Kenapa Hidroponik ?

Dear All,

Setelah sekian lama hibernasi πŸ™Œ ni emak kembali dengan tema yang super new banget dan memang belum pernah ditulis di blog ini.

Tentang apaaa?😍

Iyaah, tentang hidroponik πŸ˜„ Kenapa hidroponik ?

Eheeem,,,jangan kaget yeess πŸ˜… ini adalah oleh-oleh dari kegiatan baru yang kemaren aku ikuti. Kenapa hidroponik?πŸ˜† Itulah, kenapa jadwalnya bukan masak-masak ato bikin snack apa gitu, tapi malah hidroponik 😭 Yaa, its oke lah ya, Alhamdulillah dapat ilmu baru yang ujungnya malah bikin penasaran. Daripada mubadzir, sekalian aja dicantolin di blog, barangkali ada yang butuh, bisa mampir deh di sini.

Meskipun artikel dan tutorial tentang hidroponik sudah sangat-sangat banyak bertebaran di seantero dunia maya, langsung dari para master 😣 Ya ngga apa-apa, ini cuma pengalaman pribadi, nulisnya juga di blog pribadi πŸ˜„ di sini kita bahas yang enteng-enteng aja yees,,πŸ˜‰

Sebagai pemanasan, kita kenalan dulu yaa tentang apa itu hidroponik dan kenapa hidroponik ? Karena tak kenal itu, biasanya diikuti oleh frasa tak sayang 😍 Eh,, πŸ˜„




Hidroponik :

dikenal sebagai budidaya tanaman tanpa tanah.

Prinsip Dasar Hidroponik :

memberikan bahan makanan dalam bentuk larutan mineral atau nutrisi yang di perlukan tanaman dengan cara disiram atau diteteskan.


Media Tanam (Media Tumbuh) :

Kok butuh media tanam? Bukannya hidroponik itu menanam dengan media air?

Iyees! Awalnya, emak pemula ini juga berfikir hidroponik itu menanam langsung dengan air. Ternyata tidak seperti itu pemirsahπŸ˜„

Jadi, hidroponik ini tidak semata-mata menanam langsung di air, ya. Selain air atau air bernutrisi (tepatnya), diperlukan media tanam yang lain untuk menumbuhkan benih dan menguatkan akar tanaman. Media tanam ini biasanya digunakan ketika mulai menyemai benih hingga tumbuh menjadi bibit dan dipindah ke wadah tanam. Media tanam atau media tumbuh ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu organik dan anorganik.

Media Organik :Β 

Arang sekam, cocopeat, serbuk kayu (yang sudah lama), akar pakis, dan lain-lain.

Media anorganik:Β 

Rockwool (yang paling sering digunakan), spons, kerikil pasir, perlite, vermikulite, batu bata, kerikil zeolit, clay granular, dan lain-lain.
Rockwool yang sering digunakan sebagai media tanam


Wadah Tanam :

Wadah tanam yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu wadah tanam sederhana dan wadah tanam yang berupa instalasi untuk skala besar.

Wadah tanam sederhana untuk rumah tangga dapat dibuat dari botol mineral bekas, kaleng bekas cat, jerigen bekas, baskom plastik, box sterofoam buah, ember plastik, atau starter kit hidroponik untuk pemula yang dapat dibeli di toko perlengkapan hidroponik.



Wadah tanam yang berupa instalasi untuk skala besar dapat dibuat dari paralon, talang air, dan asbes gelombang.
Instalasi hidroponik milik BPP Kecamatan Kota Kabupaten Kudus


Tahapan Hidroponik :

1. Menyemai Benih



Benih dalam bentuk biji disemai terlebih dahulu di media tanam, kurang lebih selama 7 – 8 hari atau sampai benih tumbuh menjadi bibit dengan 3-4 daun.


2. Pemindahan Tanaman (Pindah Tanam)



Setelah akar tanaman cukup kuat untuk dipindah ke wadah tanam, tidak kerdil stunting yang lagi hits 😊, juga tidak kutilang (kurus, tinggi, langsing) impian emak-emak di seluruh nusantara inihΒ πŸ˜… Untuk ukuran bibit, kutilang justru termasuk kategori bibit yang kurang baik, lho. Biasanya bibit tanaman yang baik dapat dilihat dari jumlah daun yang muncul, sekitar 3-4 daun, dengan tinggi rata-rata, kemudian bibit pun siap dipindah ke wadah tanam yang telah disiapkan.


Keuntungan Hidroponik

    • Menghemat 90 % penggunaan air dibandingkan dengan menanam di tanah.
    • Dapat diusahakan di lahan sempit, diusahakan sepanjang tahun, dan tanpa tanah,
    • Relatif terhindar dari penyakit yang bersumber dari tanah, lebih bersih dan higienis.
    • Pemeliharaan lebih mudah, dapat terkontrol dengan baik,
    • Masa tanam & panen lebih cepat, 45 hari panen, normal 60-70 hari
    • Diusahakan tanpa Pestisida/Insektisida dan produksi tanaman per satuan luas lebih banyak,
    • Tanaman tumbuh lebih cepat, pemakaian pupuk lebih hemat, lingkungan kerja lebih bersih,
    • Tenaga kerja yang diperlukan lebih sedikit, kontrol air, hara dan pH lebih teliti,
    • Serta dapat menanam tanaman di lokasi yang tidak mungkin/sulit ditanami seperti di lingkungan tanah yang miskin hara dan berbatu atau dalam ruangan (dengan tambahan lampu).
PERBEDAAN:

Β 

Hidroponik

Β 

Konvensional

Bekerja secara bersih,

Bekerja tidak bersih,

Nutrien yang diberikan ke tanamanΒ  efisien,

Nutrien yang diberikan ke tanamanΒ  kurang efisien,

Nutrien yang diberikan sesuai dengan kebutuhkan tanaman, karena tidak ada zat lain yang mungkin dapat bereaksi dengan nutrien,

Nutrien yang diberikan dapat bereaksi dengan zat yang mungkin ada dalam tanah (karena tanah jarang diketahui kandungannya),

Tanaman bebas gulma,

Gulma sering tumbuh ditanah,

Tanaman lebih jarang terkena hama dan penyakit,

Tanaman lebih sering terserang penyakit,

Pertumbuhan tanaman lebih terkontrol,

Pertumbuhan tanaman kurang terkontrol,

Tanaman sayuran dapat berproduksi dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi,

Kuantitas dan kualitas produksi tanaman kurang,

Lahan yang dibutuhkan sempit.

Lahan yang dibutuhkan luas.

Tanaman yang bisa dibudidayakan dengan hidroponik:

  1. Tanaman buah : semangka, melon, strawbery, terong, tomat, cabai, paprika, dll
  2. Tanaman sayur : selada air, bayam, kangkung, pokcoy, seledri, daun bawang, kemangi, kubis, bunga kol, brokoli, buncis, ketimun, dll
  3. Tanaman hias/bunga
Nah, udah kenalan yaa dengan hidroponik, dan kenapa sih harus hidroponik ? Next, kita lanjut dengan menanam hidroponik yang paling sederhana, yang bisa dipraktekin di rumah πŸ˜„ Next yaa, soalnya alat-alat tempurnya masih pada otewe πŸ˜‚ namanya jugak pemula πŸ˜… so tetep setia di blog Tita yees,, 😍 nanti praktek sama-sama.

Semoga bermanfaat.



Baca juga : Tips Semai Benih Hidroponik (Part 2)



With Love,

Tita



Sumber:

Pendidikan Praktis DWP Kabupaten Kudus oleh Dwi Pujiati, S.P dan Dwi Ali Ahmadi, S.Pt. Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus.

Iklan

2 pemikiran pada “Kenapa Hidroponik ?

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s