Puisi Merdeka

Puisi Merdeka Karya Bundaku     Kata Bundaku, Merdeka itu Aku Karena aku lahir pada zaman serba ada     Merdeka itu Bebas Tapi bukan yang tanpa batas!     Lalu,   Merdeka itu Bahagia Dimana anak-anak bisa tertawa riang Sambil terus meraih cita-cita   Kemudian,   Merdeka itu Sejahtera Ketika semua anak bisa sekolah …

Lanjutkan membaca Puisi Merdeka

Apa Kabar Cinta?

Dear all,   Tak ada cerita berharga pekan ini. Hanya goresan pena dengan tinta berbalut asa. Menorehkan rasa dari hati yang bertanya-tanya. Apa kabar cinta? Apa kabar cinta?   lama tak pernah bicara tentangmu lama jua tak pernah menyentuhmu   sesaat lalu rinduku merajuk memaksaku mengingatmu mencarimu dalam relung hatiku manemukanmu kembali diantara puing-puing masa …

Lanjutkan membaca Apa Kabar Cinta?

Bunda Aisykha: Rindu Kembali

Aku rindu kembali Duduk di antara ilalang-ilalang Menggoreskan pena kehidupan Pada kertas usang dan berdebu Lalu meniupnya terbang bersama awan Aku rindu kembali Menyuarakan isi hatiku Menuangkan gejolak dalam kepalaku Menyusupi dunia maya Menemukan tujuannya Aku rindu kembali Melepas belenggu yang memasungku Menggerakkan jari-jemariku Mengepakkan sayap-sayapku Membawa ideku menjangkau luas Lepas, bebas, tanpa batas Aku …

Lanjutkan membaca Bunda Aisykha: Rindu Kembali

Bunda Aisykha: Untukmu Lelakiku

Untukmu, lelakiku,, Aku tau lukamu Tapi aku hanya bisa memandangmu Aku tau sakitmu Tapi aku hanya sanggup memelukmu Aku tau bebanmu Tapi aku hanya mampu merengkuhmu Lelakiku, Aku hanya bisa terpaku di sisimu Terpasung dan terbelenggu Menyaksikan percaturan karirmu Dimainkan tangan-tangan miskin ilmu Terombang-ambing tanpa titik temu Tapi kau, tak terhenti di situ Walau hati …

Lanjutkan membaca Bunda Aisykha: Untukmu Lelakiku

Karena Aku Wanita

aku ingin berteriak tentang kehidupan yang makin beriak aku ingin gaungku didengar agar kesenjangan tak lagi sangar aku ingin berkata dengan lantang agar keburukan tak lagi samar oleh pencitraan aku ingin meluapkan isi hati tapi lagi-lagi tak sanggup menata emosi aku ingin mengungkap jejalan pikiran di kepala tentang lara, tentang sengsara tentang kemunafikan, tentang kebusukan …

Lanjutkan membaca Karena Aku Wanita

Sebuah Puisi, Elegi Pagi (Selamat Jalan)

Puisi ini aku tulis dengan segenap hati untuk mengenang seseorang yang kini telah pergi. Satu tahun berlalu, tapi masih saja ada sayup angin yang membawa bayangmu melintasi pikirku. Mengantar nasihat-nasihatmu mengiang kembali ke telingaku. Tentang menjalani hidup ini, tentang dzikir-dzikirmu, tentang dhuha dan tahajud, dan tentang kisah hidupmu hingga tenangmu di keabadian. Selamat jalan tante, …

Lanjutkan membaca Sebuah Puisi, Elegi Pagi (Selamat Jalan)

SEBUAH PUISI: PULANG

Puisi ini ditulis untuk siapa saja yang pernah menghabiskan masa kecilnya di kotaku, untuk siapa saja yang terkadang masih merindukan aroma tembakau kering yang semerbak diantara denting bel sepeda, dan untuk siapa saja yang kini telah menjadi raja-raja dan ratu-ratu di rantau, bahwa menara itu, masih tegak berdiri menyaksikan kita semua memperjuangkan nasib kita masing-masing... …

Lanjutkan membaca SEBUAH PUISI: PULANG