Memori “Belik”

sampai kosong pandangku, terbawa kembali ke masa kanak-kanakku yang ceria, yang sangat sederhana, dan bersahaja. perjalanan waktu menyusuri kembali lipatan demi lipatan memori di kepalaku dan sampailah aku pada anak tangga setapak dan hanya tersusun dari karung-karung berisi tanah yang ditata mengikuti kontur tanah yang menurun dan berliku. Pegangan di sisi kanannya hanya terbuat dari …

Lanjutkan membaca Memori “Belik”

Iklan