Tips Semai Benih Hidroponik (Part 2)

Dear All,

Hai, ketemu lagi dan masih dalam rangka memenuhi janji di postingan sebelumnya πŸ˜„ Apa janjinya? πŸ˜†

Baca lagi : Kenapa Hidroponik? Part 1

Kali ini aku akan berbagi pengalaman berupa tips semai benih hidroponik agar benih dapat tumbuh dengan lebih baik. Whaaat? Tips? πŸ˜†πŸ˜„

Pemula aja berani kasi tips! πŸ˜‚ Disentil para master tau rasa, deh πŸ™ Ya okey lah, sebut aja ini berbagi pengalaman dari hasil praktek semai benihku tapi nulisnya dalam bentuk tips πŸ˜… Iyaaah, ujungnya tips jugak namanya πŸ™ Soalnya ini penting disampaikan untuk para hidroponikers pemula kayak aku, lho πŸ˜„ Kenapa ini penting? πŸ˜„

Pada postingan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa tahap pertama dari hidroponik adalah semai benih. Jadi sebelum menumbuhkan tanaman melalui sistem hidroponik, benih tanaman harus disemai terlebih dahulu di media tanam yang sesuai dengan pola tanam hidroponik.

Untuk menyemai benih, yang kita perlukan adalah
1. Benih
2. Rockwool (media tanam yang paling sering digunakan)
3. Tusuk gigi atau cotton bud yang dipotong ujungnya
4. Baki plastik
5. Air

Pertama,
Rockwool yang sudah dipotong dan dilubangi dengan tusuk gigi ditata di baki.

Kedua,
Masukkan benih satu per satu ke dalam lubang di rockwool. Bisa pakai tusuk gigi yang sudah dibasahi biar mudah.

Ketiga,
Basahi rockwool dengan air sampai seluruhnya basah.

Keempat,
Simpan di tempat gelap dan lembab sampai benih pecah dan mulai bertunas. Atau dapat juga langsung disemai tanpa perlu disimpan di tempat gelap. Tapi terus perhatikan kondisi pengairannya.

Semudah itu ya menyemai benih di rockwool πŸ˜… Iyees, itu teorinya saay 😘 Dengan mengaplikasikan teori itu, apakah aku langsung berhasil dengan semaian pertama? 😁

Sayangnya, TIDAK pemirsaah πŸ˜£πŸ˜…

Tidak semua benih yang aku semai bertunas 😭 Tidak semua tunas tumbuh dengan baik 😭 Daaan parahnya ada yang kutilang, saaay 😭 Padahal sudah menjalankan sesuai instruksi dari master-master hidroponik di dunia nyata maupun dunia maya 😭 What happen to me? 😭

Pengen nangis 😭 Pengen ketawa jugak πŸ˜… Tapi justru dari ketidakberhasilan semaianku, aku jadi makin penasaran, sebenarnya apa yang salah? 😠

Setelah gugling (again and again) dan mendapat penjelasan tambahan dari Pak Ali dari BPP Kecamatan Kota pada saat Pendidikan Praktis lanjutan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan menyemai benih. Nah, simak yuuk, tips semai benih hidroponik 😊 apa aja yang perlu lebih kita perhatikan, yaa πŸ˜‰

1. Memotong Rockwool

Cara memotong rockwool sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih. Potong rockwool melintang seperti cara potong daging, yaa. Biar apa? Biar dagingnya empuk, dong πŸ˜„ Kalo rockwool, biar apa? Biar akar tanaman lebih mudah tumbuh mengikuti arah serat rockwool. Akar tanaman juga lebih erat dan bertahan di rockwool. Atau bisa juga membeli rockwool yang sudah siap pakai di toko perlengkapan elektronik eh hidroponik, say πŸ˜… Jangan spaneng, yees 😘

2. Benih

Benih ada bermacam-macam, yaa. Ada yang baik dan ada yang tidak. Tidak semua benih yang kita semai akan tumbuh dengan baik. Karena mungkin kualitas benihnya yang kurang baik. So, dont worry 😘

Trus bisa juga karena penyimpanan benihnya. Penyimpanan benih pun dapat berpengaruh terhadap daya tumbuhnya. Simpan benih di wadah yang tertutup rapat dan simpan di ruang yang tidak terkena sinar matahari atau di kulkas (tapi bukan freezer).

Untuk pemula, pilihlah tanaman yang benihnya mudah tumbuh. Seperti kangkung, sawi, atau pakchoy. Yang mudah-mudah dulu, lah πŸ˜„ Itu juga belum tentu kita beruntung semua numbuh 😭 Kayak aku πŸ˜‚

3. Kedalaman Benih

Pada waktu memasukkan benih dalam lubang yang dibuat di rockwool juga harus diperhatikan. Jangan terlalu dalam tetapi juga tidak seluruhnya di permukaan. Benih yang terlalu dalam di masukkan akan memperlambat pertumbuhannya, sehingga benih akan lama pecah dan menjadi tunas.

4. Air

Gunakan air sumur, yees πŸ˜„ Kalo terpaksa pakai air PAM, diendapkan dulu aja selama 1-2 hari, karena air PAM mengandung kaporit. Selain itu, pengaturan air yang membasahi rockwool (media tanam) juga harus diperhatikan.

Air yang menggenang terlalu banyak dapat menyebabkan benih membusuk di dalam rockwool. Jadi, air nya cukuplah membuat rockwool basah saja. Akan lebih baik lagi, apabila rockwool di tempatkan di wadah dengan air yang mengalir, sehingga kadar oksigen dalam air dapat terpenuhi dengan baik. Benih pun dapat tumbuh dengan lebih baik.

5. Sinar Matahari

Sinar matahari sangat berpengaruh dalam pertumbuhan benih. Benih yang sudah mulai pecah dan menjadi tunas harus langsung dipertemukan dengan sinar matahari. Matahari dapat membantu daun berfotosintesis (pelajaran IPA pas SMP ini). Dengan demikian, tanaman dapat bertumbuh dengan baik dan tidak kutilang atau juga kerdil πŸ˜†

6. Baca Doa

πŸ˜„ Ini tips khusus dari aku πŸ™ Baca doa biar berhasil atau bagi yang muslim bacalah bismillah sebelum memulai suatu pekerjaan, yaa πŸ˜„

Nah, udah ada 6 tips semai benih hidroponik yang perlu diperhatikan, ya πŸ˜‰ Berdasar pengalaman semai benih hidroponikku, 5 hal diantaranya sangat menentukan keberhasilan penyemaian, tentu saja tips yang ke-6 agar yang kita kerjakan diridho Illahi Robbi yaa πŸ˜‡ Jadi bener-bener berhasil πŸ˜„

Selamat praktek semai benih, yaa πŸ˜‰ Next, kita lanjut dengan tahap berikutnya, yaitu pindah tanam πŸ˜„ So, pastikan benih kalian bertunas dan tumbuh menjadi bibit yang unyu-unyu 😘 See U 😘 Semoga bermanfaat.

Next baca juga : Hidroponik Sederhana dengan Barang Bekas (Part 3 Selesai)

With Love,
Tita

Iklan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s