar Puasa

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s