Cara Mudah Agar Gadget Lebih Bermanfaat Untuk Anak

Dear all,

Hai, lama banget ngga nulis πŸ˜„ Hibernasi biar awet muda, Mommies πŸ˜„ Ada yang kangen? 🀭 Kali ini mumpung ada ide sliweran dari kemaren tentang gadget atau gawai dan sejenisnya πŸ˜ƒ Dan tentu saja tetap dihubungkan dengan anak-anak, ya πŸ˜‰Tentang cara mudah agar gadget lebih bermanfaat untuk anak.

Kenapa?

Pertama, ada banyak sekali perdebatan tentang gadget (handphone, smartphone, televisi, laptop, dan sejenisnya). Boleh atau tidak untuk anak-anak. Itu pilihan kita sebagai orang tua. Boleh dengan syarat dan ketentuan berlaku atau tidak boleh sama sekali, semuanya adalah pilihan.

Kedua, gadget menurutku adalah masa depan. Saat ini, sampai kemudian hari, kecanggihan gadget tidak akan pernah pudar. Seiring dengan itu, gadget juga akan makin menunjukkan dampak positif dan juga negatifnya.

Ketiga, semakin banyaknya kegiatan yang “dimudahkan” oleh gadget saat ini dan nanti seterusnya, akan membuat kita makin sulit memisahkan diri dari perkembangan teknologi yang ditawarkan gadget pada kita.

Lantas bagaimana dengan anak-anak?

Apakah kita akan mengenalkan anak pada gadget atau tidak sama sekali?

Memang, ada banyak ketakutan yang membayangi kita sebagai orang tua mengenai dampak negatif penggunaan gadget oleh anak-anak yang tidak terkontrol. Akan tetapi, melarang anak-anak untuk mengenal gadget juga menurutku bukan solusi yang tepat πŸ˜„βœŒοΈ Sebelumnya aku sudah pernah menulis pendapatku tentang gadget di sini πŸ‘‡πŸ‘‡

Baca juga : Dukung Friendly Gadget untuk Anak

Jadi, mengenalkan gadget pada anak-anak atau tidak adalah tantangan bagi orang tua. Bagaimana agar anak-anak dapat mengenal gadget tetapi tetap aman, tetap terkontrol, mendapat banyak manfaat dari gadget dan sekaligus meminimalkan efek negatif yang akan muncul. Itu semua adalah tantangan bagi kita, orang tua.

Baca juga : Anak dan Perkembangan Teknologi

Kita tentu tidak bisa menutup diri begitu saja dari gadget. Apalagi tugas rumah atau pe er anak-anak jaman now yang diberikan guru di sekolah juga sering diminta mencari di internet. Pe er anak-anak susah, kita tanyanya di mbah google. Shopping nya di market place yang sering kasih gratis ongkir πŸ˜„Resep masakan kekinian cari di instagram 🀭 Kalo hasil jadinya ngga bisa sebagus foto-foto yg diposting, jadinya putus asa trus akhirnya pesen aja makanannya dilayanan pesan antar πŸ˜„ Pencet pencet bentar langsung kelar πŸ˜„ bebas lapar 🀭 Sebegitunya peran gadget dalam hidup kita, Mommies 😭 Bhaayaangkhaan πŸ˜…

Tidak jarang juga lho, anak-anak yang punya akun pribadi di instagram πŸ˜„ Anak Mommies juga? 🀭 Tapi, untuk sulungku (8 tahun) memang masih belum aku perbolehkan punya akun pribadi di sosial media apapun, kecuali whatsapp karena kebutuhan komunikasi sehari-hari.

Kami, aku dan Abi nya anak-anak adalah orang tua yang memang kesehariannya bergelut dengan gadget (handphone, smartphone, televisi, laptop, dan sejenisnya). Luas yaa, bukan hanya smartphone saja. Jadi, untuk melarang anak berhubungan dengan gadget samasekali, memang bukan hal yang mudah. Tapi, kami juga tidak kehabisan cara, agar gadget tidak berhenti menjadi candu atau racun bagi anak. Justru banyak cara kami pelajari dan coba agar gadget dapat menjadi lebih bermanfaat untuk anak πŸ˜„

Jadi mau apa ini dari tadi ngocehnya ngga jelaas πŸ˜‚ Okey, langsung yaa, Mommies 😘 untuk tulisan kali ini aku akan sedikit berbagi untuk para orang tua yang sudah terlanjur membiarkan anak mengenal gadget khususnya smartphone. Ini adalah beberapa hal yang memang aku lakukan sendiri di rumah. Yaitu, bagaimana cara mudah agar gadget lebih bermanfaat untuk anak πŸ˜‰ Yuk, mulai satu-satu, yaa 😘

Cara pertama

Beri contoh yang baik.

Berkali-kali dalam banyak artikel yang aku tulis merujuk dari ilmu-ilmu parenting yang dibagikan oleh para psikolog anak, jadilah orang tua yang baik. Beri anak contoh yang baik. Karena setiap hari, setiap waktu, anak melihat apa yang kita kerjakan juga mendengar yang kita ucapkan. Termasuk ketika kita sedang menggunakan gadget di hadapan mereka.

Jadilah orang tua yang bijak dalam menggunakan gadget, termasuk di dalamnya konten-konten yang kita lihat melalui gadget (handphone, smartphone, televisi, laptop, dan sejenisnya). Karena apa yang kita tonton juga pasti akan diikuti anak juga. Terang-terangan ataupun diam-diam tanpa sepengetahuan kita.

Apalagi kalau kita tidak bisa lepas dari yang namanya handphone atau smartphone. Dikit-dikit handphone, apa-apa smartphone πŸ€¦β€β™€οΈ Nah, mau begimana lagi, kita nya aja ngga bisa lepas dari gadgetπŸ€¦β€β™€οΈ Kemana-kemana pasti ada gadget πŸ€¦β€β™€οΈ Dimana-mana pasti pegang gadget πŸ€¦β€β™€οΈ Ketawa-ketiwi kayak bahagia banget gitu tiap liat gadget πŸ˜… Anaknya ya lama-lama pengen juga πŸ˜… Jadi, bijaklah! Karena ada anak-anak yang juga akan belajar dan meniru apa yang kita kerjakan.

Cara kedua.

Make a deal.

Ini adalah cara yang bisa dibilang penting, bisa juga menjadi hal yang wajib dilakukan sebelum kita memutuskan memperbolehkan anak bergadget ria. Buat dulu kesepakatan dengan anak, yang utama adalah tentang waktu. Kapan anak boleh pegang smartphone dan berapa lama. Batasi waktu anak ketika bergelut dengan smartphone. Kedua, konten apa saja yang diperbolehkan. Yang seperti apa yang boleh dilihat anak harus kita sepakati dengan jelas. Terakhir, yang tidak kalah penting adalah konsekuensi yang akan diterima ketika tidak sesuai dengan kesepakatan.

Anak-anak harus paham bahwa dalam setiap kesepakatan tentu akan ada konsekuensi. Dan ketika hal tersebut terjadi, sebagai orang tua, kita harus konsisten. Jangan sampai lengah karena anak merajuk. Karena sekali kita beri kelonggaran, anak akan punya celah untuk merajuk lagi di kemudian hari.

Cara ketiga.

Sesuaikan gadget dengan usia dan kebutuhan anak.

Biasanya kalo sedang pakai gadget, anak-anak seringnya ngapain, sih?πŸ€”

Sebagian besar pasti akan menjawab, nonton channel Youtube 🀭 Yang aku sering lihat, mulai bayi umur 2 tahunan, sebagian besar pasti sudah diputarkan konten-konten Youtube, sengaja ataupun tidak. Anak-anakku di rumah juga, sih 🀭 It’s Okey✌️ Dengan catatan, kita yang pegang kendali atas gadget, bukannya terbalik.

Konten di Youtube juga tidak semuanya negatif, kok. Memang, ada yang isinya alay, mengajarkan hedonisme, atau bahkan khusus usia dewasa. Tapi, sekarang banyak juga channel Youtube yang sesuai untuk anak-anak. Malah sudah ada juga Youtube khusus anak-anak, Youtube Kids πŸ˜‰ Dan menurut buku parenting yang pernah aku baca, sekarang kita sudah bisa membatasi channel Youtube demi keamanan anak.

Biasakan anak-anak hanya mengenal konten-konten yang positif dan sesuai umurnya di Youtube. Konten khusus anak-anak yang memberi banyak pengetahuan baru, seperti yang sering diputar di rumah itu channelnya Zara Cute, isinya cukup positif. Bahkan Bungsuku bisa belajar nama-nama hewan dalam bahasa Inggris dari kontennya si Zara ini πŸ€­πŸ€¦β€β™€οΈ Tengkyu Zara, Kenzo, Sakura, dan Mamanya 😘😘

Ada konten cerita animasi atau kartun, Dongeng Kita, yang menambahkan amanat di akhir cerita agar anak tahu nilai positif dari cerita yang ditonton. Kemudian ada Nursery Rhymes berisi lagu-lagu anak, konten Nussa juga sering diputar anak-anak di rumah. Masih ada banyak konten postitif dan tidak alay lainnya seperti berbagai tutorial mewarnai atau DIY kreatif favorit Sulungku di Youtube yang bisa kita pilihkan untuk membantu mengembangkan kreativitas anak πŸ‘ Yang terpenting, sesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.

Cara keempat.

Pilihkan game edukatif untuk anak.

Agar gadget menjadi lebih bermanfaat, untuk anak-anak yang suka game atau permainan. Pilihkan permainan yang dapat membantu anak-anak belajar. Sudah ada ribuan game edukasi yang bisa di download. Dengan berbagai model permainan, dari mulai belajar warna, berhitung, sampai membangun sebuah kota lengkap dengan peternakan dan sawah untuk bercocok tanam.

Kenalkan anak dengan permainan yang mengedukasi. Jangan asal mengizinkan anak download permainan sesuka hatinya. Yang penting anak senang πŸ€¦β€β™€οΈ Oh No! πŸ€¦β€β™€οΈBeritahu anak, agar paham bahwa gadget dapat juga membantunya belajar, tidak sekedar untuk bersenang-senang πŸ˜‰ Pilihkan game edukasi hanya untuk anak, batasi game-game lain yang kurang bermanfaat. Apalagi game yang mengandung unsur kekerasan di dalamnya dan tidak sesuai dengan usia anak.

Cara kelima.

Berikan gadget pada anak dengan pengawasan.

Ini WAJIB! Tidak bisa ditawar. Bukan sekedar untuk pengalihan agar anak tidak menangis, tidak rewel, atau tidak mengganggu kita yang sedang asyik dengan kegiatan kita 🀭 Pas kita sedang ngegosip atau sedang arisan, biar ngga nempel atau usil terus, si anak kasi gadget aja deh, biar anteng ngga lari-larianπŸ€¦β€β™€οΈ Trus anak nonton apa aja yang bisa ia temukan, tanpa arahan, tanpa pengawasan. Sampai anak kena dampak negatif dari penggunaan gadget, trus gadgetnya yang disalahin πŸ˜­πŸ€¦β€β™€οΈ

Yuhuuu, No no no βœ‹Stop deh yang begitu itu. Itu namanya lari dari tanggung jawab ☹️ Dont try that @ home or everywhere, Mommies 😘 Sekali kita seperti itu, kita sendiri yang rugi. Seterusnya anak akan ketagihan dan merajuk kalo kita ngga kasih lagi ☹️

Awasi apa yang dilakukan anak dengan gadget, jangan biarkan anak-anak bebas mengakses apapun dengan smartphone nya. Kontrol smartphone anak. Lebih baik tidak diajarkan untuk memberi password pada smartphone anak. Beri arahan, apa saja yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan anak dengan smartphone nya. Beri tahu pula pada anak efek negatif menggunakan gadget sembarangan. Ajari anak tentang etika menggunakan gadget atau etika bersosial media. Apa yang boleh di share dan apa yang tidak.

Sulungku, samasekali tidak aku perbolehkan mengakses atau punya akun di sosial media apapun, kecuali memiliki aplikasi whatsapp di handphone untuk kebutuhan komunikasi. Tidak boleh memberi nomor whatsapp kepada siapapun kecuali keluarga dan teman dekat. Setiap masuk ke grup pertemanan juga harus memasukkan nomor Bundanya ini, Wajib! πŸ€­πŸ˜€

Selain itu, anak-anak di rumah juga suka sekali nonton Youtube. Bisa dibilang sampai ketagihan, dulu! Nontonin smartphone terus. Aku khawatir juga dan memang harus khawatir karena itu bukan suatu hal yang normal. Kemudian, Abinya anak-anak punya ide untuk mengganti televisi di rumah dengan smart tv, lalu pasang sambungan internet bulanan biar ngga jebol kuotanya 🀭 Tidak ada tv lain di tiap kamar. Hanya ada 1 televisi di ruang keluarga. Hemat πŸ€­πŸ˜…

Anak-anak sekarang bisa langsung nonton channel Youtube dari televisi. Duduk manis kayak nonton bioskop πŸ˜„ Bukan solusi yang terbaik, memang ✌️ Tapi, setidaknya apa yang anak-anak tonton lebih bisa kita awasi. Banyak konten Youtube yang menghibur sekaligus mengedukasi sesuai usia anak. Selain itu, waktu menonton juga bisa dengan mudah kita batasi. Anak-anak tidak melulu memicingkan mata melihat smartphone. Good news tambahannya, anak-anak sudah tidak lagi menonton sinetron dan acara-acara yang kurang bermanfaat dari channel tv lokal. Orang tuanya juga pastinya 🀭

Cara keenam.

Ajak anak bermain dengan permainan asli.

Biar bagaimanapun gadget menawarkan berbagai kemajuan dan kemudahan, bermain di dunia nyata tetaplah bermain yang sebenarnya. Ajak anak untuk melupakan sejenak gadget nya dengan bermain permainan yang sebenarnya. Ingatkan anak bahwa bermain dengan mainan yang benar-benar bisa disentuh lebih menarik dan menyenangkan. Beri anak kesempatan memilih mainan yang diinginkan. Atau ajaklah anak berbelanja mainan di toko mainan. Anak-anak yang sudah sangat menyukai mainan kesayangan pilihannya sendiri dapat melupakan gadget untuk sementara waktu.

Okey πŸ‘Œ Selesai sudah sedikit sharing tentang cara mudah agar gadget lebih bermanfaat untuk anak. Sekali lagi, aku hanya sekedar berbagi pengalaman kepada orang tua yang sengaja atau tidak, terlanjur mengenalkan gadget pada anak-anaknya. Tentang memberikan gadget pada anak itu tepat atau tidak, tetap menjadi keputusan masing-masing orang tua. No hard feeling, yes Mommies 😘

Gadget adalah tantangan yang ditawarkan kemajuan zaman pada kita. Menjadi racun atau menjadi lebih bermanfaat adalah pilihan. Bijaklah dan beritahu anak segala konsekuensi yang akan didapatkan dengan gadget di tangannya. Perlakuan terhadap gadget bisa berbeda oleh masing-masing orang tua. Tetapi, kita sepakat, gadget adalah masa depan sama seperti anak-anak. Apakah mereka akan saling mendukung untuk kemajuan, atau sebaliknya. Peran dan kendali kita sebagai orang tua adalah kunci utamanya 😘

Semoga bermanfaat 😘

With love,
Tita

Iklan

Silakan tinggalkan jejak di rumah Tita

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s