Hidroponik Sederhana dengan Barang Bekas

Dear All,

Hulaaa, ketemu lagii 😍 Kali ini aku mau ngajakin pindah tanam Hidroponik Sederhana dengan Barang Bekas πŸ˜„

Flashback sebentar, deh.

Baca lagi : Kenapa Hidroponik (Part 1)

Sebelumnya kita udah kenalan sama hidroponik, trus kita juga udah belajar beberapa tips agar semai benih hidroponiknya lebih berhasil.

Udah nyobain semai benih sendiri? 🀭 Gimana hasilnya? Cakep? 😍

Kalo hasil semai benihnya udah cakep, udah bisa pindah tanam, dong πŸ˜‰ E tapi, pindah tanam tuh apaan, sih?

Jadi, pindah tanam adalah tahapan dari hidroponik ketika benih yang disemai di media tanam telah siap (memenuhi syarat) dipindah ke wadah tanam untuk proses pembesaran sampai masa panen.

Nah, apa aja yang diperlukan untuk pindah tanam?

1. Benih yang telah menjadi bibit.

Kalo mau pindah tanam harus punya bibit dulu ya, say 😍 Jarang ada jual bibit yang udah tumbuh soalnya 🀭 Kalo jual benihnya aja, ada banyak dan gampang nyarinya. Jadi, musti bener-bener belajar ekstra agar benih yang kita semai bisa tumbuh menjadi bibit yang baik πŸ˜‰

Baca lagi : Tips Semai Benih Hidroponik (Part 2)

Bibit yang sudah siap dipindah tanam sebaiknya memiliki ukuran wajar (tidak kerdil atau kutilang). Minimal memiliki 3-4 daun di setiap bibitnya. Kurang lebih telah disemai selama 8-10 hari.

2. Larutan AB Mix.

Larutan AB Mix adalah cairan nutrisi khusus untuk hidroponik yang dibuat dari serbuk A dan B yang masing-masing telah dilarutkan dengan 500ml air sumur. Untuk cara melarutkannya, biasanya sudah disertakan disetiap serbuk AB Mix yang kita beli. Gampang, kok. Tinggal ikuti instruksi dengan benar aja, dijamin pasti jadi πŸ˜‰

Untuk penyimpanan, sebaiknya cairan tetap terpisah antara A dan B, agar tidak mengkristal. Larutan juga dapat bertahan lebih lama apabila disimpan di suhu ruang dan di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Kalo pengalaman Pak Ali dari BPP Kecamatan Kota, larutan AB Mix milik BPP udah disimpen beberapa tahun 🀭 Yang penting tetap terpisah antara larutan A dan B nya πŸ‘

Note : larutan AB Mix yang ditempatkan di botol air mineral kayak punyaku harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak, ya say πŸ˜„ Takutnya dikira itu isinya air mineral rasa anggur ama melon πŸ™ˆ Repot ntar urusannya πŸ˜­πŸ˜‚

Setelah menjadi larutan, AB Mix ini dapat digunakan berkali-kali. Aku sih pakainya sendok obat anak-anak buat bikin campurannya 🀭 Pas banget 5ml tiap sendoknya, jadi mudah. Keliatan ngga profesional banget, yaa πŸ˜„ O ya, sendok obatnya disimpan buat hidroponik aja, yees πŸ˜„ Jangan dipake lagi buat minumin obat anak 🀭

Selanjutnya, campuran air dan larutan AB Mix inilah yang disebut sebagai air nutrisi dan digunakan untuk menumbuhkan bibit setelah pindah tanam sampai panen. Ingat, hanya butuh 5ml larutan A dan 5ml larutan B untuk setiap 1 liter airnya. Berlaku kelipatan, ya.

3. Wadah Tanam

Sebenarnya, wadah tanam yang baik untuk hidroponik adalah menggunakan instalasi dengan air nutrisi yang perputarannya teratur. Kenapa? Karena perputaran air yang teratur menghasilkan Oksigen atau O2 yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu nutrisi juga bisa terdistribusikan dengan baik, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur dan lebih segar.

Selain oksigen, bertanam dengan sistem hidroponik juga harus diperhatikan ph atau kadar keasaman airnya. Because of, alatnya harganya lumayan nguras kantong, jadi aku pakai Bismillah aja 🀭 Judulnya jadi ” Ku Tanam Kau dengan Bismillah ” πŸ€­πŸ˜‚ Percaya aja ama Allah πŸ₯°

Untuk skala rumah tangga, pembuatan instalasi dengan full service semacam itu tentu akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Jadi, sesuai dengan kebutuhan, wadah tanam untuk rumah tangga, dapat disiasati menggunakan wadah tanam dengan sistem sumbu. Yaitu dengan memanfaatkan barang bekas yang dimodifikasi menjadi wadah tanam kemudian ditambahkan netpot dan kain flanel sebagai sumbunya atau sebagai pengantar nutrisi dari air ke tanaman.

Netpot apa ya?

Netpot adalah semacam pot kecil berlubang yang ditambah dengan kain flanel untuk tempat bertumbuhnya tanaman. Netpot ini aku beli komplit dengan kain flanelnya seharga 800 rupiah per biji.

Netpot ini juga sebenarnya dapat dibuat dari gelas minuman bekas, tetapi butuh waktu juga untuk modifikasinya. Selain itu, ukuran gelas bekas yang cukup besar juga menjadi pertimbangan kenapa aku tidak memakainya dan memilih membeli netpot siap pakai.

O ya, netpot ini dapat digunakan berulang, ya. Cukup ganti kain flanelnya aja kalo sudah tidak layak. Tapi, selama kain flanel masih dapat menyerap air dengan baik, ya masih bisa digunakan lagi. Kain flanel dipilih karena memiliki daya serap yang tinggi dan ketahanan kainnya kuat.

Trus, kalo pakai sistem sumbu, oksigennya dapat dari mana?

Naah, kemaren Pak Ali mengingatkan untuk menggoyang wadah tanam setidaknya sekali sehari agar air nutrisi di dalam wadah tanam bergerak hingga menghasilkan buih. Dengan cara demikian, nutrisi tidak terlalu lama mengendap di dasar dan dari buih air itulah ada oksigen yang bisa diserap oleh tanaman.

Selain itu, menanam dengan cara hidroponik ini juga sangat dianjurkan untuk terkena sinar matahari. Agar proses pertumbuhan tanaman tetap berlangsung dengan baik. Tetapi, perlu diingat, hindarkan dari guyuran hujan, yaa πŸ˜„ Nanti pertumbuhan tanaman akan terganggu.

Cuus, langsung yuuk, Hidroponik Sederhana dengan Barang Bekas. Barang bekas yang aku manfaatkan sebagai wadah tanam antara lain botol bekas, box fried chicken, juga jerigen bekas yang sudah dibersihkan dengan baik. Untuk urusan modifikasi barang bekas jadi wadah tanam sih, pak suami semua yang ngerjain, yaa 🀭 Biar gampang, udah aku grid aja masing-masing cara bikinnya. Di dunia maya juga udah betebaran model-model modifikasinya. Tinggal pilih mau yang mana yang dipakai πŸ˜‰

Pertama, botol bekas.

Setelah wadah tanam siap, masukkan air nutrisi (campuran larutan AB Mix dengan air) ke masing-masing wadah tanam.

Kedua, box fried chicken.

Ketiga, jerigen bekas.

Kalo aku paling cocok pakai box fried chicken πŸ‘ Kenapa?

Pertama, box nya tidak transparan. Jadi, sinar matahari tidak langsung mengenai air nutrisi. Sehingga meminimalkan pertumbuhan lumut.

Kedua, muat banyak. Satu box langsung bisa diisi 8 netpot.

Ketiga, mudah dibawa karena ada hanging nya 🀭 Kalo sinar mataharinya ilang, gampang pindah-pindahnya πŸ˜„ Ya, emang agak susah cari boxnya πŸ™ˆ Paling gampang, ya beli πŸ˜„ Ayam kombo nya buat nyenengin anak-anak 😬 Box nya buat emaknya 🀭 Pak suami bakal ikhlas aja bayarinnya πŸ˜‚

Akhirnya, udah tuntas ceritaku sampai pindah tanam Hidroponik Sederhana dengan Barang Bekas, nih πŸ˜‰ Belum bisa cerita tentang panen tapinya 🀭 Karena memang belum bisa dipanen. Punyaku yang paling lama, pakcoy, usia 15 harian, masi lumayan jauh dari panen, kurang 25 harian lagi 😁 Semoga sukses nanti panennya, karena aku juga masi was-was πŸ˜‚ Pemula oh pemula 😁

O yaa, aku juga coba tanaman herbal pakai hidroponik, lho. πŸ˜‚πŸ˜‚ Aku bilang apa, pantang menyerah akutuh 🀭 Biar kemaren semai benih pertamanya kutilang dan kerdil jugak πŸ˜‚ Aku semai benih lagi, mint, thyme, kale, parsley, dan rosemary. Sekarang masi dalam tahap semai benih, sih πŸ˜„ Yang baru bertunas, kale nya 🀲 Nanti kalo berhasil gemuk-gemuk, aku post di instagram ato twitter, deh 😘 Wait yaa πŸ˜‰ Wish me luck πŸ˜‰

Tengkyu for reading tulisanku tentang hidroponik dari Part 1-3 ini. Hidroponik adalah hal yang baru banget buat aku yang hobinya cuma ngetik tulisan di ColorNote 😁 But, aku berusaha menangkap semampuku dan berbagi dengan kalian semua 😘 Semoga bermanfaat, ya πŸ˜‰

With love,
Tita

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s