Jajanan Tradisional : Gethuk Goreng Segitiga

Dear All,

Hai,,hai,,its Saturday [again] 😍 Saatnya kuliner, hunting-hunting yang unik tapi enak, enak tapi unik πŸ˜‚ Bahas apa kita kali ini?

Berawal dari cerita saudara tentang jajanan tradisional yang sebenernya biasa aja, tapi bentuknya dibikin tidak pada umumnya. Nah, kemaren pas kebetulan lewat, langsung deh disamperin aja ke tekape πŸ˜„ Namanya Gethuk Goreng Proliman.

Iya, ini cuma getuk goreng biasa kok. Umumnya getuk goreng atau biasa disebut getuk gotri ini terbuat dari singkong yang ditumbuk, dibentuk bulat-bulat, kemudian diisi gula putih. Tapi, di Gethuk Goreng Proliman ini bentuknya dibuat sedikit berbeda, yaitu bentuk segitiga. Ketika selesai digoreng, bentuknya mirip sekali dengan tahu goreng πŸ˜„

Penampakan getuk gorengnya begitu diangkat dari penggorengan

Kesan pertama aku melihat gerobak dagangan mereka adalah bersih πŸ‘ Mulai dari proses memotong getuk yang sudah diuleni, mengisinya dengan gula pasir, kemudian digoreng, dilakukan di tempat tersebut. Meskipun dekat dengan parit kering, tetapi kebersihannya terjaga, kok 😁 Minyak dan penggorengan juga bersih. Bukan minyak goreng yang sudah coklat dan penggorengan berkerak. Bersih πŸ‘

Nah, pas kemaren sempet juga tanya-tanya dengan pasangan suami istri yang maunya dipanggil Pak dan Bu Getuk aja πŸ˜‚ Aku tanya, ini ide nya darimana bentuk segitiga seperti ini? Mulailah beliau berdua ini bercerita sambil terus menggoreng getuk yang sudah diantri banyak orang.

Usaha suami istri ini berjualan getuk goreng bermula sejak 6-7 tahun lalu di daerah sekitar Menara Kudus. Ketika itu, getuk gorengnya selain diisi gula pasir, juga diisi meises atau coklat. Tetapi, penerimaan pasar kurang sekali. Kemudian dengan konsep yang sama, berpindahlah ke daerah sekitar gedung DPRD Kudus, tetapi jalan rezeki beliau berdua juga belum lancar di situ πŸ˜₯

Akhirnya, beliau berpindah lokasi ke Proliman Tanjung Karang. Alasannya simpel, lebih dekat dengan tempat tinggal. Mengusung konsep getuk berbentuk segitiga yang serupa tahu goreng, dan hanya berisikan gula pasir saja, justru getuk goreng segitiga ini mulai naik daun. Harganya yang hanya 700 rupiah per biji juga menjadi daya tarik tersendiri πŸ‘

Pantang menyerah, ya 😍 Inspiratif sekali dua sejoli ini. Bisa jadi inspirasi bagi siapa saja yang memulai usaha dari nol dan harus jatuh bangun sampai akhirnya bisa diterima banyak orang. Belajar dari pengalaman, berani berinovasi dan ide kreatif menjadi salah satu kunci “laris” nya getuk goreng ini. Nyatanya, dengan radius 5-6 km dari lokasi berjualan, getuk goreng ini tetep aku samperin 😍 Getuk Goreng Proliman ini sukses bikin aku penasaran.

Gimana rasanya?

Jadi, rasanya tuh krenyes-krenyes enak gitu. Garing di luar tapi di dalamnya enak πŸ‘ Very recomended dimakan pas masi anget. Pas bentuknya masi kayak tahu goreng πŸ˜„ Gula di dalamnya juga ngga pelit kok, tetep pecah di mulut. Menurutku, karena bentuknya yang “segitiga” inilah yang bikin getuk goreng ini ngga eneg πŸ‘ Kalo bentuknya bulet kan lama kena gulanya, jadi malah seret di tenggorokan. Kalo segitiga begini lebih pipih dan pas banget ketika digigit 😊

Kekurangannya apa?

Jauuuh dari pusat kota 😱 Ya, tapi mau gimana lagi memang rezekinya disituh 😁 Yang orisinil cuma di sini, ya πŸ˜‰ Pelopor getuk goreng segitiga 😍 Getuk Goreng Proliman. Bapak Getuk nya juga pesen kemaren, kalo mau pesen dalam jumlah besar juga bisa. Telepon atau sms aja yang praktis, handphone nya kecil jadi sambil dagang bisa sambil terima pesanan. Kalau whatsapp jarang kepegang. Udah hapenya besar, masi rebutan ama anak juga πŸ˜‚

Gethuk Goreng Proliman ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 sampai habis. Kalo rame habis maghrib udah selesai jualannya. Kalo pas lagi sepi paling nyampe jam 21.00 aja. Lokasi jualan di Traffic Light Poroliman atau Proliman Tanjungkarang sebelah Utara arah Museum Kretek 😁 Komplit πŸ‘ Cuus deh samperin ya buat yang penasaran πŸ˜‰

Semoga bermanfaat 😘

With love,
Tita

Iklan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s